Posted by: todung | 26 August 2008

SEANDAINYA SAYA JADI PRESIDEN RI (AYAT 20)

SAMAKAN KURS RUPIAH

DENGAN KURS MATA UANG INTERNASIONAL

Kurs rupiah segera saya sesuaikan dan samakan dengan dollar, euro, poundsterling dan mata uang asing secara bertahap;

Setiap aspek dan lembaga terkait dengan nilai uang seperti perbankan, perkreditan, bursa efek, exchange, penjaminan selalu tersistem dan terstandarkan. Setiap asset negara di dalam dan di luar negeri harus jelas dan akuntabel. Pribadi yang menyimpan dan yang membawa uang di bank dan tempat penyimpanan asing dan luar negeri juga yang masuk atau diinvest dan segala mutasi dan perubahannya di dalam negeri harus tercatat. Pembelian hasil produksi rakyat dibolehkan dengan perhitungan standard dolar atau euro atau mata uang asing dan dibayar dengan uang rupiah.

Masing-masing negara memiliki wewenang penuh untuk menetapkan kurs uang negaranya. Masing-masing negara bekerja keras agar kurs mampu turun terus ke arah yang lebih menguntungkan, bahkan sama dengan nilai mata uang standar secara internasional. Kurs Rupiah dewasa ini antara Rp 9.250,oo – rp 9.750,oo diupayakan boleh turun hingga Rp 8.000,oo bahkan Rp 5.000,oo. Kurs merupakan perbandingan nilai uang terhadap mata uang asing, merupakan salah satu variabel ekonomi makro yg sangat penting. Gejolak yang terjadi pada kurs mata uang akan dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi.

Kurs dollar dan mata uang asing lain setiap saat dapat berubah-ubah atau berfluktuasi, tergantung pd kekuatan ekonomi negara. Jika permintaan terhadap mata uang setempat bertambah mengakibatkan naiknya kurs mata uang tersebut terhadap dollar. Untuk memperoleh nilai yang akurat tentang kurs rupiah terhadap mata uang asing dapat diperoleh setiap saat pada bank terdekat setempat. Perubahan tingkat suku bunga secara drastis akan terjadi pada situasi dan kondisi yang terkait dengan perubahan kurs mata uang. Keuntungan dan kerugian kurs terjadi akibat adanya fluktuasi nilai tukar mata uang fungsional (rupiah) terhadap mata uang asing.

Faktor2 itu sangat rentan dengan perubahan kurs, ketika setiap perubahan kurs mata uang akan berarti pula mengubah target dan kinerja ekonomi makro. Mata uang negara kita kurang memiliki wibawa dibandingkan dengan Negara Thailand dan Korsel yang juga sama-sama mengalami krisis ekonomi tahun 1997, akan tetapi jatuhnya kurs mata uang kedua negara itu terjamin signifikan karena keuletan negara itu mempertahankan keutuhan ekonomi melalui komponen-komponen pelaksanaan standar-standar sektor perekonomian. Berbeda dengan Indonesia, keterpurukan ekonomi masih harus dilanjutkan lagi dengan gejolak politik yang berkepanjangan.

Kurs mata uang Indonesia akan bersaing dengan mata uang asing apabila hasil produk rakyat dibayar mahal sehingga seluruh komponen bangsa memiliki daya beli yang kuat. Tidak layak bila pemerintah lebih dulu menaikkan harga bbm dan produk manufaktur lainnya dari pada menaikkan harga produk masyarakat. Singapur memiliki kurs mata uang ringgitnya demikian tinggi, hampir sama dengan dollar Amerika? karena pemerintahnya berhasil menunjukkan bahwa produk karakteristik rakyatnya dari pajak, semua hal terkait dengan pajak dan pola kehidupan diatur dengan kedisiplinan membayar berbagai pajak.

Thailand, Korea dan China berhasil dengan produk pertanian namun segera pola kehidupan berubah menjadi industri, walau demikian mereka tidak meninggalkan pertanian yang sudah mapan tetapi tetap maju dengan industri pertanian, dan dari sanalah mereka menyesuaikan nilai kurs mata uang mereka yang demikian berwibawa bersamaan dengan wibawa ekonomi rakyat.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: