Posted by: todung | 1 May 2008

SEJARAH PERWAKILAN DIAKONIA HKBP JABODETABEK

SEJARAH: PERWAKILAN DIAKONIA HKBP DI JABODETABEK

Pembentukan dan Peresmian:

Ephorus HKBP dalam menterjemahkan hasil Sinode Godang 1998 tentang Diakonia berbasis Jemaat diwujudkan dengan bersahaja membentuk Perwakilan Departemen Diakoni Sosial HKBP di beberapa daerah di seluruh Indonesia. Salah satunya dibentuk di wilayah Jakarta (Jabodetabek) dengan SK No. 875/L.08/VII/2001tanggal 16 Juli 2001.
Sekretaris Jenderal mewakili Ephorus HKBP meresmikan operasionalnya dalam suatu upacara besar dihadiri oleh tokoh HKBP, birokrat, teknokrat dan utusan Jemaat dari semua Ressort di Distrik VIII Jawa Kalimantan bertempat di HKBP Kernolong Jakarta Pusat pada tanggal 27 Juli 2001.
Pada saat yang sama diresmikan juga Perwakilan Departemen Pekabaran Injil (Zending) yang dipimpin oleh Pdt KH Sirait, STh dan St. DR. Payaman Simanjuntak; sedang Perwakilan Diakonia dipimpin oleh St. DR. Todung P. Lumban Toruan.

Misi: Membangun kembali Karakteristik HKBP
Semangat Diakonia yang menjadi milik karakteristik HKBP sejak awalnya (yang menjadikan HKBP bisa besar seperti ini karena kepedulian Diakonianya atas berkat Tuhan), hingga kini ingin juga mengembangkannya di seluruh wilayah peta pelayanan HKBP. Konsepnya, kita berencana membangun Rumah Sakit Balige 2, Universitas Nomensen 2, Elim 2, Hephata 2, Huta Salem 2, Radio Bonapit 2, STM HKBP 2, SMA HKBP 2, Percetakan HKBP 2, Immanuel 2, Jetun 2 dan banyak lagi berlokasi di Jakarta dan sekitarnya.
Tugas dan Fungsi:
Kesepakatan awal-awal pengurus dengan Praeses HKBP Distrik VIII Jawa Kalimantan waktu itu bahwa Perwakilan dengan Distrik memiliki tugas dan fungsi sama -sama membangun diakonia berbasis jemaat. Sehingga jelas Perwakilan akan membangun Diakonia yang belum rutin ditangani oleh Huria, Ressort dan Distrik, dan sejak itulah Perwakilan mulai menangani pelayanan bagi mereka korban narkoba dan HIV Aids dan Pengobatan Cuma-Cuma di pinggiran Ibukota Jakarta secara rutin hingga sekarang.
Kedua, yaitu membangun networking terutama dengan mitra dan simpatisan di luar HKBP bahkan di Luar Negeri untuk segera mengembangkan diakonia dalam jangka waktu menengah dan panjang.
Kesepakatan ketiga, bahwa mekanisme organisasi antara Perwakilan dan Praeses serta Pendeta Ressort dan Jemaat Huria adalah bersifat Koordinasi, tidak ada garis komando dalam mekanisme kerja secara struktur fungsional.
Kantor Perwakilan:
Gereja HKBP Cempaka Putih Ressort tanah Tinggi Jakarta Pusat pada awalnya membidani Perwakilan pada pertemuan pertama. Kemudian melalui pendekatan Pendeta khusus yang dikirim dari Pusat Pdt. JM. Panjaitan, STh menggunakan salah satu kantor dari Gereja HKBP Rawamangun sebagai kantor Perwakilan.
Kemudian oleh prakarsa dari bendahara Perwakilan Diakonia Drs. DM. Panjaitan pindah ke Kantor Baru di Jl. Sutan Iskandar Muda No. 21 Pondok Indah Jakarta Selatan. Sekarang, berkantor di Jl. Nipah XII No. 32 Jakarta Selatan, kantor milik St. Drs. M. Sitorus (sekarang Bupati Tobamas).
Pengobatan Cuma-Cuma:
Dalam tempo 5 tahun Perwakilan telah melayani 26 Gereja di pinggiran Ibukota berupa Pengobatan secara Cuma-Cuma. Pada setiap pengobatan disediakan obat bagi 200 orang yang dibagi untuk 30 sd 50% untuk Jemaat HKBP dan selebihnya warga masyarakat setempat sebagai wujud inklusivisme HKBP – melayani semua cipataan. Selain memberikan obat juga dibagikan mie instant bantuan dari salah satu perusahaan mie terbesar, dan sewaktu-waktu dibagikan juga pakaian baru dan bekas layak pakai.
Pada kegiatan ini terjaring para korban narkoba dan korban okultisme yang kemudian menjadi pasien perwakilan yang kemudian dilayani di kantor Perwakilan atau didatangi di rumahnya.
Networking:
Pelayanan bagi korban narkoba selain secara intern dilaksanakan oleh konselor-konselor Perwakilan juga bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Gabungan Masyarakat Peduli Anti Narkoba dan Anti Tawuran (Gapenta), Kepolisian RI, Badan Narkotika Provinsi (BNP) DKI Jakarta, RS. UKI, RS PGI Cikini, Yayasan Anak Bangsa, Pusat Rehabilitasi Narkoba di Jakarta dan Bogor, Gereja Tetangga, Perwakilan P.Injil (Sending) Jabodetabek, Gereja Jakarta International Christian Fellowship (JICF) dan VO (Victory Outreach) Yayasan Generasi Harapan Bangsa di Bandung cabang pelayanan global dari Amerika dengan beban pelayanan hunian dan pengobatan secara gratis.
Seminar Akbar:
Tercatat Perwakilan 3 kali mengadakan seminar akbar anti narkoba. Pertama, sekaligus Pencanangan HKBP Bebas Narkoba di Gereja HKBP Petojo Jakarta Barat, pada saat yang sama juga didengungkan lagu “Say No To Drugs” gubahan Perwakilan (sudah diterbitkan majalah Parsaoran Immanuel). Kedua, dengan hadirnya tokoh utama anti narkoba Jenderal Polisi Purn. Togar Sianipar di Gereja HKBP Jenderal Sudirman Jakarta Selatan. Dan yang ketiga yaitu kehadiran seorang tokoh nasional sangat berpengaruh dewasa ini DR. David Palinggi di HKBP Ressort Tebet Jakarta Selatan khusus membicarakan Kepelayanan Diakonia Inklusif di tengah heterogenitas.
Buku Anti Narkoba:
Perwakilan menerbitkan buku “Pedoman Anti Narkoba” dan telah dibagikan kepada anggota Jemaat HKBP melalui gereja-gereja di seluruh DKI Jakarta. Beberapa Gereja telah menggunakan buku tersebut sebagai salah satu mata pelajaran bagi Pelajar Sidi.
Diakonia Center:
Jetun Dua sebagai Diakonia Center dipersiapkan dengan lahan 1 Ha di daerah Jonggol, Bogor. Direncanakan menjadi Retreat Center, Panti Jompo, Pusat Kegiatan Belajar
Keterampilan Pemuda dan Panti Rehabilitasi Narkoba dan HIV Aids. Kelanjutannya menjadi terkendala karena beberapa hal.
Sebelum Jonggol, Praeses Distrik VIII Jawa Kalimantan pada tahun 2002 memberikan kesempatan awal kepada Perwakilan untuk bersama-sama mempersiapkan asset Distrik di Cinere (dekat Kantor Distrik dan rencana bangunan HKBP Pangkalan Jati) menjadi lokasi pembangunan serupa, namun terkendala juga karena surat tanah yang kurang jelas.
Tenaga Kepelayanan:
Tenaga kepelayanan dari Perwakilan cukup memadai terutama dalam hal pelayanan jiwa diakonia, mereka berasal dari berbagai Gereja HKBP di Jabodetabek. Memadai dalam hal pelayanan pengobatan dinatu oleh para dokter serta para medis dari perusahaan-perusahaan besar swasta dan pemerintah yang sedang berlibur, pelayanan konseling, pelayanan Firman Tuhan, dalam hal tenaga, pemikiran dan juga penyusunan program. Walaupun kebanyakan dari antara mereka pensiunan dan beberapa janda namun tidak pernah kendor bila disebut sebagai pelayan diakonia karena sudah merupakan panggilan Tuhan Yesus dalam hidupnya.
Konselor:
Sebagai konselor, tenaga kepelayanan pada Perwakilan diperlukan oleh beberapa Gereja untuk membina Peserta Sidi pada saat retreat. Diketemukan bahwa Peserta Sidi dewasa ini pada umumnya sudah tidak lepas dari persoalan narkoba (10-20%), kecanduan blue film dan gambar porno (30-90%), tidak sayang ibu, melawan ayah (5-10%), stress dan broken home (5-10%), tidak suka ke Gereja HKBP (20-80%), dan sudah memerlukan penanganan khusus oleh Gereja dan Diakonia.
Program:
HKBP di Jabodetabek sudah waktunya memiliki pelayanan Diakonia seperti membangun “HKBP Crisis Center” lebih khusus menangani bencana alam (Tanggap Darurat) dan krisis lain (Partukkoan), membangun perusahaan, membangun bank, media cetak dan elektronik dan percetakan dan kegiatan lain secara khusus di luar pelayanan Distrik, Ressort dan Huria seperti kesepakatan awalnya. Mengapa di bona pasogit yang miskin boleh, di Kota Metropolitan Jakarta tidak mampu?

Ke depan:
Eksistensi dari sebuah organisasi HKBP seperti Perwakilan Departemen Diakonia di Jabodetabek dan juga di daerah lain perlu didukung agar tetap berjalan dengan efektif. Masing-masing komit dengan tugasnya tidak melaksanakan tugas secara tumpang tindih antara Bidang Diakonia di Distrik yang dibentuk oleh Aturan dan Peraturan HKBP 2002 dan Perwakilan yang didasarkan oleh SK Ephorus yang terbit sebelum AP 2002 disusun dan berlaku. Syukur, hal tumpang tidih seperti ini belum pernah terjadi.
Pertanyaannya sekarang: kapan cita-cita mulia HKBP mengulang kembali sukses Diakonia HKBP 140 tahun (50 tahun pertama) berselang di bona pasogit dapat terulang kembali pada peta pelayanan Parserakan dengan wadah Perwakilan Diakonia di Jabodetabek dan di wilayah lainnya, agar HKBP dapat berkembang berlipat ganda dari eksistensinya yang sekarang?

( Ketua Umum Perwakilan Diakonia HKBP di Jabodetabek)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: