Posted by: todung | 14 May 2008

Quovadis Indonesiaku: 1. Korupsi ada Dimana-mana

Dusta merupakan awal dari korupsi. Orang yang tidak takut berdusta atau berbohong sangat mudah melakukan korupsi. Koruptor mengambil lebih dari yang seharusnya menjadi miliknya. Pembantu kantor disuruh memfotokopi surat, biaya fotokopi sebenarnya hanya Rp 80,- tetapi ditulis dalam cash bon sebesar Rp 150,- Lebihnya Rp 70,- perexemplar dikalikan dengan jumlah lembar yang difotokopi, misalnya 100 lembar, lumayan Rp 7.000,- dia peroleh dari hasil korupsi.

Tukang fotokopi juga ingin agar pembantu tadi selalu memfotokopi di tempatnya, lalu bertanya: “bonnya tulis berapa?” Dijawab oleh pembantu: “biasalah, Rp 150,- Bos kantor yang menyuruh pembantu tidak curiga lagi melihat nota cash bon, sudah sama-sama mengerti, ada rasa kasihan. Bisa terjadi hal ini juga sampai di tangan pemeriksa, dibiarkan saja, tak apalah, katanya.

Demikian korupsi bisa terjadi pada semua tingkatan dari rumah tangga antara anak, orang tua dan pembantu, di sekolah antara guru, kepala sekolah dan TU, pada organisasi kecil dan besar antara staf pengadaan, direktur dan pengusaha, pada pemerintahan terendah hingga tertinggi antara pegawai perlengkapan, kepala unit dan cukong, pada organisasi agama antara agamawan, jemaat dan donator. Jadi kalau mau diperiksa, periksalah minimal tiga-tiganya, kalau mau lagi periksalah pemeriksanya. Sebagai Negara yang termasuk Negara terkorup di dunia, marilah berusaha untuk tidak menjadi koruptor dimulai dari lingkungan diri sendiri.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: