Posted by: todung | 26 August 2008

SEANDAINYA SAYA JADI PRESIDEN RI (AYAT 35)

PELIHARA LINGKUNGAN HIDUP

Pada akhir pemerintahan saya tidak ada lagi hutan yang gundul, semua ditanami dengan tanaman keras utamanya yang produktif sesuai dengan habitat setempat, seperti pohon produksi kemenyaan, kapur barus, kayu besi, cendana, pinus dan lain-lain; Lingkungan hidup di darat, di air sungai dan laut, di hutan, di udara harus menjadi komitmen untuk saya lestarikan

Hutan gundul direboasasi bersama masyarakat sekaligus memperketat pemeliharaan hutan dan perlindungan satwa dengan memfungsikan polisi hutan secara berwibawa dan bermartabat. Pemberlakuan amdal tidak pilih bulu. Pelaku illegal logging harus lebih dulu dihukum kiamat sebelum dunia dikiamatkan ulahnya: masyarakat mengerti fungsi hutan secara nasional dan internasional, reboisasi total atau restorasi ulang sudah dimulai sejak tahun pertama dengan perencanaan dan pengawasan ketat. Dana kompensasi hutan yang disediakan pemerintah diawasi ketat, karena masyarakat pun bila sudah tahu dana yang dipakai adalah dana proyek pemerintah, maka masyarakat mencari segala alasan agar dana itu bisa masuk kantong tanpa melaksanakan apa-apa.

Hutan Indonesia yang luas merupakan paru-paru nafas dunia. Bila hutan Indonesia terus digundul maka kulit planet bumi akan berlubang, atmosfer bolong, juga terjadinya konsentrasi karbon dioksia (CO2) pada atmosfer maka terjadi perubahan iklim, terjadi pemanasan global, suhu permukaan bumi akan naik terutama karena semakin mencairnya es di kutub mengakibatkan tenggelamnya daerah pesisir, terjadi banjir, tsunami, sebaliknya kekeringan dalam musim kemarau panjang, kelangkaan air, kegagalan panen tanaman, merebaknya penyakit baru berbahaya dan menular, terjadinya gempa tektonik dan vulkanik, meledaknya gunung-gunung dan bencana alam lainnya. Salah satu penyebabnya ialah terjadinya penggundulan hutan.

Kesadaran akan pengetahuan seperti ini sudah lama disosialisasikan, namun masyarakat tidak peduli karena masih lebih mengutamakan kepentingan merengguk kekayaan hutan, diantaranya karena merasa bahwa hutan di wilayahnya merupakan milik adat dan warisan nenek moyang, tanpa terkait dengan kehidupan manusia ciptaan Tuhan.

Pemerintah menerbitkan hak penguasaan hutan (HPH) yang berkuasa dalam penebangan jutaan hektar hutan tanpa perencanaan dan pengawasan, sehingga banyak hutan gundul tanpa penggantian tanaman baru. Hasil pembalakan hutan Indonesia bebas disimpan di bank-bank luar negeri, sehingga apabila mereka diperkarakan, tercium akan dikalahkan dalam pengadilan, mereka siap keluar negeri ke negara yang tidak memiliki perjanjian ekstradisi, hidup santai di negara itu.

Pemerintah juga mengundangkan Undang-undang Nomor 27 tahun 2007 tentang Hak Penguasaan Perairan Pesisir (HPPP) memberikan penguasaan untuk kurun waktu 20 tahun, berpeluang luas menambah kerusakan lingkungan tidak hanya di hutan namun juga di pesisir. Sementara issu dunia heboh ihwal pengembangan lahan gambut (PLG) di Indonesia, sementara itu pula HPPP dipromosikan. Hal yang pasti kebijakan ini mengancam mata pencaharian nelayan. Kebijakan Peraturan Pemerintah No. 2 Tahun 2008 tentang Penerimaan Negara dari Bukan Pajak lagi-lagi mengijinkan pemanfaatan hutan lindung untuk kegiatan pertambangan terbuka. Apa artinya semua ini bila bicara pelestarian lingkungan hidup?

Ribuan spesies binatang hutan Indonesia hilang demi meraih kekayaan hasil penggundulan hutan. Penyelamatan fauna hutan tidak termasuk dalam kebijakan penggundulan hutan, makhluk ciptaan Tuhan ini hilang begitu saja, mati dan terbuang tanpa perlindungan. Si Amang, badak bercula, gajah sumatera, harimau jawa, macan tutul, anoa, burung cenderawasih, nuri, kakak tua, dan spesis-spesis lain tinggal dalam hitungan jari.

Orang nomaden di hutan tidak diamankan bahkan dirusak dan dibunuh sejalan dengan perusakan hutan, disamakan dengan binatang. Katanya orang berpancasila, beragama, tindakannya sadis, seperti binatang, melebihi orang yang tidak beragama. Orang yang menghancurkan ciptaan Allah akan dihancurkan juga oleh penciptanya. Pahlawan rimba Butet Manurung di hutan rimba Jambi harus didukung untuk melestarikan hidup manusia nomaden yang dimulai dengan pendidikan aksara calistung (membaca, menulis dan berhitung), dan sekarang sudah banyak pemuda rimba yang hidup bagai layaknya manusia umumnya.

Polisi hutan tidak diberlakukan sebagaimana pegawai negeri di kota, mereka hidup antara kecintaan akan flora-fauna hutan alami dengan segala kemiskinannya di hutan, dengan senang menjadi satu keutuhan dengan semua binatang penghuni hutan, mereka bisa berbicara dengan binatang dan bisa memerintah mereka semua. Mestinya, gaji, kenaikan pangkat dan tunjangan kemahalan khusus otomatis diberikan, sama seperti penjaga mercu suar. Jangan biarkan mereka terpaksa menjadi perusak hutan menjadi kaki tangan cukong pengusaha, pembalak hutan dan tengkulak-tengkulaknya dengan suguhan uang secara tidak terkendali.

Betapa rusaknya berbagai aspek kehidupan masyarakat dan lingkungan hidup sekitar Danau Toba sejak beroperasinya pabrik pulp hingga sekarang, utamanya berkurangnya tinggi danau sehingga daratan bermunculan di pantai, banyak lahan sawah tidak terairi, sepanjang jalan Negara hingga jalan desa rusak, sekitar pabrik pulp bau menyengat. Danau Toba pun sebagai obyek wisata terbesar ketiga Indonesia tidak terdaftar dalam daftar kunjungan wisata Indonesia Visit Year 2008.

Belum terlambat apabila Presiden, Gubernur serta Bupati/Walikota menghijaukan kembali hutan dengan program sistem reboisasi total atau restorasi pemanfaatannya dengan kepemilikan dan perjanjian yang jelas. Pohon yang ditanam pun mengikuti struktur tanah yang tumbuh secara alami baik di atas lahan hutan lindung dan taman nasional mau pun di atas lahan tanah adat atau milik pribadi.

Seandainya Saya Jadi Presiden


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: