Posted by: todung | 25 August 2008

SEANDAINYA SAYA JADI PRESIDEN RI (AYAT 14)

TINGKATKAN PROFESIONALITAS KEPOLISIAN NEGARA,

TENTARA NASIONAL INDONESIA

DAN BADAN INTELIJEN NEGARA

Polisi berkualitas ditingkatkan, kesan Polisi tukang pungli ditinggalkan, harus professional dan bermartabat. Kehidupan Tentara baik Angkatan Darat, Laut maupun Udara, serta Badan Intelijen dikembangkan setara internasional, dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang wajar sewajar luas Indonesia:

Saya memperhatikan kesejahteraan, pendidikan dan sistem keamanan dan ketertiban negara, tidak akan mengandalkan keamanan dan ketertiban negara di luar institusi resmi, seperti kepada preman kota, kumpulan anak pejabat dan anak polisi dan tentara, atau jagoan suku dan asal daerah yang sering bertindak arogan. Walau pun sikap patriotisme dan nasionalisme berbagai kelompok sangat didambakan.

Kesan umum masyarakat bahwa kepolisian negara mengatur ketertiban lalu lintas jalan darat, mengatur SIM, BPKB, STNK, Tilang, mirip dengan tugas dan fungsi LLAJR. Kedua, menyusul jatuhnya rezim Soeharto, dwifungsi ABRI dihapuskan pada tahun 2000, sehingga Kepolisian Negara bukan angkatan bersenjata lagi. Ketiga, seperti termaktub dalam Undang-Undang Nomor 2 tahun 2002 Polri berperan memelihara kamtibmas, penegak hukum, pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

Kesan Umum terhadap Tentara Nasional ialah konsentrasi membela perdamaian di Libanon mempersiapkan TNI dan peralatan perang khususnya panser yang dibeli dari Perancis langsung diberangkatkan ke lapangan perang di Libanon Mudah-mudahan selesai missi ini seluruh peralatan utuh dapat dipergunakan di Indonesia dengan baik dan efektif. Sejarah panjang TNI AD mulai dari ex PETA Jepang, KNIL Belanda, dan Laskar Rakyat, BKR, TNI, ABRI (digabung dengan Polri) kemudian kembali menjadi TNI AD melalui Tap MPR No VI/MPR/2000. TNI-AD berjuang mempertahankan kemerdekaan dari 1945 hingga 1949, menumpas berbagai gerakan separatisme demi tegaknya NKRI.

Kesan umum akan TNI AL terbayang ketidakseimbangan personel dan peralatan dengan luasnya laut Indonesia menumpas pencurian ikan, mengawasi perbatasan Negara. Perjuangan sejak berdirinya, menumpas gerakan separatis, memperkuat Corps, penerbangan Angkatan Laut, Operasi Ampibi, Fregat, Kapal Selam, Peluru Kendali, dan pembom jarak jauh dan pada jamannya termasuk sebuah Angkatan Laut terbesar di Asia.

Kesan umum tentang TNI Angkatan Udara kegiatannya selalu berada dekat di markas besar dan di Lanud, sekali-sekali pesawat tempur latihan dan terlihat di media TV terutama dalam memperingati Hari ABRI dan Hari Pahlawan. Bersamaan dengan perjuangan TNI pada umumnya dimulai dengan BKR. Peristiwa jatuhnya pesawat dakota yang mengakibatkan gugurnya tiga perintis TNI AU masing-masing Adisutjipto, Abdurahman Saleh, dan Adisumarmo pada perjuangan melawan Belanda.

Tentang BIN yang merupakan Lembaga Pemerintah Non Departemen karena namanya Badan Intelijen Negara, semuanya dalam nuansa intelijen, kesan tertutup, serba rahasia. Terjadi terorisme, pemboman, pembakaran gedung kedutaan dan konsulat negara sahabat, dilakukan penangkapan pelaku teror dan pemboman, dalam proses penangkapannya tidak terlihat kaitan dengan BIN, semua dugaan dan rekayasa, senantiasa samar.

Keadaan negara dalam kondisi aman sebenarnya merupakan peluang memaksa ABRI dan kepolisian meningkatkan profesionalitasnya. Sudah waktunya anggota kepolisian, TNI AD, TNI AL, TNI AU dan BIN memiliki kemampuan berbahasa Internasional, memahami strategi dan taktik melaksanakan tugas pengamanan negara setara dan setingkat pola internasional.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: