Posted by: todung | 26 August 2008

SEANDAINYA SAYA JADI PRESIDEN RI (AYAT 28)

Ayat 28

TANGGULANGI SEGERA

SETIAP BENCANA ALAM YANG TERJADI

Setiap ada bencana alam sesuai dengan karakteristik setempat segera sedini mungkin ditanggulangi. Tidak harus menunggu lama karena persiapan yang kurang.

Saya persiapkan alat berat dan ringan, perabot, bahan-bahan, fasilitas dan petugas yang diperlukan sesuai dengan karakter bencana di suatu daerah, demikian dengan stock nasional di pusat, sehingga segera dengan cepat melayani dan mengantisipasi korban yang lebih besar bila terjadi bencana alam; sedia payung sebelum hujan. Malu rasanya apabila negara luar lebih dulu memberi bantuan dari bangsa sendiri. Semua daerah yang kena bencana tanpa pembedaan harus segera terlayani.

Dibalik kekayaan alam Indonesia yang sungguh dahsyat terdapat bencana alam yang dahsyat juga. Bencana gempa bumi, gempa vulkanik dan tektonik, kebakaran hunian atau hutan, tsunami, banjir, longsor, kapal laut tenggelam, kapal udara terpeleset jatuh, mobil tabrakan, penyakit menular virus endemik, nyamuk berdarah dengue, penyakit virus binatang menular seperti anthrak, flu burung, semua harus ditanggulangi dengan segera.

Banyak terjadi bencana alam tidak segera ditanggulangi karena banyak hal. Mungkin komunikasi dan informasi terputus atau memang tidak tersedia baik oleh pemerintah atau grup informasi swasta dan Grup Radio Amatir yang biasanya secara sukarela beroperasi demi keselamatan masyarakat. Keadaan seperti ini sangat menyulitkan, siapun tidak tahu akan mulai memberi pertolongan dari mana, bentuk peralatan dan bahan yang diperlukan, kondisi setempat bagaimana.

Peralatan mobil pengangkutan pengungsian dan alat berat mobil pemadam kebakaran, helicopter, peralatan kendaraan atau peralatan tenda umum, peralatan dapur umum, peralatan kesehatan kurang atau memang tidak tersedia. Jauhnya jangkauan lokasi dari sarana jalan umum dan landasan helikopter juga harus diperhitungkan. Karena bencana datang kadang-kadang lebih dahulu melumpuhkan fasilitas perhubungan. Demikian bila kejadian berada di dalam air atau laut.

Stok harus tersedia, baik makanan, minuman serta bahan untuk dimasak seperti beras, minyak, mie dan lauk, serta obat-obatan, dan tenda, termasuk tenaga sukarela dan anggota PMI serta dokter dan paramedis yang berfungsi untuk memasang tenda untuk dapur umum dan tempat bernaung dan tidur; memasak dan membungkus dengan sehat, dan mencari korban di lapangan atau yang sudah terseret jauh, serta melakukan pengobatan di lokasi atau di tenda pemukiman sementara. Dengan demikian akan lebih banyak korban yang diselamatkan.

Peralatan yang selalu ada tersedia minimal di setiap ibukota Kabupaten di bawah kendali Bupati atau Walikota. Satuan tugas yang jujur dan terlatih ditempatkan dengan struktur organisasi Ketua Satgas Konsentrasi yang dipimpin di tingkat konsentrasi pelayanan dibantu oleh Ketua Satgas Wilayah 1, 2 dan seterusnya untuk mengkoordinasikan pelayanan bantuan di lapangan yang berbeda dalam satu wilayah. Hal ini dimaksudkan agar semua bantuan dari mana pun asalnya dapat terkoordinasi dan dapat dipertanggung jawabkan dengan catatan yang pasti, tidak diperbolehkan pemberian bantuan secara sendiri-sendiri dan pilih bulu, tanpa pertanggungjawaban yang baik.

Dana pendukung bantuan helikopter dengan segala persediaannya harus tersedia setiap saat misalnya untuk pembelian keperluan minyak dan oli serta petugas servis dan pilot helikopter; persediaan keperluan minyak dan oli kenderaan dan alat berat, biaya servis dan petugas servis serta supir; pembelian baru segala bentuk peralatan yang sudah rusak pada pelayanan sebelumnya; dan perbaikan peralatan yang rusak namun masih bisa dipergunakan; pembelian stok bahan makanan dan minuman serta obat yang tidak kadaluarsa; serta pelatihan ulang dan penyegaran bagi tenaga sukarela yang didatangkan dari setiap kecamatan bahkan dari desa atau kelurahan, anggota PMI serta tenaga dokter dan para medis juga satuan komunikasi radio. Memang, biayanya sangat besar, harus dilayani oleh satu bidang atau urusan khusus dalam struktur organisasi Kabupaten. Untuk itu dana yang dipergunakan harus tersedia pada dana cadangan kabupaten, povinsi atau pusat.

Kehadiran bantuan dari daerah tetangga, dari provinsi, dari pusat, dari luar negeri atau dari lembaga-lembaga peduli senantiasa harus terkoordinasi pada satgas Kabupaten, kecuali bencana alam terjadi dan merupakan tanggung jawab nasional misalnya bencana tenggelamnya kapal laut atau udara di perairan laut bebas, atau akan menjadi tanggung jawab bandara bila kapal terbang terpeleset di emplasemen bandara. Dengan demikian Provinsi dan Pusat juga harus memiliki satgas khusus untuk penanggulangan bencana alam. Struktur ini tidak cukup ditangani oleh salah satu struktur rutin pada Departemen Sosial atau pada Dinas sosial, harus ditangani khusus oleh satgas di dalamnya, termasuk yang bertugas mengelola dana cadangan (lihat ayat 21).

Semua dapat dengan segera dibantu apabila sudah tersedia secara lengkap baik di kabupaten kota atau provinsi juga di tingkat pusat. Dengan demikian, semua wilayah harus terlayani, walau pun tidak ada pejabat dan wakil rakyat di pusat yang berasal dari daerah bencana tersebut. Selama ini terkesan bahwa bantuan datang cepat bila ada pejabat nasional yang menduduki jabatan tinggi atau wakil rakyat yang berpengaruh di pusat yang berasal dari daerah itu, bila tidak ada, semuanya bantuan dan informasi akan lamban. Khusus bencana banjir Jakarta dan kota serupa di pinggir laut layaknya harus meniru pola kota amsterdam; bencana macet perkotaan solusinya dengan membangun jalan di atas setiap jalan besar yang ada.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: