Posted by: todung | 26 August 2008

SEANDAINYA SAYA JADI PRESIDEN RI (AYAT 22)

BERANTAS PRAKTEK KORUPSI, KOLUSI DAN NEPOTISME

(PENCURI UANG BEGARA)

Tidak membiarkan ada akar KKN yang secara terselubung dan terang-terangan mempengaruhi kebijakan dan profesionalime pejabat yang sedang menjabat, tindakan hukum tembak mati para koruptor akan saya berlakukan.

Saya tanamkan budaya malu kkn dimulai dari keluarga, staf kepresidenan, departemen, gubernur dan bupati-walikota, camat dan lurah hingga aparat pns, anak sekolah dan mahasiswa baru kemudian atau bersamaan kepada warga masyarakat. Untuk itu juga, Organisasi Sosial Masyarakat, Yayasan serta Badan lain yang hanya berorientasi memperoleh cucuran dana dari dalam dan luar negeri untuk kepentingan sendiri dibubarkan.

Pencuri uang di lembaga-lembaga negara serta lembaga departemen dan non departemen strategis yang sudah tidak menjadi rahasia umum harus segara dituntaskan, sebaiknya harus menjadi tauladan bagi seluruh rakyat Indonesia. Ke 63 ayat dalam buku ini tidak dapat dilakukan tanpa membasmi lebih dulu KKN.

Istilah KKN terlalu eufenistis, terlalu indah bagi pelaku pencuri uang negara, sebuah istilah yang harus diganti menjadi “Pencuri Uang Negara”. Korupsi sendiri hanya berarti pembusukan. Mencuri uang sudah membudaya. Semua anggota keluarga, dalam pencurian uang baik di rumah, di tempat kegiatan dan organisasi mau pun lembaga dan kantor pemerintahan serta swasta tidak takut melakukan pencurian dan pencurian uang negara. Indonesia termasuk Negara terkorup di dunia. Korupsi sudah lama terdengar, nuansa penjajahan Belanda dan Jepang yang merampas hak masyarakat dan bangsa masih turun temurun. Lebih dahsyat lagi setelah negara dibangun dengan pola proyek, kebanyakan orang dibahagiakan, seolah-olah bangsa ini hidup untuk memperoleh proyek. Di dalam proyek itu terlalu banyak praktek pencurian uang Negara. (baca juga ayat 58: hapuskan proyek)

Banyak pembangunan bangunan yayasan, sekolah unggulan, tempat ibadah modern, isteri pejabat berdarma wisata ke luar negeri atau di dalam negeri baik secara keluarga mau pun berkelompok, anak-anak hidup jet set di restoran mahal, naik mobil mewah berduaan, kehidupan siang di mall hingga malam di diskotek, dari mana uang untuk itu semua? Pada penghujung tahun anggaran banyak dilaksanakan konperensi, seminar, studi banding, bahkan pembangunan pisik dan aneka cara untuk menghabiskan dan mencuri uang Negara dan proses pencurian ini aman hanya dengan istilah “dead-lock”. Anggaran Negara dan daerah habis agar tidak terjadi dead-lock.

Komisi Pemeriksaan Korupsi (KPK) sudah dibentuk namun statusnya dibuat ragu oleh mereka yang diduga para pelaku korupsi (pencuri uang negara) yang banyak gentayangan terpelihara sejak jaman orde baru dan jaman reformasi, juga oleh penguasa yang akan diperiksa. Komisi ini harus dipertahankan dan diperkuat statusnya. Lembaga lain seperti Kepolisian Negara, Kejaksaan, LSM, DPR/DPRD, Pengadilan, Penjara, Media, Badan Pemeriksa, agama dan yang lain sudah tidak mempan kepada perilaku korupsi, pencuri uang Negara yang sudah membudaya. Pelaku korupsi, pencuri uang negara hanya dipenjarakan maksimal 5 tahun, mengapa tidak dieksekusi langsung dengan tembak mati? Sebaiknya agar pemberantasan korupsi juga sudah dimulai dari setiap organisasi, badan usaha dan badan lain di Negara ini dari yang terbesar hingga yang terkecil.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: