Posted by: todung | 25 August 2008

SEANDAINYA SAYA JADI PRESIDEN RI (AYAT 11)

KEMBALIKAN STATUS MPR, DPR DAN DPD SEBAGAI WAKIL RAKYAT

Status DPR, MPR dan DPD akan saya kembalikan fungsinya sebagai wakil rakyat bukan hanya sebagai pemberi pertimbangan atas keputusan pemerintah, karena bisa saja pemerintah memutuskan sesuatu dengan wewenangnya tanpa meminta suara rakyat lebih dahulu melalui DPR/MPR/DPD, nanti setelah dilaksanakan baru diminta pertimbangannya bukan persetujuannya; Provinsi Timor Timur sudah lepas karena pemerintah memberi dua opsi tanpa persetujuan wakil rakyat lebih dulu, dan melanggar Tap MPR.

Pemerintahan saya tidak akan pernah kebablasan; negara, provinsi, pulau dan asset bangsa lainnya sudah menjadi milik orang atau bangsa lain, baru akan minta pertimbangan wakil rakyat; saya tidak akan pernah melecehkan wakil rakyat. Walau perjalanan proses persetujuan kebijakan boleh panjang bila berhadapan dengan wakil rakyat, tugas pemerintahan saya ialah memberikan pengertian yang mendasar dan komprehensif; dan pemerintahan saya tidak akan pernah memberikan uang pelicin dalam acara dengar pendapat agar konsep disetujui.

Apakah karena perubahan UUD 1945 yang diamandemen sehingga Presiden diperbolehkan mengambil keputusan tersendiri menyangkut Tap MPR tanpa konsultasi dengan wakil rakyat di DPR dan MPR? Jika demikian, UUD yang diamandemen itu perlu diamandemen kembali. Jangan terjadi hal seperti itu di negara ini, kecuali di negara-negara diktator. Status terhormat wakil rakyat di DPR dan MPR tidak boleh dilecehkan dengan melangkahi mekanisme pengambilan keputusan yang ditetapkan. Apakah DPR, MPR dan DPD itu sendiri yang merasa tidak apa-apa bila sudah terjadi pelecehan? Atau ada sesuatu hal yang perlu dipertanyakan pada mekanisme pengambilan keputusan dalam lembaga tinggi dan tertinggi negara ini?

Segala kebutuhan anggota dewan dan majelis harus diperhatikan dan dicukupkan sepatutnya agar keputusannya tidak berbau politik uang baik di ruang sidang mau pun di lapangan. Memang dalam prakteknya pemerintah menyusun lebih dahulu rancangan perundang-undangan, dan itu merupakan salah satu haknya, karena aparatnya banyak yang ahli di bidangnya melebihi kemampuan anggota DPR, namun semuanya baru dapat diundangkan setelah dengar pendapat dan mendapat persetujuan DPR. Sampai disitu masih benar tetapi yang tidak benar apabila pemerintah sudah membuat keputusan lebih dahulu baru meminta persetujuan wakil rakyat dalam DPR.

Walau pun dalam proses persetujuannya sering kita dengar kebiasaan yang terjadi dimana pihak pemerintah diwakili oleh departemen atau institusi pembuat rancangan undang-undang memfasilitasi DPR sebaik-baiknya dengan memberikan uang agar konsep rancangan tersebut segera disetujui, praktek seperti ini perlu dibersihkan, ini termasuk kejelekan DPR kita, bukan malah sebaliknya berterima kasih atas konsep rancangan yang telah disiapkan oleh pemerintah yang kemudian merupakan produk DPR namun menjadi peluang untuk memperoleh sesuatu.

Dengan amandemen UUD 1945 yang pertama tentang perubahan kedaulatan rakyat dulu dijelmakan kepada MPR, sekarang langsung dilaksanakan sendiri oleh rakyat. Presiden tidak lagi dipilih oleh wakil rakyat di DPR tetapi langsung oleh rakyat melalui pemilihan presiden (Pilpres). Banyak tugas dan tanggung jawab MPR terpotong dan terkurangi mengakibatkan fungsi MPR samar-samar. Dahulu sebelum amandemen, MPR menyusun Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) setiap 5 tahun. Presiden mandataris MPR melaksanakan negara berpedomankan mandat itu. Sekarang? tidak perlu lagi. Bila semakin samar maka perlu dikembalikan pada fungsi sebenarnya, diamandemen ulang.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: