Posted by: todung | 25 August 2008

SEANDAINYA SAYA JADI PRESIDEN RI (AYAT 12)

KEMBALIKAN INDEPENDENSI

BADAN YUDIKATIF, MAHKAMAH AGUNG, PENGADILAN

Badan Yudikatif, Mahkamah Agung, Pengadilan, dan perangkat-perangkat hukum melakukan pelayanannya dengan independensi yang murni, namun yang melakukan praktek hukum dan keadilan secara tidak bertanggung jawab dan mafia peradilan akan ditindak dan diproses hukum secara obyektif, tegas dan tidak diskriminatif.

Pengetahuan tentang Hukum dan Hak Azasi Manusia disebarluaskan sehingga masyarakat sadar akan hak dan kewajibannya. Law enforcement ditegakkan sedetil mungkin dilengkapi dengan polisi hukum di semua sektor. Contoh kecil, Polisi hukum atau Polisi Kesehatan akan menangkap pemilik rumah atau pimpinan kantor yang di atas kap rumah/kantornya atau di selokan rumah/kantornya ternyata bersarang jentik dan nyamuk yang mungkin manjadi sumber dari penyakit demam berdarah dengue, lalu diproses verbal. Hukum adalah panglima.

Seperti pada buku cerita bahwa praktek mafia peradilan dapat dengan mudah dipelajari, namun membuktikannya sulit karena pelaku-pelakunya adalah orang dalam sendiri. Hakim minta bagian dari jaksa dan atau dari pembela karena memenangkan penggugat atau meringankan hukuman bagi tergugat. Uang yang diminta oleh hakim ialah sebagian dari yang diduga diterima oleh pembela dari tergugat, atau sebagian dari yang diduga diterima oleh jaksa dari penggugat.

Terjadi negosiasi pada setiap langkah peradilan sebelum diputuskan. Sudah pasti mafia peradilan seperti ini akan memenangkan penggugat atau tergugat yang memiliki uang lebih banyak atau lebih berkuasa. Terjadi kesepakatan hingga perkara dimenangkan di tingkat pengadilan tinggi namun akan dikalahkan setelah masuk kasasi di Mahkamah Agung. Bila image mafia peradilan seperti di atas terjadi maka sulit mempercayai dan mengakui independensi badan yudikatif, pengadilan dan mahkamah agung. Bukankah pemerintah harus dengan sigap menyiasati lalu mengambil tindakan? Jika demikian maka tidak ada arti independensi badan yudikatif lagi.

Sebaiknya lembaga yudikatif tidak menerima dana dari pihak lain yang bersengketa atau yang memiliki kepentingan dalam suatu perkara, hal itu akan mengurangi sikap independensi yang mereka miliki. Semestinya diperlukan sebuah badan lagi yang mengawasi independensi badan yudikatif termasuk peradilan. Badan yudikatif yang independen harus memandang peradilan itu sebagai perwujudan keadilan dan kebenaran suatu forum keTuhanan bukan forum keiblisan atau kesetanan.

Pelaksanaan HAM sebagai cermin keadilan dan kebenaran pelaksanaannya harus dengan penjelasan dan sosialisasi yang lengkap. Deklarasi Universal HAM tanggal 10 Desember 1948 turut diratifikasi oleh Indonesia. Ada batas pasti antara orang kuat atau penguasa dengan orang miskin yang lemah dalam hal kebebasan. Berarti dibutuhkan perlindungan awal dari pemerintah berupa perundang-undangan agar tidak terjadi pengusiran rakyat kecil atas haknya oleh mereka yang lebih berkuasa dan berharta. Perlindungan dimaksud misalnya memberi hak memiliki saham, hak asuransi jiwa atau hak dipekerjakan.

Independensi badan peradilan semakin jelas melalui perundang-undangan menyangkut hak masyarakat kecil, sejak hak atas: warisan, pertanahan, keturunan, rumah, masa depan, pendidikan, kesehatan, agama dan kepercayaan, pekerjaan dan membekerjakan, karya sendiri, milik bersama suami dan istri, berpendapat, memberi dan menerima, kebersamaan kelompok, memberi dan menerima penghormatan dan penghargaan, memberi dan menerima hibah, memberi dan menerima keadilan dan hak-hak privasi lainnya serta kejelasan kewajiban-kewajiban dalam memelihara hak-hak yang dimiliki.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: