Posted by: todung | 26 August 2008

SEANDAINYA SAYA JADI PRESIDEN RI (AYAT 19)

LUNASI HUTANG NEGARA

KE LUAR NEGERI

Pada akhir pemerintahan saya tidak ada lagi hutang Indonesia warisan pemerintahan yang lalu-lalu, semua harus dibayar, negara ini harus bersih dari hutang baru bisa menjadi bangsa yang besar;

Pembayaran hutang sudah dimulai sejak tahun pertama, walaupun rasanya pahit. Perhitungan hutang rakyat Indonesia sekarang per orang baik yang baru lahir hingga orang tua menjelang sorga Rp 10.000.000,- masing-masing tahun berkurang seperlima.

Sejak tahun 1967 saat Indonesia memulai pembangunan berencana sejak itulah Indonesia mulai didikte dan mungkin hingga saat ini tetap didikte oleh lembaga-lembaga keuangan dan negara-negara donor penagih hutang luar negeri seperti oleh Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia, IMF (International Monetary Fund), IGGI (Inter-governmental Group on Indonesia) dan kemudian berganti nama menjadi CGI (Consultative Group on Indonesia). Melalui kesepakatan nasional tahun 1967 dimulailah lembaran baru pembangunan Indonesia. Pembangunan dimaksud memperbaiki Indonesia dengan gaya yang modern ingin lebih tampil beda dari pemerintahan sebelumnya di jaman orde lama, yang juga sekali-kali dipakai sebagai kambing hitam.

Beberapa periode pembangunan berkelanjutan, Indonesia juga menunjukkan kepada dunia luar kepercayaan dan kemajuan disana sini, hingga menerima penghargaan sebagai negara yang sudah berhasil berswasembada pangan bahkan mampu memberi bantuan beras kepada negara-negara miskin di Afrika, walau pun kemudian ternyata menjadi hutang rakyat dan akhirnya dalam perjalanan panjang diketahui dengan berbagai mekanisme yang ditata sedemikian rupa uang pinjaman ternyata mengalir ke kantong para petinggi negara dan anak-anaknya melalui yayasan, melalui kroni-kroni dan melalui alat pelindung kebijakan dan politik di berbagai daerah dan berbagai lembaga masyarakat.

Tahun 2002 hutang luar negeri Indonesia melalui CGI sebesar US$ 3,14 miliar, dan tahun 2003 berkurang menjadi sebesar US$ 2,7 miliar dan tahun 2006. Hutang Luar negeri naik menjadi US$ 67,9 miliar bersama dengan hutang domestik semua berjumlah US$ 130 miliar sama dengan Rp 1.400 triliun dan sama dengan 4 kali jumlah APBN. Pernah ditawarkan moratorium, semacam rescheduling, penundaan pembayaran hutang negara, bahkan Pemerintah Inggris pernah mengusulkan dibekukannya pembayaran hutang-hutang negara yang terkena bencana tsunami terutama setelah negara seperti Indonesia banyak mengalami bencana alam, namun Indonesia percaya diri akan membayarkan dengan mencicil seluruh hutang negara tepat pada waktunya. Sebuah kebijakan yang patut dipuji. Namun apa salahnya bila moratorium dan rescheduling serta penundaan hutang dapat dilaksanakan dengan syarat harus selesai dalam satu periode kepresidenan.

Hutang, mencap negeri ini sebagai orang penghutang dan negara miskin yang akan selamanya miskin dan taat kepada aturan negara-negara dan lembaga pemilik uang pinjaman. Ini yang kita tidak mau, untuk itu kita bayar semua hutang agar tidak menjadi beban dalam melangkah maju, kita harus maju boleh lebih besar dari mereka yang menjadi donor kita sebelumnya. Ini mimpi kita, dan kenderaan kita ialah persatuan dan kesatuan serta tekad kita sebagai rakyat yang walau pun punya hutang banyak.

Dengan meminjam uang dari publik pun jadilah, menerbitkan Undang-Undang Nomor 24 tahun 2002 tentang Surat Utang Negara melalui jasa bank. Surat berharga Obligasi Negara Ritel (ORI), merupakan obligasi negara yang dijual melalui agen secara berseri kepada individu WNI. Bila perlu tawaran negara donor yang ingin memutihkan pinjaman yang menjadi hutang luar negeri Indonesia kita terima saja sebagai negara bersahabat tanpa harus malu.

Seandainya Saya Jadi Presiden


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: