Posted by: todung | 25 August 2008

SEANDAINYA SAYA JADI PRESIDEN RI (AYAT 1)

Ayat 1:

WAJIB MEMPERTAHANKAN KEUTUHAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI)

Saya mempertahankan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan keutuhan bangsa Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, mempersatukan seluruh kekuataan, perbedaan, tidak sejengkalpun tanah Indonesia dimiliki oleh bangsa dan negara lain, tidak ada opsi untuk itu;

Saya tidak membolehkan aparat pemerintahan termasuk wakil rakyat memiliki dwikewarganegaraan atau tidak memiliki rasa nasionalisme yang kuat serta memiliki patriotisme abu-abu . Usia manusia dan aparat pemerintahan hanya sebentar namun pelaksanaan idealisme 1945 yang komit baik oleh orang-orang yang lahir kemudian akan membuat sejarah negara dan bangsa ini kekal walaupun orangnya kemudian juga sudah akan tiada.

Negara ini tidak tercipta sekarang sesuai dengan kemauan sekarang, namun lahir saat NKRI dikumandangkan dan bertumbuh berkembang di dalamnya, dan harus dipertahankan utuh dan kuat hingga dunia kiamat. Harus dipertanyakan segala upaya ingin merubah bentuk negara misalnya menjadi negara federal, dan otonomi daerah yang ada sekarang pun tidak ditujukan untuk menjadi anti NKRI atau menjadi NKRI abu-abu.

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah anugerah dan berkat dari Tuhan Yang Maha Esa. Dia dilahirkan dari proses panjang perjuangan dan diwujudkan dalam proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Negara yang diperuntukkan bagi seluruh rakyat Indonesia. Bagi rakyat yang merupakan gabungan sejarah dan peradaban serta budaya sejak awalnya. Anugerah bagi perjuangan yang berlanjut hingga proses pahit penjajahan dan proses hidup atau mati dalam penghapusan penjajahan itu sendiri. Jiwaku, jiwamu yang sudah dan yang belum lahir dalam proses itu. Sekarang hingga selamanya berada di dalam anugerah NKRI itu.

Kata akhir proses Pengakuan Kedaulatan setelah penandatanganan akte penyerahan kedaulatan pada Konferensi Meja Bundar (KMB) ialah pengakuan kedaulatan Indonesia dengan wilayah negara meliputi seluruh bekas wilayah Hindia Belanda. Tidak termasuk Serawak di Kalimantan Utara dan Timor Timur (Timor Leste) di Pulau Timor. Papua Barat (Irian Barat) yang segera pula dimenangkan oleh seluruh rakyat Indonesia. Timor Timur kemudian menyatakan diri bergabung dengan NKRI.

Timor Timur kembali membentuk Negara sendiri dengan nama Timor Leste, setelah opsi yang diberikan oleh Presiden RI sendiri. Perlu ada lembaga internasional meninjau kembali pelaksanaan jajak pendapat yang dilaksanakan oleh Unamet (The United Nations Mission in East Timor) yang bertugas sejak tanggal 11 Juni sd. 25 Oktober 1999 itu. Opsi yang diberikan Presiden yang memiliki dua kewarganegaraan itu ternyata tanpa persetujuan wakil rakyat.

Demikian halnya dengan Pulau Sipadan dan Ligitan di Kalimantan, perlu ditinjau ulang. Demi NKRI presiden sebenarnya tidak otomatis menerima keputusan Mahkamah Internasional (International Court of Justice) di Belanda. Ada 16 dari 17 hakim yang berpihak kepada Malaysia, satu suara saja tidak setuju yaitu hakim dari Indonesia. Malaysia yang baru mulai beroperasi sejak tahun 1930 di Sipadan dan Ligitan menang mutlak, pada hal kepemilikan Indonesia sudah sejak tahun 1891 diatur oleh Konvensi Internasional.

Akankah Pulau Ambalat, Natuna, Nangro Aceh Darussalam, Papua, Bali, Aceh, Riau, Ambon akan lepas juga pada saat pihak luar membaca kapan waktu yang tepat pemimpin dan pejabat tinggi Indonesia lengah? Indonesia perlu hati-hati jangan lengah menghadapi kiat-kiat Negara tetangga terutama Malaysia. Perubahan perbatasan di Kalimantan Utara yang sudah dirobah termasuk keinginan merebut Ambalat yang sudah diberi sinyal serta klarifikasi laskar waitania yang sudah diperdebatkan segera diwaspadai dan ditindaklanjuti.

Campur tangan luar juga harus diperhitungkan. Negara yang berbuat kebaikan juga mungkin ada maksud tertentu. Juga yang menciptakan pergolakan atau yang merekayasa permusuhan rasial, agama dan politik melalui lembaga sosial, lembaga agama dan lembaga partai di negara kita khususnya di pulau-pulau yang kaya minyak, secara terselubung, perlu segera diamati. Menciptakan negara ini di luar pola NKRI perlu dicermati, bila hal itu terjadi, negara besar akan masuk dengan dalih membantu, sehingga issu sentral yang terbaca dari keadaan sekarang ialah: pulau-pulau kaya minyak itu membentuk negara terpisah dari NKRI agar mudah dikuasai pihak luar. Politik devide et impera melalui otonomi daerah dan agama sangat ampuh disini.

Jangan kita lupa kerajaan-kerajaan bercorak Hindu – Budha, kerajaan-kerajaan bercorak Islam serta penganut-penganut agama yang bercorak Kristen dan agama serta kepercayaan lainnya yang muncul dengan siarnya, secara dahsyat mengantar dan mewarnai kehidupan peradaban akhirnya menjadi ketetapan resmi sebagai lembaga yang sama-sama dijajah, dalam keberagaman, dalam perjalanan panjang, bersatu dalam negara yang kemudian disebut Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sejarah dominasi asing, pedagang Portugis dan penjajahan Belanda, terutama Belanda dengan politik pecah belahnya, devide et impera, telah merusak kebersatuan, kesatuan lembaga adat dan budaya, kekerabatan suku dan wilayah serta lembaga kepercayaan masyarakat. Perang yang sifatnya kedaerahan muncul, perang ideologis dan politis kemudian marak menjelang kemerdekaan yaitu dengan munculnya gerakan-gerakan partai, gerakan-gerakan pemuda dan perempuan. Akumulasi dari seluruh perjuangan dan akulturasi peradaban di dalamnya, bahkan penjajahan Jepang menjadi saat menuju puncak dimana Ibu Pertiwi hamil tua untuk melahirkan bangsa di tanah air, tanah tumpah darah Indonesia, Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: