Posted by: todung | 28 April 2008

HUT KE-3 PERWAKILAN DIAKONIA HKBP DI JABODETABEK


PENGANTAR


 


Kata pertama yang disebut dalam setiap ulang tahun ialah “terima kasih”. Demikian juga Perwakilan Departemen Diakoni social HKBP di Jabodetabek (selanjutnya disebut “Perwakilan”) berterima kasih dan mengucap syukur kepada Tuhan, berterima kasih kepada Ephorus HKBP dan Sekretaris Jenderal, Parhalado Pusat HKBP, Praeses, khususnya Praeses HKBP  Jabodetabek Distrik VIII Jawa Kalimantan, Distrik XIX Jakarta 2,dan Distrik XXIII Jakarta 3. Demikian juga kepada seluruh Pendeta Jabodetabek, Pendeta Ressort dan Pendeta Diperbantukan di Huria atau kategorial, kepada rekan dari Perwakilan Sending, Punguan Kategorial di Distrik , Tokoh-tokoh HKBP, Para donatur, Huria yang pernah menjadi bolakan amak pelayanan Diakonia, dan juga Huria yang pernah kami layani, seluruh Ruas Ama, Ina, Naposo, Remaja serta Sekolah Minggu, terima kasih, karena dengan kebersamaan selama 3 tahun Perwakilan berdiri, sungguh besar berkat dan karunia Tuhan yang sudah kita raih demi Tuhan kita yang selalu menagih diakonia pribadi dari kita masing-masing. Karena dengan menanam benih diakonia akan memanen banyak berkat dan anugrah, itu janji Tuhan. Hiduplah diakonia.


            Tuhan senang bila manusia itu kaya. Ada kekayaan yang sia-sia, ada kekayaan yang berguna. Berguna apabila bisa bermanfaat bagi orang lain terutama bagi saudara-saudara Tuhan Yesus yaitu penyandang kemiskinan, kebodohan dan ketidaksehatan. Sia-sia apabila hanya dimanfaatkan untuk diri atau keturunan sendiri. Apakah kekayaan Bapak dan Ibu berguna atau sia-sia? Kekayaan Bapak dan Ibu berupa apa? Harta, Otak (kapasitas, kecakapan, kearifan) atau Keturunan dan persaudaraan (kemuliaan/hasangapon)? Agar berguna bagi Tuhan jangan tunggu sampai esok, kini saatnya ditanam, ditanam, ditanam untuk dipanen baik semasa kita masih hidup atau oleh cucu buyut sesudah kita tiada di dunia dan sudah berada di Surga. Mumpung masih bisa bicara, bicarakanlah sesuatu di Telinga Tuhan, mumpung masih boleh melihat, perlihatkan sesuatu yang nyata di Mata Tuhan, mumpung masih mampu berjalan, jalankan sesuatu di Hadapan Tuhan, mumpung masih bernafas, nafaskan sesuatu untuk generasi mendatang dalam roh Tuhan.


            Tidak lama setelah HKBP berdiri maka Diakonia HKBP berkembang dan lahirlah Hephata, Elim, Huta Salem, Rumah Sakit Umum di Tarutung, Butar, Balige, Nainggolan, Sekolah Rakyat hampir di setiap Pargodungan, SMP, SMA, Sekolah Tinggi dan Universitas HKBP. Benih Diakonia ini ditanam di hitaan, berbuah di seluruh negeri termasuk Jabodetabek. Banyak warga HKBP menjadi pejabat, menjadi kaya, bertitel tinggi, menjadi sangap, berketurunan banyak sebagai panen dari benih Diakonia yang telah ditanam di hitaan berbuah di Jabodetabek. Mengapa hasil panen itu tidak membangun Hephata, Elim, Huta Salem, Rumah Sakit, Sekolah, Universitas di Jabodetabek?


Siapa di antara hamba Tuhan pensiunan atau hamba muda yang cinta kesehatan,mengapa tidak bergabung dengan Perwakilan membangun Poliklinik dan Rumah Sakit atau Asuransi Kesehatan HKBP? Hamba Tuhan Pensiunan Pendidik atau Tenaga (Professional) Pendidik yang masih aktif, mengapa kita tidak bergabung membangun Sekolah, Kelompok Bermain, TK, SD, SMP, SMU, SMK, Kursus, Politeknik, Sekolah Tinggi atau Universitas HKBP di Jabodetabek? Para Hamba Tuhan Pengusaha, mengapa tidak kita mulai Perusahaan-Perusahaan kecil dan besar, skala nasional bahkan internasional, baik di bidang perindustrian dan perdagangan, pertanian, perkebunan, perikanan dan kelautan, transportasi darat, laut dan udara dan banyak lagi di Jabodetabek ini? Para wartawan, Professional Media, mengapa  kita tidak menerbitkan Koran HKBP atau majalah HKBP? Siapa diantara kita peduli membangun siaran Radio, apakah mustahil bila tenaga anda dipakai Tuhan membangun TV HKBP?. Para Pensiunan atau Profesional muda Bank, mengapa kita tidak bangun bersama Perwakilan Badan Usaha Bank, Bank, BPR atau BPJ (Badan Perkreditan Jemaat) atau Kooperasi atau Credit Union di Jabodetabek? Apakah Hamba Tuhan Raja Adat yang dituakan atau masih muda, mengapa tidak bergabung dengan Perwakilan membangun Rumah Duka, Ambulance dan Pelayanan Penguburan lainnya, membangun adat melalui seminar dan lokakarya atau perlombaan? Para Pensiunan Pendeta atau yang masih aktif mengapa tidak bersama Perwakilan membangun wadah doa dan konsultasi jemaat pertolongan untuk kesembuhan, keluar dari kemiskinan, keluar dari kebodohan.?


Kita akan membangun Diakonia Center sebagai Pusat Diakonia, dengan perincian :


o       Membangun Panti Rehabilitasi Narkoba dan HIV Aids, pada awalnya akan dibangun 10 ruangan dengan harga Rp 30.000.000,-/ruangan untuk 20 korban. Dibutuhkan 10 nama


o       Membangun Panti Jompo 5 ruangan dengan harga Rp 30.000.000,-/ruangan, untuk  20 orang tua. Dibutuhkan 5 nama


o       Membangun 1 paket (4 ruangan) untuk poliklinik dengan harga Rp 40.000.000.- /paket. Dibutuhkan 1 nama


o       Membangun 1 paket (2 ruangan) untuk Perpustakaan dengan harga Rp 35.000.000.- /paket. Ruangan 1 untuk kantor dan katalog, Ruangan 2 untuk ruang baca. Dibutuhkan  1 nama


o       Membangun 1 Paket (4 ruangan) untuk retreat center dengan biaya Rp 30.000.000 /ruangan. Ruang 1, 2 dan 3 sebagai tempat nginap dan ruang 4 sebagai  ruang ceramah  Dibutuhkan 4 nama


o       Membangun 1 paket GOR (Gelanggang Olah Raga) berisi Hall Bad Minton, (Rp 30.000.000), Hall Basket (Rp 30.000.000) Hall Tennis (Rp 30.000.000), Kolam Renang (Rp 30.000.000.-). Dibutuhkan 4 nama.


o       Membangun 1 Paket Pusat Keterampilan Kejuruan (7 ruangan, ruang 1 untuk jenis bahasa, ruang 2 jenis otomotif, ruang 3 jenis elektronik, ruang 4 jenis komputer, ruang 5 jenis boga, ruang 6 jenis busana, ruang 7 outlet display produk ). Diperlukan 7 nama


o       Membangun Pagar Rp 40.000.000, sarana jalan 5 ruas (Rp 30.000.000.-/ruas. Dibutuhkan 6 nama


o       Sarana. peralatan, bahan, sarana listrik, air  telepon dan air sudah termasuk di dalam beaya paket dan ruangan. Diperoleh dari persembahan jemaat sahabat diakonia..


o       Perwakilan akan memeteraikan setiap nama  penyumbang, atau nama lain yang dipilih apakah nama orangtuanya atau nama ompungnya, nama anaknya, atau nama lembaga atau nama Gereja penyumbang,  diberikan nama pada setiap ruangan  atau paket ruangan sebagai nama yang sangat monumental dan berkat dalam sejarah Jonggol dan sejarah HKBP.


 


Selain itu kami juga menggugah hati sanubari Bapak dan Ibu, Diaconia Center hanyalah sebagian dari pelayanan kita ke depan, tidak menutup kemungkinan pelayanan diakonia berada di seluruh sudut kawasan Jabodetabek. Apabila Bapak dan Ibu masih memiliki lahan kosong atau rumah kosong yang dapat diperesembahkan atau dihakpakaikan kepada HKBP melalui Perwakilan bolehlah itu dijadikan persembahan nyata di hadapan Tuhan untuk kita gunakan membangun panti, sekolah,  poliklinik, rumah sakit, tempat usaha dan tempat pelayanan lainnya.


Perwakilan juga ingin menciptakan suatu model persembahan yang mungkin juga dapat dipergunakan di setiap Gereja atau oleh Pusat HKBP, yaitu program DAPRI dan DAUS. Bagi Jemaat yang melakukan nazar, doa dan janji iman  boleh memberi persembahan dengan cara Dana Abadi Pribadi (DAPRI)  yaitu dengan menabungkan uangnya di bank dan menjanjikan bunga setiap bulan diserahkan ke rekening Perwakilan : Bank Mandiri Cabang Pondok Indah rekening nomor: 101-000 112 8303. Demikian juga bila sumber dana dari perusahaan (Dana Abadi Perusahaan – DAUS) disimpan dalam bank, bunganya setiap bulan ditransfer langsung ke rekening Perwakilan. Transfer dilakukan sesuai dengan lamanya perjanjian. Yang perlu diingat bahwa dana awal tetap menjadi milik pemberi persembahan.


 


Terakhir, selamat berdiakonia baik diakonia pribadi maupun diakonia bersama. Kita doakan agar pelayanan Diakonia semakin berkenan di hadapan Tuhan. Tuhan memberkati.


                                                        


 


 


PERWAKILAN


 


DI JABODETABEK


 


(Dalam rangka ulang tahun ke-3


 


21 Juli 2001-2004)


 


A. PENDAHULUAN


 


1.    DASAR


o        Sk. Ephorus HKBP nomor 875/L.08?VII/2001 tanggal 16 Juli 2001 tentang “Perwakilan Departemen Diakoni Sosial Huria Kristen Batak protestan di Distrik VIII Jawa Kalimantan


o        Pelantikan Pengurus Perwakilan Departemen diakoni Sosial HKBP di Distrik VIII Jawa Kalimantan di HKBP Kernolong tanggal 27 Juli 2001


o        Perubahan Pengembangan Distrik VIII Jawa Kalimantan mencakup 3 Distrik Baru yaitu Distrik VIII Jawa Kalimantan, Distrik XIX Jakarta 2, dan Distrik XXIII Jakarta 3


 


 


2.    TUJUAN


   Melaporkan hasil kegiatan pelaksanaan tugas Perwakilan Departemen Diakoni Sosial HKBP di Jabodetabek (selanjutnya disebut “Perwakilan”) secara periodik kepada Ephorus HKBP dalam hal:


o       Peningkatan pelaksanaan dan pengembangan tugas pelayanan Diakoni Sosial HKBP di Jabodetabek


o       Pengorganisasian dan jalinan kerja sama dengan Dewan Diakonia di setiap Resort dan Huria


o       Tumbuhkembang jiwa diakonia bagi anggota jemaat HKBP


 


 


 


 


3.    PERMASALAHAN


o              Kurangnya informasi terhadap lahirnya Perwakilan


o              Merajalelanya penggunaan Narkoba dan korban HIV AIDS


o              Kemiskinan di Gereja HKBP pinggiran Jabodetabek


o              Kesehatan di Gereja HKBP pinggiran Jabodetabek


o              Kurangnya pelayanan Gereja HKBP kepada warga masyarakat di sekelilingnya


o              Meningkatnya usia lanjut


o              Kurangnya keterampilan pemuda Gereja untuk bekerja


o              Kurangnya minat berbahasa Inggeris bagi nak-anak HKBP


o              Kurangnya perpustakaan HKBP


o              Kurangnya fasilitas retreat HKBP


o              Kurangnya tempat wisata rohani HKBP


o              Kurangnya dana diakoni Perwakilan


o              Kurangnya informasi pelayanan diakonia dan umum HKBP


 


4.    SOLUSI ALTERNATIF


o        Sosialisasi Perwakilan


o        Seminar dan Ceramah Narkoba & HIV Aids


o        Pengobatan penderita narkoba dan HIV Aids


o        Pengobatan Cuma-Cuma dan Pembagian Sembako kepada anggota jemaat dan warga masyarakat non kristiani disekeliling Gereja


o        Pembangunan Poliklinik Gereja untuk melayani anggota jemaat dan masyarakat miskin non kristiani di sekitarnya


o        Pengelolaan Program Asuransi Kesehatan


o        Kerja sama dengan Rumah Sakit dan Panti Rehabilitasi Narkoba dan HIV AIDS


o        Pengadaan bantuan modal usaha melalui Bank Perkreditan HKBP


o        Pelatihan Konselor Gereja untuk Pembimbingan dan Konsultasi Pribadi


o        Pengadaan dan Pembangunan Panti Rehabilitasi Narkoba dan HIV AIDS


o        Pembangunan Panti Jompo


o        Pembangunan Pusat Retreat dan Wisata Rohani


o        Pembangunan Pusat Perpustakaan


o        Pembangunan Pusat Diklat Keterampilan Pemuda


o        Pembangunan Pusat Diakonia HKBP di Jabodetabek


o        Pembangunan sarana prasarana diakonia baru di Jabodetabek seperti Rumah Sakit HKBP, Sekolah dan Perguruan Tinggi HKBP, Panti Sosial HKBP dan lain-lain


o        Pengembangan Kelompok Bermain berbahasa Inggeris bagi sekolah Minggu HKBP Jabodetabek dengan menyediakan kaset lagu-lagu dan pelatihan Guru-Guru sekolah Minggu


o        Pengumpulan dana melalui Persembahan Sahabat Diakonia (PSD) dan Persembahan Dana Abadi Pribadi (PDAP)


o        Pembentukan Perusahaan Diakonia aneka jenis usaha


o        Pembentukan dan penerbitan media cetak (koran, majalah) dan media elektronik HKBP (pemancar radio, tv)


o        Pemanfaatan lahan tidur HKBP yang ada di Jabodetabek


 


5.    POTENSI YANG ADA


o        Semangat dan Jiwa Diakoni Sosial Jemaat HKBP sangat besar


o        Tenaga Pemikir, Tenaga Dokter, Paramedis, Pensiunan dan Sukarelawan Jemaat HKBP dan donator serta simpatisan, banyak


o        Aturan Peraturan HKBP 2002 memberi tugas pelayanan besar bagi Bidang Diakonia (Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan sosial dan Kemasyarakatan)


o        Pelayanan Diakonia dapat menembus kebersamaan dengan penganut agama lain dalam mengamankan Gereja


 


B.    PELAKSANAAN KEGIATAN


 


1.    SOSIALISASI PERWAKILAN


a. Sambil melayani khotbah sambil sosialisasi di Gereja HKBP se Jabodetabek dilaksanakan oleh Pendeta Diakonia Pdt. J.M. Panjaitan sejak bulan Agustus 2001 sd. Oktober 2002 dan dilanjutkan oleh Pdt A. L. Tobing sejak bulan November 2002 hingga sekarang


b.     Penyebaran brosur ke seluruh Gereja HKBP pada kesempatan kohtbah, kegiatan seminar, ceramah dan pengobatan Cuma-Cuma dilaksanakan sejak Agustus 2001 hingga sekarang


c.      Pertemuan Sahabat Diakonia


o       Di HKBP Jl Jend. Suprapto, Resort Tanah Tinggi tanggal


o       Di HKBP Jl Jend. Suprapto, Resort Tanah Tinggi, tanggal


 


2.    SEMINAR NARKOBA DAN HIV AIDS


a.      Pencanangan anti narkoba bagi Pemuda/ Naposobulung HKBP se Jabodetabek di Gereja HKBP Petojo Resort Petojo Jakarta


b.     Seminar bersama peduli anti narkoba Perwakilan dan Mabes Polri dan Yayasan Gepenta (Gerakan Nsional Peduli Anti Narkoba dan Tawuran) di Gereja HKBP Petojo Resort Petojo Jakarta,


c.      Seminar peduli anti narkoba oleh Kepala BNN (Badan Narkoba Nasional) Bpk. Komjenpol Togar Sianipar di HKBP Jl Jend. Sudirman, Resort Sudirman, Jakarta


d.     Ceramah peduli anti narkoba di Gereja-Gereja HKBP


o        N-HKBP Harapan Jaya Resort, Bekasi


o          Punguan Ama HKBP Depok II Resort Depok


e.      Pencetakan dan penyebaran buku anti narkoba ke Gereja-Gereja HKBP seJabodetabek


o       Judul “BUKU PANDUAN MEMERANGI NARKOBA”


o       Jumlah buku: 2500 exemplar TAHUN 2002 dan 2000 exemplar tahun 2004


f.       Ceramah peduli anti narkoba dan dan HIV AIDS kepada Pelajar Sidi (Parguru Malua)


o       HKBP Rawamangun Resort Rawamangun


o       HKBP Depok II Resort Depok,


3.    PENGOBATAN PENDERITA NARKOBA


a.      Pengobatan di Kantor Perwakilan setiap hari Senin dan Kamis berupa konsultasi pribadi dan doa khusus dilakukan oleh para Konselor Perwakilan.


b. Selain itu juga mengobati jemaat yang berbeban berat dan kena okultisme


c.      Pengobatan melalui kunjungan ke rumah penderita bagi mereka yang tidak mau keluar rumah untuk pegobatan.


 


 


4.    PENGOBATAN CUMA-CUMA, PEMBAGIAN SEMBAKO dan KONSULTASI PRIBADI


o              HKBP Kalideres Resort Cengkareng,


o              HKBP Salembaran Resort Cengkareng,


o              HKBP Semper Resort Tanjung Priok Timur,


o              HKBP Cimanggis Resort Cibinong


o              HKBP Bojong Sawangan Resort diaspora


o              HKBP Rawa Lumbu Resort Rawa Lumbu


o              HKBP Bojong Nangka Resort Tangerang,


o              HKBP Cilincing Resort Jatiwaringin


o              HKBP Cileungsi Resort Cibinong


o              HKBPSukatani Resort Pasar Rebo


o              Non Kristiani,………. Konsultasi Pribadi, kegiatan lanjutan


o              HKBP Tegal Alur Resort Tangerang,


o              HKBP Plumpang Resort Tanjung priok,


 


5.    PENGADAAN LAHAN BUKIT JONGGOL


o              Luas tanah 9.000 meter persegi


o              Status tanah Sertifikat akte jual beli


o              Rencana penggunaan tanah sebagai Pusat Diakonia HKBP (Deakon Center)  memuat:


o              Panti Rehabilitasi Narkoba dan HIV AIDS


o              Panti Jompo


o              Pusat Diklat Keterampilan Pemuda


o              Pusat Perpustakaan


o              Pusat Retreat dan Wisata Rohani


 


              6.   KERJA SAMA


a.     Kerja sama dengan Jakarta International Christian Fellowship sejak bulan November 2002 hingga Februari 2003


b.     Kerja sama dengan Yayasan Gepenta sejak Oktober 2002 hingga Maret 2003


c.     Kerja sama dengan PT Indofood Makmur, Tbk sejak Juli 2002 hingga sekarang


d.     Kerja sama dengan Perwakilan Departemen Zending (Pekabaran injil) HKBP di Jabodetabek sejak sama-sama dilantik Juli 2001 hingga sekarang


 


     7.   PENDANAAN


       a. Persembahan Sahabat Diakonia melalui Rekening


           Bank Mandiri       


       b. Persembahan Pertemuan Rutin Pengurus setiap


            pertemuan hari Kamis


       


C. PENUTUP


 


  1.  KESIMPULAN


a.      Pelayanan Perwakilan sangat dibutuhkan oleh Gereja HKBP di pinggiran  Jabodetabek dalam pelayanan Pengobatan Cuma-Cuma, namun diperlukan  pelayanan yang kontinu bertindaklanjut


b.     Pelayanan sosialisasi anti narkoba sangat dibutuhkan di gereja-gereja HKBP  baik melalui seminar, ceramah, penyebaran brosur dan buku-buku dan ceramah khusus untuk peserta Lepas Sidi dan pengkaderan konselor-konselor muda dan diperlukan pelayanan serupa secara kontinu


c.     Pelayanan terhadap penderita narkoba sangat dibutuhkan oleh jemaat HKBP tetapi lebih baik jika memiliki Panti Rehabilitasi sendiri


d.     Pengembangan Pusat Diakonia di Bukit Jonggol baru sebatas pengadaan tanah, belum dilanjutkan dengan pembangunan fisik dan rencana pelayanan


e.     Banyak program solusi Perwakilan yang sangat dibutuhkan belum dapat dilaksanakan


f.       Terlalu takut akan duplikasi tugas Perwakilan dengan Dewan/Seksi Diakoni di Huria, Ressort dan Distrik maka visi misi Perwakilan kurang menjemaat


 


2.SARAN


a.     Perlu ditingkatkan pelayanan Pengobatan Cuma-Cuma dari sekali dalam sebulan menjadi 2 atau 3 kali, dan perlu disadarkan bahwa kelanjutan pengobatan dapat dilakukan secara swadaya dengan membuka poliklinik setiap bulan atau mungkin setiap minggu dengan memberdayakan/ memohon kesediaan tenaga dokter atau paramedis dari anggota Gereja setempat dan obat yang digunakan diperoleh dari upaya dewan/seksi diakonia yang semakin membaik di Gereja tersebut. Bantuan seperlunya dapat dikonsultasikan dengan Perwakilan.


b.     Perlu ditingkatkan pelayanan seminar secara periodik, dan perlu semakin banyak Gereja yang memohon penyelengga raan Ceramah.


c.     Perlu diadakan mata pelajaran Peduli anti Narkoba dan HIV Aids bagi kurikulum Pelajar Sidi di Jabodetabek dimana buku dan nara sumber disediakan/dilatih oleh Perwakilan


d.     Agar segera membangun Pusat Diakonia di Bukit Jonggol, atau sebelumnya dapat menyewa tempat di sekitar wilayah Jabodetabek


e.     Agar pelayanan Perwakilan hendaknya mengikutsertakan Dewan/Seksi Diakonia Huria, Resort dan Distrik HKBP se Jabodetabek dan memberikan penggembalaan diakonia kepada jemaat


f.       Agar Perwakilan segera melatih tenaga-tenaga pelayan dan konselor di Gereja-Gereja agar Gereja tersebut dapat melayani sendiri kebutuhan pelayanan Diakonia Gerejanya.


 


Demikian laporan kami kiranya kegiatan Perwakilan yang kami rasa belum banyak dapat diterima oleh Tuhan sebagai  persembahan dan kemuliaan NamaNya. Tuhan memberkati, Amin.


 


                                                                                      (Ketua Umum Perwakilan Diakonia HKBP di Jabodetabek)


 


 


 


 


 


 


 


Ketua Umum                                    Sekretaris


 


 


St. DR. Todung P.L. Toruan              St. Ev. Drs. T. Marpaung


 


 


 


 


 


 

 


 


 


 


 


 


 


BERIKUT INI


LAPORANIL DARI


PELAKSANAAN


KEGIATAN


SELAMA


3 TAHUN.


TERNYATA


DEMIKIAN BESAR


BERKAT DAN


KARUNIA


TUHAN


SELAMA


3 TAHUN INI


DAN


YAKIN BENAR


DEMIKIAN JUGA


BAGI PELAYANAN


DIAKONIA


DAN BAGI KITA SEMUA


DIMASA MENDATANG


 


 


 1. JIWA DIAKONIA JEMAAT HKBP BESAR


 




 


 


“NAPASALI JAHOWA DO


MANANG ISE NAMARDENGGAN


BASA TU NAPOGOS, JALA IBANA MAMALOSHON DENGGAN BASANA I TU IBANA” (SIAPA YANG MENARUH BELAS KASIHAN KEPADA ORANG LEMAH MEMIUTANGI TUHAN YANG AKAN MEMBALAS PERBUATANNYA ITU) PODA/AMSAL 19,17


 


 


Menumbuhkembangkan kembali jiwa diakonia bagi anggota jemaat adalah sebuah refleksi kehidupan. Keyakinan bahwa HKBP sebagai lembaga dan sebagai anggota jemaat boleh berkembang hingga saat ini merupakan buah dari diakonia besar sejak awal seperti kepedulian di Hephata, Huta Salem, Elim, Rumah Sakit HKBP (Balige, Tarutung, Butar, Nainggolan), Sekolah Formal SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi HKBP


Dulu, “Diakonia Pribadi” dirindukan oleh orang tua  memberikan persembahan khusus misalnya waktu kelahiran anak, membaptiskan, lepas sidi, mengawinkan , memasuki rumah baru, menyekolahkan anak, akan memprioritaskan tujuan persembahan utamanya kepada Diakoni Sosial, Hepata dan Elim, sehingga yakin anaknya dapat menyelesaikan studi dengan baik dan akan menjadi pejabat dan pemimpin, keluarga yang baru menjadi keluarga taat kepada Tuhan, yakin rumahnya menjadi saluran berkat.


Keyakinan seperti itu datang dari khotbah para Pendeta dan menjadi issu rohani yang tertanam di dalam sanubari jemaat, serta menjadi fakta dalam kehidupan jemaat. Firman Tuhan yang ditaburkanpun menjadi sangat relevan.


Benar, banyak anak Batak menikmati sekolah yang tinggi, memperoleh gelar, mendapat pekerjaan, menikmati kekayaan dan kebahagiaan.


Mengapa dewasa ini jiwa diakonia itu kurang berkembang seturut dengan perkembangan HKBP yang begitu pesat seperti di Jabodetabek? Akankah HKBP masih akan berkembang tanpa peduli diakonia? Akankah anak-anak HKBP bisa menjadi pemimpin dan pejabat tanpa mengindahkan diakonia pribadi? Jangan takut, jiwa diakonia jemaat HKBP masih besar.





 


2. DIAKONIA MODEREN HKBP

 





 


 


 


 


“NASA NA BINAHENMUNA TU SADA SIAN ANGGINGKU NA METMETON, NA TU AHU DO I DIBAHEN HAMU” (..SESUNGGUHNYA SEGALA SESUATU YANG KAMU LAKUKAN UNTUK SALAH SEORANG DARI SAUDARA-KU YANG HINA INI, KAMU TELAH MELAKUKANNYA UNTUK AKU) MATIUS 25,40


 


 


Konsep “Diakonia Modern” dicetuskan oleh Sinode Godang HKBP tahun 1998 yang menetapkan “Diakonia Berbasis Jemaat”. Keagungan konsep ini diterjemahkan dan tersambut dalam struktur baru HKBP yang termuat dalam Aturan dan Peraturan HKBP tahun 2002 yang diberlakukan  tahun 2004 berorientasi pada tri suci panggilan  Gereja yaitu Marturia, Koinonia dan Diakonia. Paradigma baru Gereja HKBP dalam Diakonia melayani ranah yang cukup


 


luas bahkan sifatnya bombing meliputi seperangkat pelayanan kebutuhan manusia berupa pendidikan, kesehatan, diakoni (ulaon asi ni roha), pembangunan perusahaan, kemasyarakatan termasuk kegiatan sosial lainnya seperti kesenian dan kebudayaan. Bedakan dengan Aturan dan Peraturan sebelumnya pelayanan tersebut terbagi dalam beberapa departemen.


Kompetensi “diakonia kelembagaan” di tingkat Pusat HKBP, Distrik, dan Huria menjadi bersifat pendukung sedang kompetensi “diakonia pribadi” kembali akan menjadi sangat dominan ke depan. Kedua kompetensi ini memerlukan semacam ragi yang memotivasi percepatan proses visual, dan ragi itu di beberapa wilayah regional HKBP atas keputusan eksekutif Ephorus HKBP sejak 3 tahun lalu membentuk lembaga khusus dengan nama “Perwakilan” termasuk di Jabodetabek.





Sk. Ephorus HKBP Pdt. DR. J.R. Hutauruk nomor 875/L.08/VII/2001 tanggal 16 Juli 2001 tentang Perwakilan Departemen Diakoni Sosial Huria Kristen Batak Protestan di Distrik VIII Jawa Kalimantan


 


Pelantikan Pengurus Perwakilan Departemen Diakoni Sosial HKBP di Distrik VIII Jawa Kalimantan di HKBP Kernolong tanggal 27 Juli 2001 oleh Sekretaris Jenderal HKBP Bapak Pdt WTP. Simarmata, MA


3. PERWAKILAN DEPARTEMEN DIAKONI SOSIAL HKBP DI JABODETABEK


 





 


“DIORI HAMU MA SIAN TONGA-TONGAMUNA ..NA DENGGAN BARITANA, ANGKA NA GOK TONDI JALA NA PANTAS MARROHA SIPABANGKITONTA TU ULAONI” (PILIHLAH ..DIANTARA KAMU YANG TERKENAL BAIK, DAN YANG PENUH ROH DAN HIKMAT, SUPAYA KAMI MENGANGKAT UNTUK TUGAS ITU) ULAON/KISAH 6, 3.


 


Kompetensi khusus yang diemban oleh Perwakilan dalam pelayanan diakonia berupa pengembangan dan pelaksanaan program yang belum terjamah oleh Huria, Resort dan Distrik seperti narkoba dan lain-lain.


Networking Perwakilan merupakan salah satu syarat dan merupakan indikator keberhasilan. Konekting dengan lembaga utama Huria, Resort, dan Distrik sebagai suatu hal yang mutlak, juga dengan lembaga pemerintahan, Lembaga Sosial Masyarakat, Organisasi Sosial Masyarakat di dalam dan di luar negeri  merupakan suatu kerja keras yang harus diperhitungkan.


Sistem Manajemen Perwakilan memberdayakan


jaringan secara efektif, Personnel Mastery di antara pengurus dan kader-kader lapangan untuk memiliki kemampuan pelayanan dan potensi diakonia yang kuat dalam melaksanakan visi dan misi bersama (Share Vision and Mission), memiliki Mental Model kejiwaan dan watak diakonia yang berdedikasi tinggi dan tidak sembarangan dalam  kerja kelompok (Team Work) dan pelayanan individu, yang juga harus meyakinkan.


Kompetisi pelayanan Diakonia mejadi perhitungan juga, baik yang datang dari lembaga agama Kristen lain maupun dari lembaga non Kristen yang sangat pesat sehingga terkesan pelayanan Diakonia HKBP cenderung bersifat istitusional kurang terlihat dibandingkan dengan kecenderungan pelayanan bersifat langsung.


Ke arah itu Perwakilan mulai dipersiapkan sejak 3 tahun berselang.





 


 


Perubahan Pengembangan Distrik VIII Jawa Kalimantan mencakup 3 Distrik Baru yaitu Distrik VIII Jawa Kalimantan, Distrik XIX Jakarta 2, dan Distrik XXIII Jakarta 3 merubah nama wilayah pelayanan Distrik VIII Jawa Kalimantan menjadi Jabodetabek.


 


 


4. MASALAH DIAKONIA PERKOTAAN


 





“JALO HAMU MA LOMBU-LOMBU HAPORSEAONI, HAINTOPAN HAMU DO MARHITE SIAN I SUMBIA API NI PARJAHAT I” ( DALAM SEGALA KEADAAN PERGUNAKANLAH PERISAI IMAN, SEBAB DENGAN PERISAI ITU KAMU AKAN DAPAT MEMADAMKAN SEMUA PANAH API DARI SI JAHAT) EFESUS 6, 16.


 


Mungkin anda sedang membaca tulisan ini,  salah seorang dari anggota keluarga yang sangat anda sayangi sedang asyik menikmati narkoba. Anda mungkin menjawab, mudah-mudahan “tidak” namun jiwa anda menjadi gentar, hati menjadi gusar. Mengapa? Karena anda jelas tahu bahwa di kelompok terdekat, apakah itu kelompok tetangga, kelompok sekolah, mahasiswa, bahkan kelompok pemuda Gereja narkoba sudah merajalela.


Pertanyaan berikutnya, sudah berapa tetangga anda, anggota Gereja anda, teman sekolah, teman mahasiswa keluarga anda yang sudah meninggal sebagai akibat narkoba?   Bila menjawab ada 3


orang dalam setahun maka di Gereja lain mungkin ada 6 atau 10.  Adakah diantara mereka yang tadinya sudah bertobat bahkan sudah jadi pelayan musik Gereja, pelayan khotbah namun kemudian begitu kembali kepada kelompoknya menikmati narkoba dosis solidaritas yang berlebihan (dosis tinggi) lalu secara keji mengakhiri ajalnya?


Korban tidak pandang bulu, dari anak-anak dan remaja, pemuda dan orang tua, keluarga miskin dan kaya, anggota jemaat dan keluarga penatua dan keluarga pendeta, keluarga karyawan dan pejabat, keluarga pegawai negeri dan pebisnis


Tidak mau mengakui bahwa anggota keluarganya termasuk pengguna dan korban narkoba. Sudah matipun masih tidak mau mengakui bahwa kematiannya akibat narkoba. Para pelawatpun tidak mau bertutur banyak bahkan beru paya untuk turut menutup -nutupi,       dan    pada    waktu         


penghiburanpun keluar kata-kata bahwa almarhum(ah) adalah orang baik selama hidupnya tanpa pernah menyebut kata “narkoba”.





5. SAY NO TO DRUGS.


KATAKAN TIDAK UNTUK NARKOBA


 


 





Lagu Say no to drugs diciptakan oleh Perwakilan sebagai hymne agar warga HKBP khususnya dan warga masyarakat umumnya tersosialisasi akan bahaya narkoba


Jenis–jenis narkoba, kualitas dan kuantitasnya semakin menakutkan. Mudah diperoleh baik melalui media seperti permen, ballpoint, juga melalui tempat hiburan, sekolahan, rumah biasa, warung kaki lima, dan tidak tanggung-tanggung bahkan di kompleks Gereja


Pemasokan narkoba ke Jabodetabek semestinya dilacak terus karena semakin banyak kepedulian memberantas namun semakin besar kejadian-kejadian setiap harinya. Bahkan ada anggapan bahwa kepedulian itu justru melindungi para pengedar dan pengguna dan hanya meninabobokkan opini masyarakat. Masyarakat mempercayakan kepada aparat keamanan untuk menertibkannya, justru semakin banyak aparat yang kepergok sebagai pengguna dan sebagai pelindung pengedar.


Bermula dari rokok biasa, ada yang tergoda, ada yang dipaksa, lalu kecanduan terhadap narkoba. Ada yang sudah bertobat bahkan sudah jadi pelayan musik Gereja, pelayan khotbah, rasa solidaritas membuat ia kangen dan bergabung kembali dengan teman lama, lalu dosis tinggipun saat itu membawanya secara keji ke alam baka.


Apakah ini sebuah generation-genocyde (pemusnahan generasi) bangsa atau suku bangsa Batak atau pemuda gereja HKBP secara terencana atau terselubung?


Akankah keindahan Gereja yang selama ini dihiasi oleh Paduan Suara NHKBP akan menghilang? Akankah ketiadaan pemimpin masa depan yang langka akan menghancurkan Gereja dan Suku kita? Siapa yang peduli?


Pelayanan terhadap penderita narkoba sangat dibutuhkan oleh jemaat HKBP tetapi lebih baik jika memiliki Panti Rehabilitasi sendiri, di tempat yang jauh dari keramaian adat dan Gereja, karena para orangtua korban narkoba  lebih suka bila penanganannya secara rahasia. Lebih baik terlambat daripada HKBP tidak berbuat. Sambil rehabilitasi (repressif) sambil issukan “say no to drugs”





6. SEMINAR DAN CERAMAH

ANTI NARKOBA

 





Pelayanan preventif melalui seminar dan ceramah narkoba & HIV Aids diselenggarakan oleh Perwakilan secara periodik, dan semakin banyak Gereja yang memohon penyelenggaraannya


 


 


“ANTONG, BINSAN SADIHARI DOPE, TAULAHON MA NA DENGGAN DI SALUHUT HALAK, ALAI GUMODANG MA TU DONGANTA SAHAPORSEAON”


(SELAMA MAIH ADA KESEMPATAN BAGI KITA, MARILAH KITA BERBUAT BAIK KEPADA SEMUA ORANG, TETAPI TERUTAMA KEPADA KAWAN-KAWAN KITA SEIMAN) GAL.6,10


 


Pencanangan anti narkoba bagi N.HKBP se Jabodetabek oleh Praeses HKBP Distrik VIII Jawa Kalimantan diselenggarakan pada tangal 23 Maret 2002 di Gereja HKBP Petojo Resort Petojo Jakarta. Pada waktu sama digelar seminar peduli anti narkoba yang diselenggarakan bersama oleh Perwakilan, Mabes Polri dan Yayasan Gepenta. Seluruh peserta bangga dengan dimulainya gerakan anti narkoba oleh sebuah Gereja besar HKBP melalui Perwakilan.


Seminar peduli anti narkoba oleh kepala BNN (Badan Narkoba Nasional) Bpk. Kombespol Togar Sianipar di HKBP Jl Jend. Sudirman, Resort Sudirman, Jakarta berlangsung dengan sambutan kl. 350 peserta dari seluruh Huria HKBP di Jabodetabek. Kehadiran Jenderal Polisi ini sangat dinantikan dalam seminar-seminar karena memiliki wawasan luas dan sebagai Kepala BNN mengetahui seluk beluk narkoba baik secara nasional maupun internasional


Seminar peduli anti narkoba juga berlangsung di HKBP Harapan Jaya  Bekasi pada tanggal 12 Februari 2002 atas undangan Pendeta Resort. Perwakilan bersama Yayasan Gepenta dan Dokter dari Rumah Sakit UKI menyelenggarakan seminar itu kepada kl. 200 pemuda diantaranya setengahnya remaja yang disinyalir bahwa di tempat itu agak rawan narkoba.


Juga oleh Punguan Ama HKBP Depok II Resort Depok yang sangat peduli anti narkoba. Selain mengundang korban narkoba yang sudah bertobat memberi kesaksian kiat sukses, mengundang penceramah dari panti rehabilitasi juga mengundang Perwakilan dalam waktu yang berbeda memberikan ceramah. Perwakilan melayani Punguan Ama HKBP Depok II pada tanggal 23 Agustus 2002 dalam rangka Parheheon Ama di Gereja tersebut. Seminar tersebut dihadiri kl. 200 orang kaum bapa, kaum ibu dan naposobulung. Di Gereja ini tercatat baru 1 orang remaja meninggal akibat narkoba dan 1 orang lain sedang dalam pengobatan.


 


“UNANG OLO HAMU LILU, NDANG OLO DEBATA LEAAN! AI IA I DISABUR HALAK, I DO GOTILONNA”


(JANGAN SESAT, ALLAH TIDAK MEMBIARKAN DIRINYA DIPERMAINKAN. KARENA APA YANG DITABUR ORANG,ITU JUGA YANG AKAN DITUAINYA) GAL. 6,7.


 


 


Perhatian masa depan Gereja


sangat tergantung pada kepedulian pimpinan suatu unit Gereja, terbukti dari kepedulian pimpinan jemaat HKBP Rawamangun mengundang Perwakilan untuk memberikan ceramah peduli anti narkoba kepada peserta kl. 150 orang pelajar sidi bertempat di Wisma BBC Puncak, Bogor tanggal 1 Juni 2002. Pada kesempatan itu Perwakilan memperoleh kesan bahwa mungkin remaja parguru malua HKBP sudah waktunya dibersihkan dari penyalah-gunaan narkoba.


Demikian juga pelajar sidi HKBP Depok II mengundang Perwakilan di Wisma Batam Cipanas pada tanggal 8 November 2002. Salah satu mata retreat mereka ialah Konsultasi Pribadi oleh Perwakilan. Tercatat, ada seorang di antara 42 peserta yang sudah menggunakan narkoba sejak SMP namun terputus sejak belajar sidi. Masalah lain ialah lebih setengahnya terutama laki-laki sudah pernah menonton blue film, dan 6 wanita lebih senang pacaran dengan pemuda non Kristen.


Untuk keduakalinya parguru malua HKBP Depok II mengundang Perwakilan dalam mata retreat yang sama setahun kemudian pada tanggal 24 Oktober 2003 di Wisma DPR Cikopo Bogor. Dari peserta sebanyak 32 orang hampir semua pernah dengar tentang narkoba, sepertiganya terutama pria pernah melihat barangnya, belum ada yang pernah mencoba,  setengahnya pernah menonton blue film. Selain Seminar/ceramah sudah waktunya ada mata pelajaran Anti Narkoba  untuk Pelajar Sidi di seluruh HKBP,  sangat perlu sangat penting diselenggarakan.





 


7. BUKU NARKOBA VERSI PERWAKILAN

 





Perwakilan tidak mau diam melihat permasalahan narkoba di tengah jemaat HKBP. Sosialisasi kepedulian anti narkoba ditempuh dengan cara lain yaitu dengan mencetak buku anti narkoba dengan versi Perwakilan. Telah dibagikan ke seluruh Gereja HKBP di Jabodetabek sebanyak 2.000 exemplar tanpa harus membayar mahal, cukup mengganti uang cetak seadanya untuk digunakan tambahan biaya  pencetakan ulang.


 


“MARTUA MA NA POGOS TONDI, AI


 


 DI  NASIDA DO HARAJAON BANUA


 


GINJANGI” (BERBAHAGIALAH ORANG YANG MISKIN DI HADAPAN ALLAH, KARENA MEREKALAH YANG EMPUNYA KERAJAAN ALLAH) MAT. 5,3.


 


Selanjutnya buku tersebut akan dicetak kembali dengan tambahan topik tentang kepedulian HKBP terhadap HIV Aids karena penyakit inipun sudah mulai mengkuatirkan anggota jemaat HKBP.


Buku tersebut sederhana, berisikan jenis-jenis narkoba, tanda-tanda seseorang sudah menjadi pengguna narkoba, pencegahan secara medis, psikologis, hukum, doa dan konseling.


Cocok dipakai oleh pelajar sidi, kader-kader konselor, dan mestinya dimiliki oleh orang tua sebagai bahan untuk mengamati perkembangan anak dan anggota keluarga lainnya dalam hal pengawasan narkoba. Apabila saran Perwakilan agar seluruh Gereja HKBP memberikan materi peduli anti narkoba kepada setiap paket pelajar sidi maka buku ini dapat dipergunakan.


Demikian juga apabila Huria atau Resort HKBP di Jabodetabek akan menyelenggarakan work shop pengkaderan konselor narkoba sebagai tindaklanjut seminar-seminar yang diselenggarakan oleh Perwakilan maka buku narkoba Perwakilan ini sangat baik digunakan sebagai salah satu bahan.


Orang tua yang memiliki anak remaja (abg) dan pemuda, mahasiswa atau anggota keluarga lain sangat menakutkan mereka tergoda menjadi pengguna atau pengedar narkoba, buku narkoba ini perlu digunakan.





 


9. MEMBANGUN PUSAT DIAKONIA “BUKIT JONGGOL”


 





Pelayanan terhadap penderita narkoba sangat dibutuhkan oleh jemaat HKBP tetapi lebih baik jika memiliki Panti Rehabilitasi sendiri. Pengadaan dan Pembangunannya agar segera dilakukan atau sebelumnya dapat menyewa di sekitar wilayah Jabodetabek, menunggu pembangunannya selesai dan dapat dipergunakan. Demikian bunyi kesimpulan  sebuah sarasehan yang dilakukan oleh tokoh dan simpatisan HKBP menutup akhir tahun 2002.


 


“JALA BATU NAHUPAJONGJONGON BAHEN PARTINANDAAN, IMA GABE BAGAS NI DEBATA, JALA SUDE NANILEHONMU TU AHU PARSAMPULUON KU MA I TU HO”


(BATU YANG KUDIRIKAN SEBAGAI TUGUINI AKAN MENJADI RUMAH ALLAH. DARI SEGALA SESUATU YANG ENGKAU BERIKAN AKAN SELALU KUPERSEMBAHKAN SEPERSEPULUH KEPADAMU) 1 MUSA/KEJ. 28,22.


 


Perwakilan telah membeli seluas tanah di wilayah Jonggol seluas kl. 9.000 meter persegi dengan status sertifikat akte jual beli di sekitar bukit indah luas sepanjang mata memandang pada lokasi pinggir jalan Cileungsi-Bandung lewat Kota Bunga.


Rencana penggunaan Bukit Jonggol sebagai Pusat Diakonia HKBP (Deakon Center)  memuat: Panti Rehabilitasi Narkoba dan HIV AIDS, Panti Jompo, Pusat Diklat Keterampilan Remaja dan Pemuda, Pusat Perpustakaan, Pusat Retreat dan Wisata Rohani.


Pengembangan Pusat Diakonia di Bukit Jonggol baru sebatas pengadaan tanah, belum dilanjutkan dengan pembangunan fisik dan rencana pelayanan mengingat jalan besar melewati lokasi tanah tersebut masih belum tuntas benar, terlalu berbatu-batu, dan jalan pada ujung  mendekati Kota Bunga Cipanas belum tembus atau masih tergolong kategori jalan rusak berat.


Bukit Jonggol sebuah proyek besar, namun proyek sebesar apapun bila ditangani bersama sahabat diakonia tidak akan menjadi problema yang perlu dipusingkan. Kita patut mengucapkan puji syukur dengan sebuah keyakinan bahwa Bukit Jonggol akan dapat terealisasikan menjadi pusat diakonia HKBP.





 


 


10. KEMISKINAN DAN KESEHATAN

JEMAAT GEREJA DI PINGGIR KOTA


 





Kemiskinan dan kesehatan di Gereja HKBP pinggiran Jabodetabek sangat memprihatinkan. Gereja HKBP sebagai Gereja diakonal tidak memiliki jalur pelayanan menanggulangi kemiskinan dan kesehatan kepada warga jemaat dan warga masyarakat di sekelilingnya. Masih ada warga masyarakat yang tidak harus makan sekali saja dalam sehari. Masih ada warga jemaat wanita yang sehari-harinya hanya pakai daster, menyuci pakaian orang lain untuk sekedar dapat upah harian. Masih ada keluarga yang membiarkan saja apabila keluarga mengalami sakit.


Solusi Perwakilan ialah dengan melakukan pengobatan Cuma-Cuma/gratis di Gereja-Gereja di pinggir kota Jakarta sekali dalam 2 bulan. Dengan biaya kl Rp 3.000.000,- setiap pelayanan dapat melayani 200 sd. 300 warga baik jemaat HKBP maupun masyarakat non kristiani.


Pembagian jatah dilakukan pengurus Gereja setempat dengan menetapkan berapa untuk jemaat dan berapa untuk warga masyarakat. Untuk membagi


kartu jatah bagi warga masyarakat biasanya diserahkan kepada Ketua RT/RW, sekaligus jatah pembagian mie instan bantuan PT Idofood Makmur Tbk dan sembako lainnya bila ada.


Saran yang kami terima ialah bahwa pelayanan Pengobatan Cuma-Cuma dari sekali dalam 2 bulan perlu ditambah menjadi 2 atau 3 kali sebulan. Saran lainnya agar setiap pelayanan harus ditindaklanjuti dengan pembentukan Klinik pengobatan yang dibuka oleh gereja itu dalam seminggu sekali.


Sebenarnya kelanjutan pengobatan dapat dilakukan secara swadaya oleh Gereja HKBP setempat dengan membuka poliklinik setiap bulan atau mungkin setiap minggu dengan memberdayakan/ memohon kesediaan dokter dan paramedis dari anggota Gereja setempat dan obat yang digunakan diperoleh dari upaya dewan/seksi diakonia yang semakin membaik di Gereja tersebut. Hal lain seperlunya dapat dikonsultasikan kepada Perwakilan.


 





11. MELAYANI JEMAAT BERBEBAN BERAT DAN OKULTISME


 


 





Diketemukan bahwa warga jemaat dan warga masyarakat yang hadir dalam pengobatan Cuma-Cuma tidak hanya sakit fisik, tetapi juga berbeban berat  (sakit psikis). Sehingga Perwakilan mengerahkan  4 sd. 6 orang tenaga konselor setiap pelayanan.


 


 


 


 


“ANGKA NA SINAHITAN NI TONDI NA HODAR GABE MALUM”


(..JUGA MEREKA YANG DIRASUK OLEH ROH-ROH JAHAT BEROLEH KESEMBUHAN) LUK. 6,18


 


 


 


Yang mau dilayani bukan hanya warga jemaat tapi juga warga masyarakat non kristiani. Mereka didaftar, menyebut nama dan diupayakan dapat mengutarakan segala beban berat yang ada dalam pikirannya. Semakin banyak pasien mengeluarkan uneg-unegnya, semakin cepat konselor mengerti permasalahannya, lalu konselor mengkaitkan Firman Tuhan tentang itu, lalu mendoakannya. Bagi non Kristiani tidak perlu mengkaitkan dengan Firman Tuhan itu tertulis di mana, tidak perlu mendoakannya, Cuma dinasehati.


Kita membutuhkan konselor-konselor atau katakanlah Tim Doa yang  dikaderkan di setiap Gereja, tanpa harus menggunakan cara-cara dari Gereja-Gereja lain, cukup dengan cara di atas para konselor Gereja dapat menggugah para korban mengeluarkan isi hatinya, cukup sebagai modal awal untuk menangani para korban narkoba dan mereka yang berbeban berat. Dan pengkaderan ini dapat dilakukan secara swadaya oleh Gereja. Sedang teknik pendidikan dan pelatihannya dapat bekerja sama dengan Perwakilan.


Justru disini letak keberhasilan Perwakilan dalam melaksanakan pengobatan Cuma-Cuma .





12. PELAYANAN SOSIAL, PENDIDIKAN DAN KEMASYARAKATAN


 





Meningkatnya usia lanjut


Keinginan membahagia kan orangtua. Keinginan agar orang tua lebih sehat dan panjang umur. Keinginan agar orang tua sibuk menggunakan waktu di bidang keterampilan, bidang agama dan kebersamaan dengan sesama jompo. Keinginan agar orang tua tidak menjadi batu sandungan dengan seisi rumah tangga. Tempatnya di Panti asuhan kelas baik. Dikunjungi sekali 2 atau 1 minggu berakhir. Mereka akan berkata: “Aku ingin hidup 1000 tahun lagi”


 


Kurangnya keterampilan pemuda Gereja untuk bekerja


Kurang terampil, berori entasi pada ijazah, sulit diterima bekerja di perusahaan local, nasional dan internasi onal dan berwawasan local, untuk itu perlu balai diklat keterampilan.


 


Kurangnya minat berbahasa Inggeris bagi anak-anak HKBP


Berbahasa internasional harus dimulai sejak dini usia. Setiap Gereja hendaknya membentuk PADU (Pendidikan Anak Dini Usia) semacam Play Group. Kegiatannya cukup bermain, bernyanyi untuk mengembangkan saraf otak kecil kiri dan kanan, mengembangkan saraf emosional dan intelegensia. Selain bernyanyi lagu gereja anak-anak dalam bahasa ibu juga dalam bahasa Inggeris


 


Kurangnya perpustakaan HKBP


Minat baca warga demikian rendah. Akibat dari media yang lebih mudah dicerna seperti TV. Fasilitas perpustakaan yang tepat tempat kurang tersedia. Kurang kesadaran akan pentingnya Perpustakaan khususnya Perpustakaan Umum Gereja HKBP


 


Kurangnya fasilitas retreat HKBP


Selama ini 2 kelompok dari 136 Gereja HKBP setiap tahunnya memanfaatkan tempat retreat di puncak di hotel dan villa. Tidak bernuansa dan membawa nama HKBP, mengapa HKBP tidak memiliki sendiri Retreat Center?


 


Kurangnya tempat wisata rohani HKBP


Sambil retreat sambil berwisata rohani menikmati alam segar Jonggol, sambil baca-baca buku, sambil penyegaran iman. Bukit Jonggol tepat untuk itu.





13. PENTINGNYA SOSIALISASI PERWAKILAN

 





Kurangnya informasi terhadap lahirnya Perwakilan, kurangnya informasi pelayanan diakonia umum HKBP, banyak program solusi Perwakilan yang sangat dibutuhkan belum dapat dilaksanakan, terlalu


 


“AI NA MALE DO AHU, NDANG DILEHON HAMU AHU MANGAN; NA MAUAS DO AHU NDANG DILEHON HAMU AHU MINUM. NABURO DO AHU, NDANG DIJANGKON HAMU AHU; NAMARSANGKOT BULUNG DO AHU, NDANG DIPARULOSI HAMU AHU; NAMARSAHIT DO AHU,NA TARHURUNG DO AHU, NDANG DIDULO HAMU AHU”


(SEBAB KETIKA AKU LAPAR, KAMU TIDAK MEMBERI AKU MAKAN; KETIKA AKU HAUS, KAMU TIDAK MEMBERI AKU MINUM; KETIKA AKU SEORANG ASING, KAMU TIDAK MEMBERI AKU TUMPANGAN; KETIKA AKU TELANJANG, KAMU TIDAK MEMBERI AKU PAKAIAN; KETIKA AKU SAKIT DAN DALAM PENJARA, KAMU TIDAK MELAWAT AKU) MAT. 26,42-43


 


takut akan duplikasi tugas Perwakilan dengan Dewan/Seksi Diakoni di Huria, Ressort dan Distrik maka visi misi Perwakilan kurang menjemaat  semuanya ini memerlukan sosialisasi program. Sosialisasi dilakukan melalui kegiatan Pendeta Perwakilan Diakonia Pdt A. Limban Tobing sambil berkhotbah di gereja-gereja di Distrik Jakarta 1, 2 dsan 3 sambil mensosialisaikan program Perwakilan. Selain melainkan khotbah juga membagikan brosur pelayanan Perwakilan. Kurang lebih 30 Gereja HKBP sudah mendapatkan sosialisasi dimaksud.


Selalu dianjurkan agar setiap Gereja bahkan setiap pribadi jemaat menumbuhkembangkan jiwa Diakonia sebagai benih yang ditanam dan akan dituai pada waktunya, sebuah prinsip rohani jemaat HKBP sejak awalnya hingga sekarang sehingga menjadi Jemaat yang penuh dengan berkat. Tanpa pelayanan diakonia pribadi maka kehidupan rohani dan phisik jemaat dan lembaga  HKBP tidak memperoleh berkat seperti apa yang telah diterima HKBP sekarang ini.   Dianjurkan juga agar setiap Gereja menumbuhkembangkan aneka ragam pelayanan Diakonia Huria, Resort dan Distrik.


Pertemuan sahabat diakonia se Jabodetabek dilaksanakan oleh Perwakilan di Gereja HKBP di pusat kota seperti di HKBP Jl. Jend suprapto, HKBP Jl. Jend. Sudirman, HKBP Petojo





14. SUMBER DANA DIAKONIA dan


MITRA PENDUKUNG DIAKONIA

 





Persembahan Sahabat Diakonia dilakukan melalui Rekening Bank Mandiri. Kegiatan Perwakilan boleh terlaksana oleh persembahan tersebut. Juga persembahan pada pertemuan rutin pengurus setiap hari Senin dan Kemis juga menambah mencukupi pelayanan, dan  pola ini lah yang berjalan selama ini.


 


“SALUHUTNA DO TARPATUPA AHU MARHITE-HITE IBANA, NAMARGOGOIHON AHU”


(SEGALA PERKARA DAPAT KUTANGGUNG DI DALAM DIA YANG MEMBERI KEKUATAN KEPADAKU) FIL. 4,13


Sebenarnya masih bisa dikembangkan pola yang dianut oleh Pelayanan Diakonia yang dilakukan oleh negara-negara lain seperti melalui Persembahan Dana Abadi Pribadi (PDAP) dimana dana awal dari pribadi atau keluarga disimpan di bank tetap menjadi miliknya namun bunganya disumbangkan ke pada diakonia setiap bulan atau setiap periode tertentu,  yang disepakati.


          Perwakilan bekerja sama dengan Jakarta International Christian Fellowship (JICF), namun karena sesuatu hal kerja sama ini tidak berlangsung lama. Selama kerja sama itu pihak JICF bersedia membiayai obat sebesar kl. Rp 4.000.000,- untuk keperluan 200 sd. 400 orang dalam setiap pengobatan Cuma-Cuma.


Kerja sama dengan Gepenta (Gerakan Peduli Anti Narkoba dan Tawuran) juga tidak berlangsung lama karena kesibukan  politik para pengurusnya.


Kepedulian PT Indofood Makmur, Tbk hingga sekarang mendukung program Perwakilan pada setiap pelayanan pengobatan Cuma-Cuma dengan memberikan mie instan untuk sertamerta dibagikan dengan obat.


Sesama Perwakilan di Jabodetabek yang dibentuk oleh Ephorus HKBP yaitu Perwakilan Pekabaran Injil bekerja sama dalam melayani pengobatan Cuma-Cuma pada Paskah Raya HKBP dan kerjasama pelayanan pengo batan Cuma-Cuma yang dilaku kan oleh kedua Perwakilan.


Perwakilan percaya diri melaksanakan pelayanan di Jabodetabek mengingat potensi yang ada berupa tenaga pemikir, tenaga dokter, paramedis sukarelawan, donator jemaat dan simpatisan HKBP, yang masih aktif bekerja atau sudah pensiun demikian banyak.





15. PERSEMBAHAN DANA ABADI PRIBADI/PERUSAHAAN (DAPRI/DAUS)


 





Meminjamkan sesuatu kepada Tuhan akan dikembalikan berlipat ganda, itu sesuai dengan janji dalam Firman Tuhan Yesus. Itulah yang mendasari Persembahan Dana Abadi Pribadi (DAPRI)  dan Dana Abadi Perusahaan (DAUS). Caranya ialah dengan menabungkan dana pribadi (perseorangan) atau dana perusahaan (lembaga/ organisasi) dalam suatu bank dimana bunganya setiap bulan atau setiap periode tertentu langsung ditransfer kepada rekening Diakonia, sedang dana awal tetap menjadi milik pemilik awal, sewaktu-waktu atau sesuai dengan perjanjian bisa ditarik kembali dengan jumlah yang sama sebesar dana awalnya.


Kemauan berbuat seperti itu hanyalah dengan suatu keyakinan akan Firman Tuhan yang sudah berakar dalam diri seseorang. Persembahan seperti ini tidak melihat dari besar kecilnya DAPRI dan DAUS namun keikhlasan berbuat yang terbaik di hadapan Tuhan.  Diawali dengan kemauan seperti itu kemudian dihubungkan dengan pengurus Perwakilan untuk mengklarifikasi nomor rekening, lamanya dana tersimpan dalam bank, jumlah dana, dan perjanjian-perjanjian lainnya.


 


 


Kami tawarkan bentuk persembahan:


DAPRI (DANA ABADI PRIBADI)


DAUS (DANA ABADI PERUSAHAAN)


DANA AWAL DI BANK TETAP MILIK PRIBADI ATAU PERUSAHAAN, BUNGANYALAH YANG DIPERSEMBAHKAN UNTUK PELAYANAN DIAKONIA SELAMA BATAS WAKTU YANG DISEPAKATI


 


Konon, ada Gereja-Gereja besar sudah melakukan hal seperti ini sehingga seluruh keperluan Gerejanya boleh terpenuhi secara keseluruhan tanpa dukungan aneka ragam persembahan rutin. Cukup ditambah dengan persembahan ucapan syukur dan persepuluhan hanya dengan janji iman kepada Tuhan. Betapa bahagianya apabila HKBP sudah sampai kepada cara seperti itu minimal dalam hal mencukupi pelayanan diakonianya.





16. PELAYANAN DIAKONIA UNTUK


NON KRISTIANI


 





Pelayanan pengobatan Cuma-Cuma yang diberikan oleh Diakonia bersamaan pelayanan kepada jemaat HKBP juga kepada sesama manusia ciptaan Tuhan walaupun dibedakan oleh agama ternyata membuahkan sesuatu yang indah dalam kerukunan umat beragama terutama dalam hal keberadaan gereja di lingkungan masyarakat majemuk, dapat menembus kebersamaan dengan penganut agama lain dalam mengamankan Gereja.


 


..aku tidak dapat dengan pikiran atau kekuatanku sendiri mempercayai Yesus Kristus Tuhanku atau datang kepadaNya, tetapi Roh Kudus telah memanggil aku…


 


Hal ini menjadi tujuan antara.  Pelayanan seperti ini bukan bertujuan semata untuk itu, lebih  ditekankan bahwa kita adalah sama-sama ciptaan Tuhan. We are the world.


Kebersamaan dengan umat beragama lain menjadi suatu kebutuhan diakonia tanpa terkandung suatu maksud mengkristenkan.


Masalah seseorang menjadi pengikut Kristus bukanlah karena kemauan dan kuasa manusia atau karena pintar-pintar suatu lembaga. Yang benar menurut keyakinan kita ialah bahwa seseorang itu percaya kepada Kristus hanya karena kuasa Roh Kudus (baca arti/maksud dari Iman Rasuli bagian III: ..aku tidak dapat dengan pikiran atau kekuatanku sendiri mempercayai Yesus Kristus Tuhanku atau datang kepadaNya, tetapi Roh Kudus telah memanggil aku……).


Banyak kehadiran gereja di tengah masyarakat majemuk itu tidak disenangi karena kecemburuan social, dari segi berbusana, kehidupan keseharian, kehidupan segolongan, kehidupan berkelompok, kehidupan beribadah dari anggota gereja itu sendiri yang tidak dapat diterima oleh masyarakat, menjadikan Gereja sebagai tempat pelampiasan kecemburuan itu, selain ketakutan karena ucapan yang sifatnya sangat provokatif “ mengkristenkan”. 





 





17. PELAYANAN KANTOR




 


 


         


 


 


 


                  





        Semenjak diterbitkan SK Perwakilan oleh Ephorus HKBP dan pengurusnya dilantik oleh Sekretaris HKBP, kantor pertama Perwakilan berada di Gereja HKBP Rawa Mangun. Selama kurang lebih 2 (dua) bulan setiap hari Senin pukul 15.00 sd. 19.00 dilayani oleh pengurus dan majelis HKBP Rawamangun yang sangat baik  mengadakan persiapan-persiapan dan menetapkan program-program aplikatif Perwakilan.


        Untuk mewujudkan program-program yang tersusun diantaranya mengadakan pelayanan konsultasi pribadi dan pengobatan bagi korban narkoba dan berbeban berat sehingga dengan kerelaan seorang anggota jemaat HKBP Petojo/ Pasar Rebo menyediakan satu lantai di lantai 3 dari kantornya di Jalan Sutan Iskandar Muda nomor 21 Pondok Indah Jakarta Selatan, untuk pelayanan Perwakilan, baik pelayanan administratif, pelayanan konsultasi dan pengobatan pribadi dan rapat rutin setiap hari Senin dan Kamis.


        Kantor II beralih pindah ke Jl Nipah no 12 persis di belakang Kantor Walikota Jakarta Selatan terbaru di Prapanca Blok P Jakarta Selatan di rumah kantor Keluarga salah seorang Jemaat yang sangat peduli dan cinta akan diakonia anggota jemaat HKBP Hang Lekiu Jakarta Selatan.


          Besar berkat Tuhan bagi HKBP Rawamangun, Anggota Jemaat pemilik Kantor I dan II di Jl. Sutan Iskandar Muda dan di Jl Nipah, Tuhan berkatMu besar Kau limpahkan kepada mereka. Itu benar-benar menjadi kenyataan.     


Kemana kantor kemudian, apabila program besar diakonia sudah semakin besar melayani kegiatannya sesuai dengan bidang masing-masing? Anda juga anak Tuhan seperti mereka.


 


“NABURO DO AHU, NDANG DIJANGKON HAMU AHU; ”


(KETIKA AKU SEORANG ASING, KAMU TIDAK MEMBERI AKU TUMPANGAN ?)


 


Siapa takut? Tuhan menyediakan semuanya itu demi kemuliaan NamaNya.





18. PENGOBATAN CUMA-CUMA, PEMBERIAN SEMBAKO DAN


KONSULTASI PRIBADI





 


       





Warga jemaat dan warga masyarakat menjadi korban narkoba tidak lepas dari faktor lain sebagai penyebabnya antara lain kemiskinan, kesehatan yang tidak menjamin, dan pendidikan yang tidak memadai. Perwakilan tidak tinggal diam dalam hal ini, lalu menyusun program pelayanan pengobatan Cuma-Cuma kepada warga jemaat dan warga jemaat di bilangan kawasan tidak mampu yang berlangsung sekali dalam dua bulan, dan apabila mendesak dilaksanakan sekali dalam sebulan.


 


 


“AI TONGTONG DO ADONG NA POGOS DI TONGA-TONGAMUNA” (KARENA ORANG-ORANG MISKIN SELALU ADA PADA KAMU..) YOH. 12,8.


 


Satu paket dengan pengobatan Cuma-Cuma diberikan juga beberapa jenis sembako antara lain pemberian mie instan sumbangan dari PT Indofood Makmur Tbk, beras, gula dan minyak goreng serta pakaian bekas layak pakai sumbangan dari anggota jemaat yang peduli diakonia. Satu paket dengan ini ialah pelayanan doa dan konsultasi pribadi tidak hanya kepada anggota jemaat, justru warga masyarakat lain juga membutuhkannya, sudah tentu dengan metode yang berbeda, tanpa menyinggung soal keimanan. Dari pelayanan doa dn konsultasi pribadi inilah terjaring warga jemaan dan warga masyarakat yang sudah menjadi korban norkoba atau memiliki beban berat baik psikis maupun pisik, kemudian ditindaklanjuti oleh Perwakilan.


Pengobatan Cuma-Cuma dilayani oleh para dokter dan para medis sukarela dari perusahaan swasta dan rumah sakit terdekat juga oleh dokter dan paramedis dari gereja setempat.


Obat-obat seharga kurang lebih 2 juta hingga 3 jutaan rupiah juga dikumpulkan dari sahabat-sahabat diakonia  yang sangat peduli dengan mengirimkan persembahannya melalui rekening Perwakilan.


Rasanya tidak pernah kekurangan dan tidak berkelebihan berkat Tuhan untuk pelayanan Perwakila





19.KERJA SAMA DIAKONIA HKBP KALIDERES DAN PERWAKILAN





 


 


“ROHA NA HILAS MANUMPAK HAHISARON”


(HATI YANG GEMBIRA ADALAH OBAT YANG MANJUR) AMSAL 17,22


 


 


Pelayanan “Perdana” Perwakilan dimulai dari HKBP Kalideres Resort Cengkareng dengan pelayanan Pengobatan Cuma-cuma. Rombongan Perwakilan terdiri dari Pengurus, Tim Dokter dan Paramedis lengkap dengan peralatan, obat-obatan dan mie instan, tiba pagi-pagi mempersiapkan segala sesuatunya sehingga tepat jam 9.00 kegiatan sudah dimulai. Pendeta Hutauruk sebagai Pendeta Resort memulai dengan kebaktian diikuti oleh seluruh jemaat yang sudah hadir, Pengurus Dewan Diakonia Huria, Penatua serta rombongan Perwakilan.


Ibadah berlangsung kurang lebih 30 menit dilanjutkan dengan pendaftaran pasien yang sakit fisik juga yang mengalami


 


 


 


 


beban berat, seterusnya berlanjut dengan pengobatan oleh dokter dan konsultasi pribadi & doa oleh tim konselor Perwakilan.


 


 


“TUDOSHON SITUAK NI LOBA DO PANGHATAION HALAMBOKON” (PERKATAAN YANG MENYENANGKAN ADALAH SEPERTI SARANG MADU) Amsal 16, 24


 


 


 


 


Hingga tengah hari pasien yang hadir baru dari jemaat HKBP Kalideres sendiri, satu dua orang dari warga masyarakat yang juga diundang oleh pengurus Dewan Diakonia Huria melalui Ketua RT/RW setempat. Rombongan warga masyarakat yang pada umumnya non kristiani baru berdatangan setelah duta mereka yang sudah lebih dulu terlayani pulang ke rumah sambil menenteng mie instan sambil membawa berita pelayanan di aula Gereja.


 


 


 


“LEHON MA DI HAMI SADARION HANGOLUAN SIAPARI”


 (BERIKANLAH KAMI PADA HARI INI MAKANAN KAMI SECUKUPNYA) MAT. 6, 11


 


 


Pelayananpun baru dapat diakhiri pada pukul 15.00. Jumlah pasien terlayani sebanyak 187 orang kebanyakan sakit batuk dan


pilek, gatal dan gangguan pernafasan, dan yang mengikuti konsultasi pribadi sebanyak  14 orang kebanyakan bermasalah dengan suami karena ekonomi, judi dan akibat kecurigaan lainnya.


Di tengah hari pelayanan disuguhkan Gereja melalui Dewan Diakoni Sosial setempat makan siang bagi tim Perwakilan makan bersama dengan tuan rumah. Yang tak terduga oleh tim Perwakilan ialah suguhan namargoar sehingga sesama tim Perwakilan berbisik, ini bukan lagi ulaon asi ni roha justru sudah menjadi pesta menjamu tamu. Namun semuanya itu kita syukuri sebagai awal dari pelayanan selanjutnya bagi Perwakilan. 


 


 


 


 


“JALA TOROP DO SIBOLIS DIPABALI NASIDA,


LAN NAHANSITAN DIMIAKI GABE MALUM DIBAHEN”


(..DAN MEREKA MENGUSIR BANYAK SETAN, DAN MENGOLES BANYAK ORANG DAN MENYEMBUHKAN MEREKA) MARK. 6,13


 


 


 


 


 


Pada acara penutupan tercetus kerinduan dari pengurus Dewan Diakoni Sosial HKBP Kalideres untuk mengorganiser pelayanan Poliklinik Gereja. Pengalaman pertama Perwakilan di Kalideres ini menjadi pola pelayanan Perwakilan dalam pelayanan pengobatan Cuma-Cuma selanjutnya.





 


 


 


20. HKBP Salembaran Resort Cengkareng


Membutuhkan Pompa dan Jaringan Air





 


Pelayanan di HKBP Salembaran sangat menggugah Tim Perwakilan, karena warga jemaat di Huria ini terkesan miskin digambarkan oleh lingkungan yang demikian kumuh, pakaian kaum Ibu dan anak-anaknya dan juga pekerjaan suami dan isteri sehari-harinya. Kaum ibu yang cukup memakai daster membawa anak-anaknya yang kulitnya gatal-gatal, pilek, batuk. Pada umumnya kaum ibu bekerja sebagai tukang cuci pakaian dan kaum bapak bekerja sebagai pengojek. Untunglah HKBP menempatkan seorang Pendeta wanita yang sangat berjiwa pelayanan dan social di tempat ini sehingga kehidupan hari-hari mereka senantiasa dalam Tuhan.


 


ADA WARGA GEREJA KITA MAU MENYUMBANG POMPA, TAPI SUDAH ADA DALAM KONSEP PEMDA SETEMPAT”


 


 


 


 


“KAUM IBU MENCUCI PAKAIAN, KAUM BAPA TUKANG OJEK, BANYAK ANAK TIDAK SEKOLAH, LINGKUNGAN KUMUH”


Gereja yang terletak di belakang Bandara Sukarno Hatta ini dekat dengan sebuah proyek pantai jaman orba yang terbengkalai sehingga dikala kemarau tanahnya berabu dan dikala hujan tanahnya sangat becek.


Kerinduan mereka apabila Perwakilan dapat mensponsori pengadaan pompa air bersih. Kerinduan itupun kemudian sudah disampaikan kepada tokoh HKBP yang berkecimpUng dalam pemerintahan dan bergerak di bidang pengairan. Tetapi kemudian diketahu bahwa dalam waktu tidak terlalu lama wilayah tersebut sudah dalam program Pemda DKI Jakarta akan membangun jaringan pipa air hingga wilayah Salembaran. Kita tunggulah kapan hal itu menjadi kenyaatan.


 


 


 





21. HKBP Semper Dikunjungi Tim Jakarta International Christian Fellowship





 


Pelayanan Pengobatan Cuma-Cuma di HKBP Semper ditinjau oleh Tim JICF (Jakarta International Christian Fellowship) sekaligus memantau penggunaan dana bantuan dari lembaga ini yang diperoleh dari mereka untuk keperluan pengobatan Cuma-Cuma. Tim ini sangat kagum dan tanpa dikomando turut melayani membantu membagi obat. Tim percaya dan perlu dilanjutkan terus.


 


“TERNYATA KUNJUNGAN TIM KALAH DENGAN SEPATAH KATA SEORANG MEMBER”


 


Biaya sebesar Rp 4.000.000 untuk setiap pelayanan pengobatan Cuma-Cuma logis untuk pelayanan ini. Inilah bulan kedua JIFC membantu Perwakilan dan yang terakhir menerima bantuan dana tersebut karena bulan berikunya sudah tidak


boleh. Hal ini terjadi dalam suatu sidang JICF karena menurut salah seorang anggotanya yang adalah mantan anggota HKBP


 


mengatakan bahwa HKBP itu sudah terlalu besar, di tidak perlu dibantu, dan pernyataan itupun langsung ditanggapi dan menyetop bantuan tersebut tanpa penelitian lebih dahulu penggunaannya. Walaupun dibantah oleh tim JICF yang sudah melihat langsung pelayanan, kenyataannya hingga sekarang bantuan itu tak ada lagi. Semoga Tuhan mengampuninya. 


Kembali pada laporan pengobatan Cuma-Cuma di HKBP Semper demikian terlaksana rapi, dikunjungi 136 pasien terdiri dari 83 orang warga jemaat dan selebihnya  masyarakat non kristiani Sebagai Gereja yang terletak dekat dengan laut maka penyakit yang paling banyak ialah gatal-gatal dan gangguan pernafasan.


 


 


“SELALU ADA SAJA UANG SECUKUPNYA PADA KAS BENDAHARA, TIDAK KURANG dan TIDAK LEBIH”


 


 


 


 





22. HKBP Cimanggis Resort Bogor Menanti Pembangunan Gereja





                  


Acara seremonial pengobatan Cuma-Cuma di HKBP Cimanggis dibuka oleh Dandim setempat sekaligus mengharapkan agar pelayanan pengobatan Cuma-Cuma bisa berlanjut di daerah industri Jl. Raya Bogor ini. Sebagai kawasan industri tentu banyak penyalkit yang diakibatkan polusi udara, persaingan antar karyawan dan pengaturan jam kerja yang bermuara pada masalah dan penyakit rohani serta fisik.


 


 


“DINDING GEREJANYA ADALAH TEMBOK PAGAR, TRIPIDANYA SANGAT FASILITATIF”


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


Acara pengobatan diselenggarakan di dalam Gereja, yang kelihatannya sudah jadi pada hal dindingnya adalah pagar pabrik dan kantor yang mengapit Gereja. Hanya


 


membangun atap, altar dan bangku panjang, jadilah itu dikatakan sebagai Gereja.


 


Mereka sangat rindu menggunakan Gereja yang permanen terbukti dengan adanya maket yang indah dalam Gereja sebagai gambaran masa depan Gereja di tempat itu, indah sekali.


 


Hal inipun turut didoakan pada saat penutupan dan evaluasi pelaksanaan pelayanan hari itu. Pasien yang dapat dilayani hari itu kl 150 orang warga jemaat dan 55 orang lagi warga masyarakat setempat yang pada umumnya berpenyakit tenggorokan, pernafasan dan. Yang mengikuti konsultasi pribadi sebayak 25 orang kebanyakan istri dari supir angkutan bis kota dan angkot.


 


 


 


 


 


 





23. Kebersamaan HKBP Bojong Gede Sawangan Bersama Masyarakat


Eks-Pedagang Babi


 


 





Tahun 60-an ada dua tempat terkenal bagi orang Batak untuk mencari daging babi yaitu daerah Kapuk yang dikelola oleh kaum Tionghwa dan daerah Bojong Gede Sawangan yang dikelola oleh warga masyarakat setempat baik Kristen maupun non kristen. Namun jaman sekarang hal itu sudah tinggal sejarah, banyak perubahan.


 


“EX PEDAGANG BABI JAMAN TAHUN 60-AN, TETAP SAJA BEGITU-BEGITU, BUTUH BANTUAN PENGOBATAN DAN SEMBAKO DAN PAKAIAN BEKAS LAYAK PAKAI”


 


Dekat dengan lokasi ini berdiri sebuah Gereja HKBPdi kawasan perumahan Sawangan Permai. Dengan menggabungkan dua buah rumah BTN cukup untuk mendirikan sebuah Gereja.


Pelayanan pengobatan Cuma-Cuma di tempat ini lebih


semarak karena dukungan kehadiran 20 orang Kaum Ibu HKBP Depok II mempersembahkan lagu pujian dan membawa pakaian bekas layak pakai demikian banyak, rupanya pakaian yang disimpan selama 20 tahun di Depok baru dikeluarkan pada kesempatan ini, sehingga pasien membawa hampir 2-3 stell pakaian bagus-bagus selain obat dan mie instan dengan sukacita besar.


Pasien dari jemaat sebanyak 96 orang dan warga masyarakat non Kristen sebanyak 85 orang kebanyakan mengidap penyakit kurang gizi, batuk, pilek dan gatal-gatal.


Pendeta diperbantukan Simanjuntak dan Pendeta Resort ….Sitohang pada evaluasi akhir menilai acara ini sangat baik dan meminta agar jaringan diakonia dalam pelayanannya di Jabodetabek tidak terputus, mudah-mudahan dapat berlanjut dengan baik dan lancar.





 


 


 


 


24. HKBP Rawa Lumbu Resort Rawa Lumbu Butuh Klinik


 





HKBP Rawa lumbu termasuk Gereja besar di pinggir kota. Sudah memiliki lahan Gereja seluar 2000 meter persegi masih ditambah lagi dengan 3000 meter persegi di sampingnya. Layak diperhitungkan untuk menjadi pusat pelayanan HKBP diwaktu mendatang. Di sebelahnya ada kawasan industri dan karyawan pabrik di kawasan itu menjadi sasaran pelayanan Perwakilan di Rawa Lumbu ini.


 


“LAHAN GEREJA HAMPIR 5OOO METER PERSEGI, BISA JADI PUSAT HKBP DI BAGIAN TIMUR JAKARTA, POLIKLINIK SAJA, MUDAH”


 


Dihadiri oleh 180 pasien warga jemaat dan 57 dari warga masyarakat non Kristen pada umumnya berpenyakit gangguan pernafasan, batuk, pilek, gatal-gatal dan kurang gizi. Dalam konsultasi pribadi yang diikuti oleh 26  orang mengeluhkan suami yang tidak teratur pulang ke rumah, suami yang sering mabok pulang ke rumah, minimnya ekonomi keluarga dan anak-anak yang diduga kena narkoba.


Praeses HKBP Distrik 19 Jakarta 2 Pd. J. Manullang, MTh dan istri hadir pada saat pelayanan sedang berlangsung dan memuji pelayanan Perwakilan dan memberi semangat untuk pelayanan selanjutnya, semoga dapat berjalan dengan kontinu. Pendeta resort


Pdt D. Hutagalung STh menghimbau bahwa pelayanan Diakonia tidak hanya dilakukan oleh lembaga seperti Perwakilan, tetapi juga yang utama adalah pelayanan diakonia pribadi. Karena pelayanan diakonia sangat berhubungan langsung dengan Tuhan Yesus karena beberapa Firmannya kita petik sebagai yang peduli untuk Diakonia.


Dalam acara pembukaan Perwakilan menghimbau agar membuka poliklinik khusus gratis untuk kaum miskin dan karyawan buruh yang adalah anggota HKBP atau warga masyarakat lainnya.


 





25. HKBP Bojong Nangka Resort Tangerang Memperluas Lahan Gereja





 


Gereja HKBP Bonang (Bojong Nangka) boleh dikatakan kecil karena lahan untuk tempat ibadah umat kristiani dibagi oleh HKBP, Katolik dan Pantekosta.


Di depan Gereja HKBP ada lahan nganggur, sehingga diperjuangkan oleh Jemaat di bawah pimpinan Pdt Siregar untuk dijadikan menjadi lahan tambahan Gereja. Walikota sudah setuju, namun warga masyarakat masih belum. Pelayanan pengobatan Cuma-Cuma mudah-mudahan dapat menggugah warga masyarakat menyerahkan tanah itu menjadi milik HKBP.


 


“MUDAH-MUDAHN DENGAN PROGRAM PENGOBATAN CUMA-CUMA INI BISA MEMPERLUNAK WARGA UNTUK MENYETUJUI LAHAN DI DEPAN DIBERIKAN KEPADA GEREJA”


 


 


 


 


 


 


 


 


“WALIKOTA SUDAH MAU MEMBERIKAN IJIN PRINSIP, NAMUN SEBAGIAN KECIL WARGA BELUM MAU”


 


Pasien terbanyak 132 orang dari warga masyarakat non Kristen dengan keadaan rata-rata sangat menyedihkan. Ada pasien yang tidak harus makan sekali dalam sehari, cukup minum air saja, umurnyapun bisa tahan dalam penderitaan itu dengan usia 80-90 tahun. Beberapa diantara mereka mengikuti acara pembukaan dan di dalam Gereja yang sempit dan 6 orang ikut dalam konsultasi pribadi.


Kebanyakan dari mereka penuh kecurigaan dan keraguan, kurang perhatian dari anak-anaknya pada hal anak-anaknya yang menjadi pemberi makan sehari-harinya.


Dengan pelayanan ini mulai terlihat perubahan sikap dari masyarakat untuk mengabulkan pemberian lahan untuk keperluan Gereja HKBP Bonang, Semoga.


 


 


 





26. HKBP Cilincing


Mohon Dibukakan Pintu Segel Gereja





 


Gereja HKBP Cilincing masih disegel oleh Pemda DKI karena belum memiliki ijin yang harus dimulai dari ijin warga setempat. Dengan pelayanan pengobatan Cuma-Cuma Diakonia ingin merubah sikap warga masyarakat untu pemberian ijin dimaksud.


 


 


 


“GARA-GARA PENGOBATAN CUMA-CUMA, SEGEL DIBUKA, WALAU BARU UNTUK KEGIATAN


PEMUDA”


 


 


 


 


 


 


 


 


 


Sebanyak 148 orang pasien warga masyarakat setempat dilayani selain warga jemaat sendiri sebanyak 122 orang.


 


 


 


 


“MAKIN HARI MAKIN SULIT SAJA MENDIRIKAN RUMAH IBADAH, SEMAKIN BANYAK  ATURAN”


 


 


Panasnya udara Cilincing ditambah lagi panasnya dinding dan atap Gereja yang baru terbuat dari seng bekas tidak menghalangi pelayanan pengobatan. Kondisi udara pinggir laut seperti Cilincing mengakibatkan banyak pasien mengidap penyakit gatal-gatal dan gangguan kulit lainnya.


Konsultasi pribadi sebanyak 24 orang kebanyakan mengeluhkan keadaan ekonomi, suami meninggalkan keluarga semaunya, suami mabuk minuman keras, dan anak yang kena narkoba. 


Konon, kegiatan HKBP berupa kegiatan pemuda sudah dibolehkan dilaksanakan di Gereja ini dan pintu yang disegel oleh Pemda DKI Jakarta khususnya Jakarta Utara sudah dibuka.


 


 


 


 





27. HKBP Sukatani Resort Pasar Rebo Punya Kelompok Bermain/TK





 


 


Ada 4 Gereja berkebaktian dalam sebuah gedung secara bergantian termasuk di dalamnya Gereja HKBP. Bangunan yang dibangun di atas tanah milik keluarga anggota Jemaat HKBP Pasar Rebo ini begitu sederhana namun penuh dengan kedamaian dengan lingkungan yang segar.


 


 


 


“SEANDAINYA PEMILIK TANAH SELUAS INI SEBAGIAN KECIL SAJA DIBERIKAN UNTUK DIAKONIA HKBP DI JABODETABEK.….WAH..INDAHNYA”


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


Kehadiran Perwakilan dalam pelayanan pengobatan Cuma-Cuma di kompleks ini disambut oleh 4 Gereja yaitu HKBP, Katolik, GPIB dan Pantekosta di dalamnya


dengan pasien sebanyak 97 orang, dan warga masyarakat sebanyak 67 orang. Sangat dibanggakan bahwa HKBP Sukatani sudah memiliki TK yang peserta didiknya anak-anak Gereja yang ada dalam lokasi Gereja tersebut. Mereka menyambut acara pembukaan dengan lagu-lagu anak-anak dalam bahasa Inggeris.


 


Dalam konsultasi pribadi yang diikuti oleh 34 orang laki-laki dan perempuan berhasil didoakan mereka yang berbeban karena sikap suami, sikap istri, keadaan ekonomi dan perilaku anak-anak yang sering mengkuatirkan.  


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 





28. HKBP Tegal Alur Resort Tangerang Dilayani Bersama 2 Perwakilan





 


Dua Perwakilan yang di SK-kan oelh Ephorus HKBP yaitu Perwakilan Departemen Diakoni Sosial dan Perwakilan Departemen Pekabaran Injil di Jabodetabek bekerja sama melayani HKBP Tegal Alur Jakarta Barat dalam pelayanan pengobatan Cuma-Cuma. Obat disediakan oleh Diakonia dananya dari Pekabaran Injil dan masing masing Perwakilan membawa sembako untuk dibagikan.


 


 


“2 PERWAKILAN PUSAT HKBP DI JABODETABEK SELAMA INI BERKERJA SAMA UNTUK TIDAK BEKERJA SAMA (MELAKSANAKAN TUGAS SENDIRI), KALI INI BERGABUNG DI TEGAL ALUR”


 


 


Pelayanan dokter dan pelayanan obat serta konsultasi pribadi dilaksanakan bersama demikian acara pembukaan dan evaluasi pelaksanaan dan  penutupan juga dilaksanakan


bersama. Jika di Tegal Alur pekerjaan Diakonia dilakukan


bersama maka pada waktu yang akan datang tugas pekabaran Injil yang membutuhkan diakonia dapat dilakukan bersama pula. Misalnya pelayanan pekabaran Injil di penjara, atau buruh di kawasan industri, mereka membutuhkan beasiswa, membutuhkan pelayanan kesehatan atau pendidikan atau kemasyarakatan, maka Perwakilan Diakonia bekerja sama dengan Perwakilan PI (Marturia).


Gereja HKBP Tegal Alur hanya di atas lahan kecil sehingga lawatan pasien dari warga jemaat sebanyak 165 orang dan warga non kritiani 87 orang terasa sangat sempit dan sumpaek walaupun sudah menggunakan jalanan dan lahan kosong di depannya sebagai ruang tunggu. Konsultasi pribadi juga dilaksanakan di rumah orang Cina di sebelahnya.


 





29. HKBP Cileungsi Resort Cibinong


Butuh Konsultasi Pribadi





 


Pendeta HKBP Cileungsi Pdt M. Manurung STh bertanya: “Sudah 4 tahun saya merencanakan mengadakan konsultasi pribadi di Gereja ini tidak pernah bisa terlaksana, setelah Perwakilan datang ke sini ternyata banyak warga jemaat saya yang butuh konsultasi pribadi dengan tim, apa rahasianya”? Pendeta gesit Lini seperti tidak tahu bahwa konsultasi pribadi hanya terasa aman apabila dilayani oleh pelayan (konselor) yang tidak  dikenal, takut rahasianya dibocorkan.


 


“LAMA AKU MEMBUKA KESEMPATAN KONSELING DAN DOA, TIDAK PERNAH ADA JEMAAT YANG DATANG, MENGAP PERWAKILAN DATANG JEMAAT SAYA PADA MAU?


Demikian banyak (34 orang) pasien yang mengikuti konsultasi pribadi selama pengobatan Cuma-Cuma berlangsung, ada yang bermasalah tidak mau ke Gereja, pindah agama/gereja, narkoba, pelecehan martabat, pelecehan seksual, pendidikan


anak, jodoh, masalah ekonomi keluarga, masalah perceraian dan masalah bunuh diri.


 


 


Kebutuhan konsultasi pribadi di Gereja-Gereja sudah banyak diminta agar diselenggarakan oleh HKBP tetapi tidak pernah menjadi kenyataan, kecuali konsultasi persiapan pernikahan, beberapa Gereja telah melakukannya.


 


Cocoknya program ini dilakukan oleh tim seperti Perwakilan yang dengan meyakinkan rahasia-rahasia pribadi tidak akan pernah ketahuan kepada orang lain, dan aman untuk didoakan.


 


Selain itu, kebiasaan anggota jemaat HKBP cukup mengeluarkan uneg-unegnya kepada teman di dalam punguan (kelompok) seperti Kelompok kaum Ibu, Kaum Bapa, Kaum muda. Di dalam kelompok itulah pribadi-pribadi itu saling mengungkapkan problema hidup yang terdalam kepada teman paling akrabnya.  Apabila seseorang sudah berani mengungkapkannya maka setengah dari beban itu sudah teratasi sementara, kemudian dapat diproses melalui doa sendiri maupun orang lain.





30. HKBP Plumpang Resort Tanjung Priok Rumah dan Gerejanya Tak Layak Huni





 


Kawasan sekeliling HKBP Plumpang adalah bekas lokasi kebakaran yang disebut dengan kawasan Tanah Merah. Gerejanya terbuat dari kayu-kayu bekas dan seng bekas, berada di atas air. Demikian rata-rata keadaan rumah penduduk di kawasan itu. Penduduk sebenarnya bertahan di sana hanya menunggu kapan digusur oleh Pemerintah atau perusahaan dengan harapan mendapat ganti rugi. Barangkali keadaan seperti itu yang menjadi bahan pertimbangan Resort HKBP Tanjung Priok (Swasembada) hingga kini belum memberikan status Parmingguan kepada HKBP Plumpang ini.


Sampai-sampai anggota Perwakilan tersentuh melihat keadaan warga jemaat dan Gerejanya dan secara spontan menyumbangkan dana sebesar Rp 1000.000,- saat itu juga untuk keperluan bangku gereja mengingat jemaat dalam kebaktian masih menggunakan tikar.


Keadaan warga dimaksud selain terlihat dari rumah yang tak layak huni, pakaian, juga kesehatan pada umumnya mengidap penyakit kulit tahunan, gatal-gatal, batuk, pilek,  gangguan pernafasan menahun dan pusing-pusing.


 


 


Lokasi yang dekat dengan tangki minyak nasional


 


“MINTA /


NUNGGU DIGUSUR, SEBUAH PENANTIAN lama PENUH PENGORBANAN, PENYAKIT, KUMUH, MISKIN, TIDAK TERDIDIK”


 


plumpang ini merupakan tempat bagi pembantu para pedagang Batam Singapur untuk mengeluarkan barang dagangan dari kapal yang bersandar. Apabila kapal bersandar pada hari Minggu maka otomatis tidak ada Ibadah Minggu. Untunglah sekarang tidak ada kapal yang terjadwal bersandar pada hari Minggu.


Pelayanan di tempat ini berlangsung lama dari pukul 9.30 hingga pukul 14.00 melayani warga jemaat 212 0rang dan warga masyarakat 54 orang. Selain mie instan dibagikan juga sembako berupa beras dan gula.





BERIKUT INI


HARAPAN JIWA


YANG TUMBUH KEMBALI


DARI SUATU


GERAKAN DIAKONIA


MODERN HKBP


DI JABODETABEK


MENGULANG


KEMBALI KEJAYAAN


DIAKONIA HKBP


TAHUN 50-AN


DI TAPANULI,


MENGAPA TIDAK


DI JABODETABEK?


BENIH DIAKONIA TAPANULI


TELAH BERBUAH DI


JABODETABEK


DAN SELURUH NEGERI


DAN AKAN BERBUAH LAGI


DI SELURUH DUNIA


MELALUI SAYA DAN ANDA.


 


 


 





31. SEKOLAH TINGGI/UNIVERSITAS DIAKONIA HKBP JAKARTA


(UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN JAKARTA)





 





 Bukan suatu hal yang tidak mungkin apabila suatu hari nanti HKBP membuka sebuah Sekolah Tinggi atau Universitas di Jakarta. Persoalannya sekarang, kapan dimulai, dan siapa tokoh HKBP yang mau peduli memulai (bukanlah pertanyaannya kapan HKBP memulainya, ini soal kedua atau soal mendesisi dan legalitas).


Pemberian nama juga menjadi soal kedua, apakah tetap menggunakan simbol diakonia HKBP, symbol HKBP atau merupakan cabang dari Universitas HKBP Nommensen atau sama sekali tanpa symbol itu.


Apa yang menjadi keyakinan akan pendiriannya? Tidak lain dan tidak bukan hanya karena cetusan diakonia di bidang pendidikan. Katakanlah ia nir laba (non provitable) tetapi kehadirannya menciptakan dan mewujudnyatakan keinginan Tuhan Yesus dalam pengajaran.


 


Tokoh cencekiawan HKBP sangat banyak terkonsentrasi di Jakarta sebagai abdi negara atau private services yang baik dan terkenal. Mereka, setelah atau sambil berbakti pada negara atau di swasta sangat peduli mengembangkan bangsanya sendiri dan gerejanya sendiri.


 


“APAPUN NAMANYA, LAYAK BILA SEKOLAH TINGGI ATAU UNIVERSITAS HKBP ADA DI JAKARTA, SIAPA DIANTARA KITA MEMULAINYA?


 


Puluhan ribu warga jemaat HKBP akan menjadi mahasiswanya, memanfaatkan potensi Jakarta mengembangkan bakat minat dan cita-citanya untuk menjadi pelayan bangsa bahkan melanglang buana di seantero dunia. Ini sebuah kajian yang sudah hilang dalam dua dasawarsa dalam tubuh HKBP.


Gereja HKBP identik sebagai pembawa nama Batak harus diterangai menuju masa depan bangsa dan diakonia yang benar.





32. TK, SD, SMP, SMA DIAKONIA HKBP JAKARTA (SEMINARIUM/BERASRAMA)





 


Salah satu model pembelajaran HKBP yang ditinggalkan namun justru diikuti oleh berbagai lembaga lain dewasa ini dalam bentuk pesantren yaitu Sekolah Berasrama atau Seminarium. Kegungan pendidikan HKBP jaman dulu sangat diteladankan oleh lembaga yang sangat popular dan monumental yaitu Seminarium Sipoholon.


Tanpa memberi nilai kurang bagi sistem dan metode pembelajaran konvensional sekarang perlu dikaji bahkan diselenggarakan lagi nilai positif metode pembelajaran yang sangat konsentratif di sekolah berasrama.


Kebutuhan akan asrama atau boleh berfungsi sebagai sekolah penitipan anak sangat diperlukan dewasa ini sementara banyak suami istri yang keduanya bekerja sehingga anak-anaknya sambil belajar sambil dititip di sekolah, nanti sore ketika orangtuanya mau pulang dijemput bersama pulang ke rumah, dan besoknya pergi sama-sama atau dengan jemputan ke kantor atau ke sekolah. Sekolah penitipan anak seperti ini cocok untuk Kelompok Bermain, TK dan SD. Bila diasramakan


 


khususnya untuk SMP dan SMU, bisa pulang sekali seminggu atau sekali sebulan.


 


“SEKOLAH KONVENSIONAL KADANG TERLALU BEBAS, JUGA TAK BERDISIPLIN, KURANG MENEMPATKAN SISWA PADA CITA-CITA YANG TINGGI”


 


Atau cukup pulang semasa liburan sekolah (vacancy). 


Mengapa harus diakonia HKBP atau HKBP yang memulainya? Mengapa bukan swasta lain?. Siapa saja boleh, namun jiwa rohani HKBP akan mejadi sebuah label jaminan.


Ada pendapat bahwa sekarang pemerintah sudah sangat fasilitatif dalam pengembangan pendidikan melalui jalur persekolahan dan luar sekolah sehingga sudah terlalu perlu membangun persekolahan, persaingan sangat ketat, buang biaya, tenaga dan sarana prasarana. Apakah demikian juga pendapat kita?





33. KURSUS/POLITEKNIK HKBP JAKARTA


(BERASRAMA)





 





Remaja dan pemuda banyak yang menganggur. Itu disebabkan karena kurangnya relevansi pendidikan di sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri. Selain itu disebabkan juga oleh mahalnya beaya pendidikan formal tidak sebanding dengan kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sekolah itu.    


 


 


“DULU, SEMINARIUM HKBP BERASRAMA YANG SANGAT TERKENAL MEMBUAHKAN KADER-KADER BERHIKMAT DAN BERDISIPLIN, SEKARANG JUSTRU DITIRU ORANG LAIN HKBP SENDIRI TAK PUNYA LAGI”


 


Jalan keluar yang menjadi solusi pilihan yaitu dengan membuka kursus atau politeknik. Kursus dapat memfasilitasi peserta didik dalam waktu relatif singkat dapat memiliki keterampilan yang dapat dipergunakan untuk memasuki pekerjaan di tempat usaha atau perusahaan industri atau membuka usaha sendiri di dalam atau di luar negeri, suatu hal yang sudah


sangat mungkin pada era globasi ini.


Demikian juga Politeknik setara D3 dapat menciptakan lulusan yang sangat dekat dengan kebutuhan keterampilan kerja atau lebih dekat untuk melanjutkan pendidikan ber-strata 1, strata 2 bahkan strata 3. Lulusan Politeknik dewasa ini lebih banyak diterima bekerja bahkan sudah ditunggu oleh pengguna tenaga kerja (user).


Sangat lebih konsentrasi apabila untuk kursus atau politeknik digunakan sistem asrama (seminarium) sehingga proses belajar mengajar bisa berjalan lebih efektif dan efisien dan lebih cepat memenuhi kebutuhan pasar kerja yang dibutuhkan sewaktu-waktu.


Jenis kursus yang laku di pasar dewasa ini seperti rumpun bahasa, rumpun  teknik komputer, teknik mekanik (mobil/motor), teknik elektrik (visual aids/alat rumah tangga, rumpun kerumahtanggaan (tatarias/ boga/busana), rumpun jasa (asuransi/tourism/pajak), rumpun industri dan perdagangan (ekspedisi/cargo), rumpun pertanian (bunga/ buah/jamu, dan lain-lainnya.





34. BEASISWA DIAKONIA HKBP JAKARTA


 





Tugas diakonia utama ialah pelayanan memberi pertolongan, salah satu diantaranya menolong orang pintar yang tidak punya dana, orang yang masih bodoh juga yang tidak punya dana bersekolah melalui pemberian beasiswa, yang dapat menjamin bahwa warga jemaat sasaran tidak akan berhenti bersekolah hanya karena permasalahan pembiayaan.


 


 


“MEMBERI BEASISWA JANGAN HANYA KEPADA ANAK PINTAR TAPI JUGA KEPADA YANG BODOH ORANG TAK MAMPU”


 


Bila kita prediksi, bahwa setiap Gereja HKBP memerlukan pelayanan beasiswa terhadap SD masing-masing 2 orang, SMP 5 orang, SMA 5 orang dan Perguruan Tinggi 5 orang maka untuk 136 Gereja HKBP di Jabodetabek Perwakilan harus melayani SD 272 orang, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi masing-masing 680 orang, seluruhnya 716 orang setiap tahunnya.


Biaya yang diperlukan misalnya untuk SD masing-masing Rp 50.000 setiap bulan, untuk SMP Rp 75.000,- SMA Rp 100.000,- dan Perguruan tinggi Rp 200.000,- maka dana untuk SD sebesar Rp 50.000 x 272 orang = Rp 13.600.000.- SMP Rp 75.000,- x 680 orang = Rp 51.000.000,- Untuk SMA Rp 100.000 x 680 orang = Rp 68.000.000,- dan Perguruan Tinggi Rp 200.000 x 680 orang = Rp 136.000.000,- dengan total Rp 268.600.000,- Misalkan hanya 20 % saja Gereja terlayani maka dana yang dipersiapkan oleh Perwakilan  ialah Rp 53.720.000,- setiap bulannya.


Seberapa urgensi pelayanan semacam ini diperlukan oleh Gereja HKBP? Sangat terkait dengan upaya memperluas kesempatan belajar bagi anggota jemaat HKBP yang dapat mempertahankan dan mendukung keberadaan HKBP di masa depan. Karena demikianlah Alkitab mendambakan semua umatNya memiliki pendidikan yang dapat dipergunakan untuk lebih mengetahui hakekat dari seluruh ciptaan Allah bahkan memanfaatkannya demi kesejahteraan hidupnya.





35. RUMAH SAKIT HKBP JAKARTA


(RUMAH SAKIT HKBP BALIGE 2)


 





Bukan sekedar kebanggaan apabila HKBP menyemarakkan berdirinya Rumah Sakit di Ibukota Jakarta namun sudah merupakan impian, keinginan dan kebutuhan sekaligus tantangan. Mengapa HKBP hanya mampu membangun Rumah Sakit di Balige dan RSU Tarutung (milik HKBP dulunya) serta Rumah Sakit kecil  di Nainggolan dan Butar yang sekarang dipakai oleh Pemerintah sebagai Puskesmas?


 


“ANDA HAMBA TUHAN PENSIUNAN MANAJER RUMAH SAKIT? TUHAN MEMANGGIL ANDA BERGABUNG MEMBANGUN RUMAH SAKIT HKBP DI JAKARTA


 


Justru sebenarnya di Jabodetabek yang merupakan wilayah urban utama jemaat HKBP dari Bonapasogit Rumah sakit besar dan kecil seperti itu perlu dibangun.


Fungsi lain dari Rumah Sakit ini mengkaderkan warga jemaat untuk dipersiapkan menjadi tenaga medis di kota-kota lain baik di dalam maupun di luar negeri. Tenaga seperti ini sangat dibutuhkan terutama dari kepemilikan talenta yang spesifik yang dimiliki oleh warga jemaat HKBP yang tampil beda dengan tenaga lainnya. Lebih dari itu dapat memperluas kesempatan bagi warga jemaat menjadi tenaga dokter.


Dengan demikian semakin lengkaplah teladan Kristus di dunia ini yaitu memberikan kesembuhan bagi jemaat dan warga masyarakat sekeliling. Tenaga manajemen dan ahli-ahli medis berasal dari warga HKBP baik yang masih aktif  maupun yang sudah purna tugas tetapi tenaganya masih cukup layak untuk dipakai oleh Tuhan yang berdomisili di Jabodetabek, kita tidak kuatir akan masalah ketenagaan dalam mengelola Rumah sakit.


Dalam hal bantuan pendukung barangkali kerja sama dengan mitra HKBP khusus untuk  masalah Rumah Sakit masih dapat kita harapkan baik dalam hal pembangunan fisik, peralatan dan manajemen Rumah Sakit.


Barangkali banyak Rumah Sakit di dalam dan di luar negeri yang mau jadi model kerja sama, model percontohan atau mungkin menggunakan licence mungkin juga dengan cara waralaba.





36. POLIKLINIK DIAKONIA HKBP JAKARTA





 


 





Sudah waktunya setiap Gereja HKBP terutama di pinggiran Jabodetabek memiliki Poliklinik untuk melayani bukan hanya warga jemaat yang miskin, tetapi juga warga masyarakat lainnya di sekitar Gereja yang juga miskin, sudah tentu bagi warga lansia (lanjut usia). Ke arah ini Gereja harus maju. Manusia itu harus sehat menurut pola kerja Tuhan Yesus.


Pengadaan Poliklinik tidak harus dengan bangunan megah, cukup dengan sekat membatasi praktek pelayanan di salah satu sudut Gereja atau aula. Dokter dan Paramedis yang melayani juga cukup tenaga yang ada di tengah warga jemaat atau dari Gereja  yang terdekat, peralatan statescope cukup mereka bawa sendiri; tenaga administrasi cukup dari anggota Pengurus Seksi Kesehatan Dewan Diakonia  setempat, semua mereka pada umumnya tenaga suka rela yang hanya mau dibayar oleh Tuhan.


Yang dipersiapkan oleh Gereja ialah obat, kurang lebih seharga Rp 10.000,- per orang.


Poliklinik tidak harus buka setiap hari , cukup sekali seminggu. Bila yang diobati 50 orang per hari pelayanan maka diperlukan biaya Rp 500.000 untuk setiap hari pelayanan. Cukup didukung oleh persembahan jenaat baik secara kolektif maupun secara pribadi yang dikelola oleh Dewan Diakonia setempat atau bila diperlukan, perlu dilaporkan kepada Perwakilan untuk solusi permasalahan di poliklinik setempat.


Bila harus menjadi tanggung jawab Perwakilan maka dibutuhkan biaya sebanyak Rp 500.000,- x ¼ (136 Gereja di Jabodetabek) = Rp 17.000.000,- setiap minggu. Namun alangkah baik apabila Gereja setempat dapat membiayai sendiri keperluan obat pada poliklinik dimaksud.


 


“HAMBA TUHAN MEMILIKI RUMAH KOSONG, BOLEHKAH DIPAKAI UNTUK POLIKLINIK


HKBP ?”


 


Demikianlah misi Tuhan Yesus selama di dunia ini melayani peningkatan  kesehatan, pendidikan dan penanggulangan kemiskinan warga.





37. ASURANSI KESEHATAN DIAKONIA HKBP JAKARTA


 





Melalui Program asuransi kesehatan maka diperkirakan seorang warga jemaat peserta asuransi dapat memperoleh Rp 500.000,- setiap hari bila dirawat di Rumah Sakit, setara dengan pelayanan asuransi bagi karyawan eselon tinggi.


Pesertanya dimulai dari 200 orang Pendeta, 300 orang Penatua, 500 orang anggota Jemaat, dengan jumlah kl. 1.000 orang sudah cukup membiayai pengobatan peserta di Rumah Sakit tingkat menengah dan tingkat bintang.


Dengan membayar Rp 100.000,- setiap bulan dan dengan jumlah peserta 1.000 orang sudah layak menjadi anggota asuransi yang dijamin oleh Bank.


Petugas yang melayani kita berdayakan warga jemaat pensiunan bank yang dapat mengelola adaministrasi berdasarkan pengalaman yang baik di tempat kerja sebelumnya.


Kendalanya ialah sikap dan perilaku yang tidak terbiasa dengan program asuransi kesehatan sehingga selalu megandalkan pengobatan konvensional melalui Puskesmas atau langsung ke Rumah sakit. Sehingga tidak jarang warga masyarakat yang tidak dapat diterima berobat di Rumah Sakit karena tidak memiliki jaminan (insurance), harus dijaminkan oleh dana pengobatan minimal untuk 10 hari, kurang lebih Rp 5.000.000,- suatu jumlah yang sangat mahal bagi warga masyarakat menengah dan  miskin


 


“DENGAN UANG RP 100.000/ BULAN BILA ANGGOTA SAKIT AKAN DIJAMIN MENDAPATKAN PELAYANAN RUMAH SAKIT SETARA VIP, ”


 


Bahkan dana asuransi yang mengendap dapat digunakan untuk keperluan asset diakonia lain tanpa mengurangi modal asuransi itu sendiri.


Masalah keanggotaan Pendeta yang sewaktu-waktu berpindah tempat pelayanan tidak akan menjadi masalah, karena keanggotaan boleh berhenti dengan mengembalikan dana miliknya, atau tetap menjadi anggota dan dapat menggunakan keanggotaan dimanapun dia melayani.





 


38. BANTUAN SOSIAL HKBP JAKARTA


 





Bencana alam kebanjiran, kebakaran, tanah longsor, gempa bumi merupakan peristiwa yang biasa terjadi di wilayah Jabodetabek semuanya di luar kuasa manusia. Banyak korban baik yang meninggal atau menderita sakit dan luka parah dan yang kehilangan segala miliknya yang memerlukan bantuan pos pelayanan pengobatan dan dapur umum serta pertolongan segera.


 


 


“BILA TERJADI BENCANA, HKBP MENUNGGU KOLEKTE KE DEPAN, MINGGU DEPAN ATAU BULAN DEPAN, TIDAK LANGSUNG BERBUAT, TIDAK ADA CREW, JUGA FASILITASNYA”


 


Gereja HKBP kadang-kadang dapat berbuat lebih cepat dari lembaga lain namun lebih banyak lebih lambat bahkan tidak berbuat sama sekali, dibiarkan saja atas bencana alam yang frekuensinya di Jabodetabek demikian tinggi.


Sudah waktunya Diakonia HKBP memiliki peralatan utama yang sangat mobil seperti mobil, perahu karet, peralatan masak untuk dapur umum dan alat media informasi seperti Handy Talky (HT) juga tim SAR yang kuat.


Tidak hanya melayani bencana alam di Jabodetabek saja, juga di wilayah lain utamanya peristiwa yang menyangkut anggota jemaat HKBP berupa bantuan dana atau sembako, alat pendidikan, alat rumah tangga. Semuanya memerlukan dana stok yang memadai yang sewaktu-waktu dapat dipergunakan dengan segera.


Kerja sama dengan lembaga serupa sangat dibutuhkan sehingga networking seperti ini akan mempercepat informasi dan saling dukung bantuan kepada korban bencana alam itu sendiri.


Struktur organisasinya pun tersendiri di bawah Perwakilan sehingga dapat melayani sendiri tanpa terkait langsung dengan koordinasi yang birokratif dan bertele-tele namun penuh dengan tanggung jawab dalam pelaksanaannya





39. RUMAH DUKA DIAKONIA HKBP JAKARTA


 





Rumah warga jemaat pada jaman real estat perumnas dan BTN pada umumnya demikian kecil dan sempit. Juga tanpa halaman rumah yang memadai, sehingga apabila ada kejadian kematian dan harus menggunakan rumah itu maka sudah tidak layak mengadakan penghormatan terakhir dan melaksanakan acara pemberangkatan baik secara gereja maupun adat.


Jalan keluarnya ialah mengadakan rumah duka di setiap Gereja HKBP. Namun lebih memungkinkan lagi apabila dibangun secara khusus lebih dekat dengan konsentrasi penduduk atau minimal di setiap wilayah kota madya atau kabupaten di wilayah Jabodetabek.


Di Rumah Duka dapat dilaksanakan acara untuk beberapa malam, berupa partangiangan, tortor dan kekhasan sebagai orang Batak atau sebagai anggota Gereja.


Fasilitas lain sudah harus dipersiapkan secara moderen setara lebih dengan pelayanan Tabita yaitu mengurus cargo, transport ke Bona Pasogit, Ambulance, kembang lelayu, pengurusan kuburan, peti mati berbagai kelas, musik, berita duka cita dan penyusunan acara dan petugas khusus.


 


“RUMAH RUAS UMUMNYA KECIL, TINGKATAN PERUMNAS, RSS, RSSS,  LINGKUNGAN SEMPIT, WALAUPUN RUMAH BESAR, TETANGGA TIDAK TERBIASA DENGAN ACARA GEREJA DAN ADAT, BILA ADA YANG MENINGGAL, PERLU RUMAH DUKA, MENAMPUNG ACARA GEREJA DAN ADAT. SEPERTI ATAU LEBIH DARI TABITA”


Jemaat HKBP masih akan lebih berbangga hati menggunakan milik HKBP dari pada milik Gereja lain dalam mengurus orang matinya. Sehingga keberadaan pelayanan seperti ini akan dapat berkembang khususnya di Jabodetabek.





 


40. PERUSAHAAN DIAKONIA HKBP JAKARTA


 


 





Diakonia boleh berusaha? Mengapa tidak, hampir semua pelayanan diberikan secara gratis, Cuma-Cuma, harus tersedia bila sewaktu-waktu ada bencana alam, jumlah bantuan pun tidak terbatas dalam jumlah, disesuaikan dengan keperluan bantuan. Dari mana pemasukan dan sumber dana untuk menangani jenis pekerjaan social seperti ini? Cukupkan dengan pemberian pengasihan Jemaat yang miskin rohaninya? Cukupkan dengan bantuan para pengusaha Kristen? Bagi pelayanan diakonia tidak ada cukupnya. Jika demikian diperlukan sumber dana lain berupa usaha (business).


Prinsip “Sambil Berbisnis Sambil Berdiakonia” perlu digiatkan baik melalui bisnis kecil, sedang atau besar di dalam negeri bahkan di luar negeri. Sambil bisnis percetakan menggandakan hasil tulisan warga jemaat dan menjualnya, sambil menggunakan hasil jasa percetakan untuk diakonia. Demikian juga sambil berbisnis media cetak koran, majalah dan media elektronik radio atau TV memberitakan berita kesukaan, sambil mengunakan hasil usahanya untuk pelayanan diakonia.


 


“PENGELUARAN DIAKONIA SEMUA GRATIS, CUMA-CUMA, DARI MANA SUMBER PENDANAANNYA? SELAIN PERSEMBAHAN, TUHAN MEMBERKATI USAHA”


 


Masih banyak lagi jenis usaha diakonia seperti di bidang pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan, perikanan, transportasi taksi, AKAP, Kapal Laut dan Udara dan lain-lain.


Sudah waktunya HKBP melalui diakonia mengadakan suatu Gerakan Bisnis (Business Movements). Namun, yang perlu dijaga dalam hal ini ialah orientasi bisnis mencari laba sebesar-besarnya, tidak berubah menjadi orientasi yang dimiliki oleh Gereja, pelayan dan pelayanannya. Cukup dilakukan oleh pelayan Diakonia secara professional tanpa melibatkan para pelayan rohani dan pelayanan marturia dan koinonia, dan sangat dimungkinkan Gerakan Bisnis Gereja ini menopang kegiatan lain.





42. BANK MUAMMALAT DIAKONIA HKBP





Tuhan Yesus memulai cara perkreditan yang benar dengan pedoman  bahwa jangan menerima riba (bunga) uang terlalu besar dan mencekik peminjamnya. Prinsip ini kemudian kita lihat sebagai prinsip Bank yang bersifat muammalat (bahasa Arab). Termasuk di dalamnya Bank PerkreditanJemaat (BPJ) terkait dengan pembentukan Bank Muammalat/Diakonia HKBP


 


“MUNGKIN ANDA HAMBA TUHAN PENSIUNAN, ATAU HAMBA MUDA PENCINTA BANK, MENGAPA TIDAK BERGABUNG DENGAN KAMI MEMULAINYA DEMI HKBP?”


 


Dengan bunga rendah atau sama tinggi dengan bunga bank pemerintah sudah menunjukkan terjaminnya nasabah bank dalam melakukan transaksi simpan pinjam, asuransi, pengembangan usaha kecil menegah, dan usaha besar sekalipun. Banyak sumber daya Bank warga jemaat HKBP yang mampu mengelola Bank Diakonia baik para ahli, pensiunan, tenaga masih aktif masih menjadi abdi di Bank pemerintah dan swasta secara professional dan jujur yang diharapkan dapat berbakti menciptakan sendiri pembangunan Bank Muammalat/Diakonia di Ibukota Negara. Jakarta.


Aktivitas HKBP yang sibuk di bidang keuangan Gereja baik antar Gereja, antar Resort, Distrik bahkan Huria ke Resort, ke Distrik ke Pusat dan sebaliknya atau perorangan yang memakai jasa Bank akan mengaktifkan kegiatan Bank selain pelayanan di luar kegiatan Gereja itu sendiri.


Dampak dari kehadiran dan diterimanya pelayanan Bank Diakonia di suatu daerah sangat mungkin mengakibatkan diterimanya keberadaan jemaat dan Gereja di wilayah itu.


Siapa yang mau mulai peduli dengan ide ini? Bergabunglah di Perwakilan Diakonia Jabodetabek, kita bicarakan, kita ajukan, kita proses, kita legalkan dan kita launching di Jakarta dan mungkin untuk seluruh Indonesia sebagaimana layaknya keberadaan sebuah Bank di Indonesia. Bagaimana dengan Bank Perkreditan Jemaat (BPJ)?





 


43. KORAN-MAJALAH-RADIO-TV DIAKONIA  HKBP JAKARTA


 





Majalah HKBP dwimingguan Immanuel sudah terbit hampir satu setengah abad lalu, sangat historic dan rohaniah dan menjadi suatu kebanggaan HKBP sekaligus agak inklusif. Kebanggaan itu perlu dikembangkan dengan penerbitan media cetak yang bersifat umum dan eksklusif sesuai dengan eksklusivisme Gereja sehingga Firman Tuhan dapat dilaksanakan dan kalau bisa diterima oleh masyarkat luas.


Koran Kompas, Suara Pembaharuan, Sinar Harapan sepertinya merupakan media terbitan berbasis Kristiani, namun tidak menyatakan sebagai Koran Kristiani, begitu eksklusif dan dapat diterima oleh semua orang. Koran-koran itu menyuarakan keadilan dan kebaikan-kebaikan tanpa menyebut pesan-pesan agama yang dianutnya. Koran-Majalah Diakonia HKBP tanpa disebut ikut-ikutan layaklah kita miliki.


Banyak tenaga warga jemaat yang terserap baik sebagai petugas produksi, cetak, kantor, redaktur, wartawan, distributor yang bekerja  setiap hari sehingga mengurangi pengangguran dan dapat mengembangkan kualitas hidup. Hasil usaha dapat dipergunakan untuk pelayanan Diakonia baik di Jabodetabek maupun di seluruh HKBP dan di seluruh Indonesia.


 


 


“SIAPA DIANTARA HAMBA TUHAN TEMAN KAMI MEMBANGUN MEDIA KORAN, MAJALAH, RADIO BAHKAN STATION TV – HKBP?”


 


Tidak mustahil Diakonia HKBP dengan visi dan misi yang sama dengan media cetak koran dan majalah di atas memiliki Radio Diakonia bahkan TV Diakonia HKBP berkumandang dengan ruang siar radio FM atau AM dan TV local dan Nasional.


Siapa yang mau memulai program besar ini tidak lain hanyalah mereka yang  memiliki profesionalisme tinggi dengan segala kemiskinan jiwa dan rohaninya.





44. PELESTARIAN ADAT BATAK


 





Besar peran adat Batak dalam perkembangan Gereja HKBP atau sebaliknya peran HKBP dalam mengembangkan adat Batak. Dewasa ini terjadi tarik menarik di antara yang yakin benar bahwa adat Batak sejak lama hingga sekarang sudah dikristenkan, sementara pihak puristik modern berpendapat adat harus dipisahkan dari Gereja karena adat cenderung masih menggunakan roh nenek moyang.


 


 


“ ULOS BOLEH DIBAKAR BILA MEYAKINI ULOS ITU MAMPU MEMBERI KEKUATAN/


BERKAT, BILA DALAM ULOS ITU ADA BERHALA”


 


Kelompok yang terakhir ini sangat dibantu oleh banyaknya warga jemaat HKBP dewasa ini baik orangtua yang sudah tua, orangtua yang masih muda dan kaum muda yang tidak tahu dan tidak tertarik kepada adat.


“HANYA TUHAN YANG MEMBERIKAN BERKAT, ULOS HANYA SIMBOL DARI DOA DAN BERKAT”


 


Bahkan dengan mudah kelompok ini melakukan dan menganjurkan agar ulos Batak dibakar saja. Kelompok pertama bahkan secara ekstrim menuduh bahwa pemusnahan adat juga berakhir pada pemusnahan budaya sekaligus pemusnahan adat Batak dan orang Bataknya sendiri.


Gereja harus berpihak kepada upaya melestarikan adat Batak karena kristal adat Batak itu sendiri merupakan terjemahan dari Alkitab saling mengasihi, saling menghormati dan saling menghargai dengan symbol dalihan na tolu (tungku nan tiga). Dewan Diakonia di Gereja-Gereja kiranya menempatkan program pelestarian adat dalam ruang lingkup tugas Seksi Kemasyarakatan. Kegiatan yang mungkin dilakukan berupa  pembinaan, perlombaan dan semacam pelatihan-pelatihan





(Sekalilagi)


 45. PERSEMBAHAN DANA ABADI PRIBADI/PERUSAHAAN (DAPRI/DAUS)


 





Meminjamkan sesuatu kepada Tuhan akan dikembalikan berlipat ganda, itu sesuai dengan janji dalam Firman Tuhan Yesus. Itulah yang mendasari Persembahan Dana Abadi Pribadi (DAPRI)  dan Dana Abadi Perusahaan (DAUS). Caranya ialah dengan menabungkan dana pribadi (perseorangan) atau dana perusahaan (lembaga/ organisasi) dalam suatu bank dimana bunganya setiap bulan atau setiap periode tertentu langsung ditransfer kepada rekening Diakonia, sedang dana awal tetap menjadi milik pemilik awal, sewaktu-waktu atau sesuai dengan perjanjian bisa ditarik kembali dengan jumlah yang sama sebesar dana awalnya.


Kemauan berbuat seperti itu hanyalah dengan suatu keyakinan akan Firman Tuhan yang sudah berakar dalam diri seseorang. Persembahan seperti ini tidak melihat dari besar kecilnya DAPRI dan DAUS namun keikhlasan berbuat yang terbaik di hadapan Tuhan.  Diawali dengan kemauan seperti itu kemudian dihubungkan dengan pengurus Perwakilan untuk mengklarifikasi nomor rekening, lamanya dana tersimpan dalam bank, jumlah dana, dan perjanjian-perjanjian lainnya.


 


 


Kami tawarkan bentuk persembahan:


DAPRI (DANA ABADI PRIBADI)


DAUS (DANA ABADI PERUSAHAAN)


DANA AWAL DI BANK TETAP MILIK PRIBADI ATAU PERUSAHAAN, BUNGANYALAH YANG DIPERSEMBAHKAN UNTUK PELAYANAN DIAKONIA SELAMA KAPAN RELANYA


 


 


Konon, ada Gereja-Gereja besar sudah melakukan hal seperti ini sehingga seluruh keperluan Gerejanya boleh terpenuhi secara keseluruhan tanpa dukungan aneka ragam persembahan rutin. Cukup ditambah dengan persembahan ucapan syukur dan persepuluhan hanya dengan janji iman kepada Tuhan. Betapa bahagianya apabila HKBP sudah sampai kepada cara seperti itu minimal dalam hal mencukupi pelayanan diakonianya.




SURAT PERNYATAAN PERSEMBAHAN


DANA ABADI PRIBADI (DAPRI)


DAN DANA ABADI PERUSAHAAN (DAUS)


 


Yang bertanda tangan di bawah ini:


 


N a m a                    :  ………………………………………………………….


Mengatasnamakan Pribadi/Keluarga             : (ya) atau (tidak)


Mengatasnamakan Perusahaan                     : (ya) atau (tidak)


Alamat                     :  ………………………………………………………….


Telpon/HP                        :  ………………………………………………………….


 


Ahli Waris        (bila perlu)      :  ………………………………………………………….


Alamat                     :  ………………………………………………………….


Telpon/HP                        :  ………………………………………………………….


 


Mempersembahkan :  Bunga Bank dari uang sebesar


                                   Rp………………………………………………………


Terbilang (…………………..……………………………………………………….)


Tersimpan di Bank  :  ………………………………………………………….)


Jangka Waktu                 :  sejak ….……………………sd…..………………..


Transfer ke             :  Bank Mandiri Cabang Pondok Indah Rekening Nomor        :  101-000 112 8303


 


Memberikan persembahan tersebut kepada Tuhan melalui program Dana Abadi Pribadi (DAPRI) / Dana Abadi Perusahaan (DAUS)* yang diperuntukkan bagi keperluan pelayanan Perwakilan Departemen Diakoni Sosial HKBP di Jabodetabek. Semoga Tuhan memberkati demi kebesaran NamaNya dan berkat bagi yang mempersembahkan.


 


                                                Jakarta,                          200..


                                                                                                Untuk/an. Perwakilan,           Yang membuat Pernyataan,


 


 


(…………………………………………..)      (………………………………………)


Depok, 20 Agustus 2004


 


Kepada Yth.:


Bapak DR. JOHN N. PALINGGI, SH, MH


Bumi Daya Plaza lantai 25


Jl. Imam Bonjol 61, Jakarta 10310


 


Syalom.


Menindaklanjuti permohonan kami kepada Bapak baik langsung pada waktu seminar di Gereja Syalom Depok dan via telepon bersama ini kami kirimkan permohonan kami kiranya Bapak berkenan menjadi pembicara utama dan tunggal pada pengucapan syukur HUT ke-3 Perwakilan Departemen Diakoni Sosial HKBP di Jabodetabek yang berlangsung pada:


          Hari/Tanggal                      : Jumat, 27 agustus 2004


          Tempat                               :  Gereja HKBP Tebet


                                                        Jl. Tebet Barat Dalam No 7


                                                        Jakarta Selatan


          Waktu Ceramah Bapak     :   Pukul 11.30 sd. 12.30


Topik Ceramah Bapak:“Pengembangan Diakonia melalui Persembahan dan Janji Iman Pengusaha” .


Perlu kami informasikan; jumlah peserta diundang 200 orang terdiri dari pada Praeses, Pendeta, Tokoh-tokoh HKBP, Pengusaha, Pemimpin Lembaga/Organisasi Sosial, Kaum Wanita dan Pengurus. Pada kesempatan ini kami ingin menggugah peserta mengembangkan jiwa diakonia pribadi maupun lembaga, untuk mengulang kembali jiwa diakonia yang dimiliki oleh para pendahulu HKBP dalam membangun sekolah, rumah sakit, dan kemasyarakatan. Ceramah Bapak akan sangat relevan bila oleh peserta dibawa ke Synode Akbar HKBP pada tanggal 6 sd 12 Sept. 2004 mendatang di Pusat HKBP Pearaja Tarutung.


Besar harapan kami, kiranya Tuhan menjauhkan segala hambatan dan atas kesediaan Bapak kami ucapkan terima kasih.  Tuhan memberkati.


 


                                                          Ketua Umum Perwakilan


 


 


 


                                                    


 


 


LAPORAN PELAKSANAAN TUGAS


PERWAKILAN


DEPARTEMEN DIAKONI SOSIAL HKBP


DI JABODETABEK


(Dalam rangka ulang tahun ke-3


21 Juli 2001-2004)


 


 


C. PENDAHULUAN


 


1.    DASAR


o       Sk. Ephorus HKBP nomor 875/L.08?VII/2001 tanggal 16 Juli 2001 tentang “Perwakilan Departemen Diakoni Sosial Huria Kristen Batak protestan di Distrik VIII Jawa Kalimantan


o       Pelantikan Pengurus Perwakilan Departemen diakoni Sosial HKBP di Distrik VIII Jawa Kalimantan di HKBP Kernolong tanggal 27 Juli 2001


o       Perubahan Pengembangan Distrik VIII Jawa Kalimantan mencakup 3 Distrik Baru yaitu Distrik VIII Jawa Kalimantan, Distrik XIX Jakarta 2, dan Distrik XXIII Jakarta 3


 


 


2.    TUJUAN


Melaporkan hasil kegiatan pelaksanaan tugas Perwakilan Departemen Diakoni Sosial HKBP di Jabodetabek (selanjutnya disebut “Perwakilan”) secara periodik kepada Ephorus HKBP dalam hal:


o       Peningkatan pelaksanaan dan pengembangan tugas pelayanan Diakoni Sosial HKBP di Jabodetabek


o       Pengorganisasian dan jalinan kerja sama dengan Dewan Diakonia di setiap Resort dan Huria


o       Tumbuhkembang jiwa diakonia bagi anggota jemaat HKBP


3.    PERMASALAHAN


o       Kurangnya informasi terhadap lahirnya Perwakilan


o       Merajalelanya penggunaan Narkoba dan korban HIV AIDS


o       Kemiskinan di Gereja HKBP pinggiran Jabodetabek


o       Kesehatan di Gereja HKBP pinggiran Jabodetabek


o       Kurangnya pelayanan Gereja HKBP kepada warga masyarakat di sekelilingnya


o       Meningkatnya usia lanjut


o       Kurangnya keterampilan pemuda Gereja untuk bekerja


o       Kurangnya minat berbahasa Inggeris bagi nak-anak HKBP


o       Kurangnya perpustakaan HKBP


o       Kurangnya fasilitas retreat HKBP


o       Kurangnya tempat wisata rohani HKBP


o       Kurangnya dana diakoni Perwakilan


o       Kurangnya informasi pelayanan diakonia dan umum HKBP


 


4.    SOLUSI ALTERNATIF


o       Sosialisasi Perwakilan


o       Seminar dan Ceramah Narkoba & HIV Aids


o       Pengobatan penderita narkoba dan HIV Aids


o       Pengobatan Cuma-Cuma dan Pembagian Sembako kepada anggota jemaat dan warga masyarakat non kristiani disekeliling Gereja


o       Pembangunan Poliklinik Gereja untuk melayani anggota jemaat dan masyarakat miskin non kristiani di sekitarnya


o       Pengelolaan Program Asuransi Kesehatan


o       Kerja sama dengan Rumah Sakit dan Panti Rehabilitasi Narkoba dan HIV AIDS


o       Pengadaan bantuan modal usaha melalui Bank Perkreditan HKBP


o       Pelatihan Konselor Gereja untuk Pembimbingan dan Konsultasi Pribadi


o       Pengadaan dan Pembangunan Panti Rehabilitasi Narkoba dan HIV AIDS


o       Pembangunan Panti Jompo


o       Pembangunan Pusat Retreat dan Wisata Rohani


o       Pembangunan Pusat Perpustakaan


o       Pembangunan Pusat Diklat Keterampilan Pemuda


o       Pembangunan Pusat Diakonia HKBP di Jabodetabek


o       Pembangunan sarana prasarana diakonia baru di Jabodetabek seperti Rumah Sakit HKBP, Sekolah dan Perguruan Tinggi HKBP, Panti Sosial HKBP dan lain-lain


o       Pengembangan Kelompok Bermain berbahasa Inggeris bagi sekolah Minggu HKBP Jabodetabek dengan menyediakan kaset lagu-lagu dan pelatihan Guru-Guru sekolah Minggu


o       Pengumpulan dana melalui Persembahan Sahabat Diakonia (PSD) dan Persembahan Dana Abadi Pribadi (PDAP)


o       Pembentukan Perusahaan Diakonia aneka jenis usaha


o       Pembentukan dan penerbitan media cetak (koran, majalah) dan media elektronik HKBP (pemancar radio, tv)


o       Pemanfaatan lahan tidur HKBP yang ada di Jabodetabek


 


5.    POTENSI YANG ADA


o       Semangat dan Jiwa Diakoni Sosial Jemaat HKBP sangat besar


o       Tenaga Pemikir, Tenaga Dokter, Paramedis, Pensiunan dan Sukarelawan Jemaat HKBP dan donator serta simpatisan, banyak


o       Aturan Peraturan HKBP 2002 memberi tugas pelayanan besar bagi Bidang Diakonia (Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan sosial dan Kemasyarakatan)


o       Pelayanan Diakonia dapat menembus kebersamaan dengan penganut agama lain dalam mengamankan Gereja


 


B. PELAKSANAAN KEGIATAN


 


6.    SOSIALISASI PERWAKILAN


o       Sambil melayani khotbah sambil sosialisasi di Gereja HKBP se Jabodetabek dilaksanakan oleh Pendeta Diakonia Pdt. J.M. Panjaitan sejak bulan Agustus 2001 sd. Oktober 2002 dan dilanjutkan oleh Pdt A. L. Tobing sejak bulan November 2002 hingga sekarang


o       Penyebaran brosur ke seluruh Gereja HKBP pada kesempatan kohtbah, kegiatan seminar, ceramah dan pengobatan Cuma-Cuma dilaksanakan sejak Agustus 2001 hingga sekarang


o       Pertemuan Sahabat Diakonia


o       Di HKBP Jl Jend. Suprapto, Resort Tanah Tinggi tanggal


o       Di HKBP Jl Jend. Suprapto, Resort Tanah Tinggi, tanggal


 


7.    SEMINAR NARKOBA DAN HIV AIDS


o       Pencanangan anti narkoba bagi Pemuda/ Naposobulung HKBP se Jabodetabek di Gereja HKBP Petojo Resort Petojo Jakarta


o       Seminar bersama peduli anti narkoba Perwakilan dan Mabes Polri dan Yayasan Gepenta (Gerakan Nsional Peduli Anti Narkoba dan Tawuran) di Gereja HKBP Petojo Resort Petojo Jakarta,


o       Seminar peduli anti narkoba oleh Kepala BNN (Badan Narkoba Nasional) Bpk. Kombespol Togar Sianipar di HKBP Jl Jend. Sudirman, Resort Sudirman, Jakarta


o       Ceramah peduli anti narkoba di Gereja-Gereja HKBP


o       N-HKBP Harapan Jaya Resort, Bekasi


o       Punguan Ama HKBP Depok II Resort Depok


o       Pencetakan dan penyebaran buku anti narkoba ke Gereja-Gereja HKBP seJabodetabek


o       Judul “NARKOBA”


o       Jumlah buku: 2500 exemplar


o       Ceramah peduli anti narkoba dan dan HIV AIDS kepada Pelajar Sidi (Parguru Malua)


o       HKBP Rawamangun Resort Rawamangun


o       HKBP Depok II Resort Depok,


8.    PENGOBATAN PENDERITA NARKOBA


o       Pengobatan di Kantor Perwakilan setiap hari Senin dan Kamis berupa konsultasi pribadi dan doa khusus dilakukan oleh para Konselor Perwakilan.


o        Selain itu juga mengobati jemaat yang berbeban berat dan kena okultisme


o       Pengobatan melalui kunjungan ke rumah penderita bagi mereka yang tidak mau keluar rumah untuk pegobatan.


 


 


9.    PENGOBATAN CUMA-CUMA, PEMBAGIAN SEMBAKO dan KONSULTASI PRIBADI


o       HKBP Kalideres Resort Cengkareng,


o       HKBP Salembaran Resort Cengkareng,


o       HKBP Semper Resort Tanjung Priok Timur,


o       HKBP Cimanggis Resort Cibinong


o       HKBP Bojong Sawangan Resort diaspora
n lanjutan


o       HKBP Rawa Lumbu Resort Rawa Lumbu


o       HKBP Bojong Nangka Resort Tangerang,


o       HKBP Cilincing Resort


o       HKBP Cileungsi Resort Cibinong , tanggal…


o       HKBPSukatani Resort Pasar Rebo


o        Kristiani,……….Konsultasi Pribadi, kegiatan lanjutan


o       HKBP Tegal Alur Resort Tangerang,


o       HKBP Plumpang Resort Tanjung priok,


 


10.           PENGADAAN LAHAN BUKIT JONGGOL


o       Luas tanah 9.000 meter persegi


o       Status tanah Sertifikat akte jual beli


o       Rencana penggunaan tanah sebagai Pusat Diakonia HKBP (Deakon Center)  memuat:


o       Panti Rehabilitasi Narkoba dan HIV AIDS


o       Panti Jompo


o       Pusat Diklat Keterampilan Pemuda


o       Pusat Perpustakaan


o       Pusat Retreat dan Wisata Rohani


 


 


              6.   KERJA SAMA


e.     Kerja sama dengan Jakarta International Fellowship Church sejak bulan November 2002 hingga Februari 2003


f.       Kerja sama dengan Yayasan Gepenta sejak Oktober 2002 hingga Maret 2003


g.     Kerja sama dengan PT Indofood Makmur, Tbk sejak Juli 2002 hingga sekarang


h.    Kerja sama dengan Perwakilan Departemen Zending (Pekabaran injil) HKBP di Jabodetabek sejak sama-sama dilantik Juli 2001 hingga sekarang


 


     7.   PENDANAAN


       a. Persembahan Sahabat Diakonia melalui Rekening


          Bank Mandiri       


b. Persembahan Pertemuan Rutin Pengurus setiap


            pertemuan hari Kamis


       


C. PENUTUP


 


  1.  KESIMPULAN


g.      Pelayanan Perwakilan sangat dibutuhkan oleh Gereja HKBP di pinggiran  Jabodetabek dalam pelayanan Pengobatan Cuma-Cuma, namun diperlukan  pelayanan yang kontinu bertindaklanjut


h.    Pelayanan sosialisasi anti narkoba sangat dibutuhkan di gereja-gereja HKBP  baik melalui seminar, ceramah, penyebaran brosur dan buku-buku dan ceramah khusus untuk peserta Lepas Sidi dan pengkaderan konselor-konselor muda dan diperlukan pelayanan serupa secara kontinu


i.       Pelayanan terhadap penderita narkoba sangat dibutuhkan oleh jemaat HKBP tetapi lebih baik jika memiliki Panti Rehabilitasi sendiri


j.       Pengembangan Pusat Diakonia di Bukit Jonggol baru sebatas pengadaan tanah, belum dilanjutkan dengan pembangunan fisik dan rencana pelayanan


k.    Banyak program solusi Perwakilan yang sangat dibutuhkan belum dapat dilaksanakan


l.       Terlalu takut akan duplikasi tugas Perwakilan dengan Dewan/Seksi Diakoni di Huria, Ressort dan Distrik maka visi misi Perwakilan kurang menjemaat


 


 


2.SARAN


g.     Perlu ditingkatkan pelayanan Pengobatan Cuma-Cuma dari sekali dalam sebulan menjadi 2 atau 3 kali, dan perlu disadarkan bahwa kelanjutan pengobatan dapat dilakukan secara swadaya dengan membuka poliklinik setiap bulan atau mungkin setiap minggu dengan memberdayakan/ memohon kesediaan tenaga dokter atau paramedis dari anggota Gereja setempat dan obat yang digunakan diperoleh dari upaya dewan/seksi diakonia yang semakin membaik di Gereja tersebut. Bantuan seperlunya dapat dikonsultasikan dengan Perwakilan.


h.    Perlu ditingkatkan pelayanan seminar secara periodik, dan perlu semakin banyak Gereja yang memohon penyelengga raan Ceramah.


i.       Perlu diadakan mata pelajaran Peduli anti Narkoba dan HIV Aids bagi kurikulum Pelajar Sidi di Jabodetabek dimana buku dan nara sumber disediakan/dilatih oleh Perwakilan


j.       Agar segera membangun Pusat Diakonia di Bukit Jonggol, atau sebelumnya dapat menyewa tempat di sekitar wilayah Jabodetabek


k.    Agar pelayanan Perwakilan hendaknya mengikutsertakan Dewan/Seksi Diakonia Huria, Resort dan Distrik HKBP se Jabodetabek dan memberikan penggembalaan diakonia kepada jemaat


l.       Agar Perwakilan segera melatih tenaga-tenaga pelayan dan konselor di Gereja-Gereja agar Gereja tersebut dapat melayani sendiri kebutuhan pelayanan Diakonia Gerejanya.


 


 Demikian laporan kami kiranya kegiatan Perwakilan yang kami rasa belum banyak dapat diterima oleh Tuhan sebagai  persembahan dan kemuliaan NamaNya. Tuhan memberkati, Amin


             


                         (Ketua Umum  Perwakilan Diakonia HKBP di Jabotabek)

About these ads

Responses

  1. bagaimana sekarang perkembangannya?
    tolong jangan berhenti…tetap dilanjutkan karena semua yang dipaparkan tidak akan terelalisasi dalam jangka waktu yang begitu singkat,
    Diakonia HKBP perlu ditingkatkan

    .

    Terima kasih atas perhatian terutama atas kepedulian Si2.
    Kegiatan besar kami terakhir mengumpulkan pakaian layak pakai tinggal pakai dan makanan kecil dari warga HKBP DKI Jakarta (Jabodetabek) sebanyak empat truk besar kepada korban tsunami di Nias tahun 2005, selanjutnya rutin menyenggarakan pengobatan cuma-cuma ke daerah pinggiran Jabodetabek, selain melaksanakan doa penyembuhan dan konsultasi kepada korban narkoba di Jabodetabek setiap hari Kamis pukul 14.00 sd. 16.00 di Jl Nipa No 32, Belakang Gedung Walikota Jakarta Selatan. Selanjutnya akan kami kembangkan bersama Perwakilan Marturia setelah menerima petunjuk praktis dari Pimpinan HKBP Pusat tanggal 1 Des 2008 yad, doakanlah. Kami sangat membutuhkan tenaga-tenaga muda yang berjiwa diakonia, tolong didaftarkan. Bila Si2 melihat ada Gereja HKBP di pinggiran Jabodetabek yang perlu diberikan pengobatan cuma-cuma, harap diberitahu. Love, Love n Love (TodungLToruan)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: