Posted by: todung | 26 August 2008

SEANDAINYA SAYA JADI PRESIDEN RI (AYAT 41)

MANFAATKAN PULAU-PULAU KOSONG DENGAN PRODUKTIF

Kekayaan asset negara yang tidur tidak boleh dibiarkan begitu saja menunggu jadi perkara serobotan negara lain, atau menjadi bahan spekulasi jual beli kepada orang kaya setempat bahkan dari luar negeri

Pulau-pulau yang masih belum dimanfaatkan saya manfaatkan untuk menjadi tempat bangunan yang strategis untuk kepentingan umum setingkat kualitas Internasional seperti Rumah Sakit, Sekolah Kejuruan, Universitas, Tempat pelatihan, dan lain-lain sesuai dengan kebutuhan rakyat sekeliling dan kebutuhan nasional;

Di antara pulau-pulau kecil, ada yang sudah dihuni manusia, ada juga yang belum. Diantara pulau yang tidak dihuni tersebut ada yang harus berada di bawah laut pada saat pasang dan ada pula secara konstan di atas permukaan laut. Pemerintah belum banyak memanfaatkan pulau-pulau kosong menjadi obyek perekonomian yang berarti.

Malaysia memanfaatkan Pulau Penang menjadi lokasi Rumah sakit Internasional yang sangat maju. Hampir semua penderita penyakit akut di Indonesia bercita-cita untuk berobat ke Penang Malaysia walau pun dengan rintangan dan perjuangan yang ekstra misalnya mencari uang transport, mengurus paspor, atau mengurus KTP Medan, membayar biaya pengobatan selalu ada niat untuk berkesempatan hadir di Penang Malaysya. Ternyata, mereka yang berobat ke Penang mempersaksikan pelayanan dokter selama di penginapan, diagnosa dan pengobatan yang praktis serta pelayanan yang sangat manusiawi membuat pasien 2 hingga 3 hari cepat dan kembali ke Indonesia.

Banyak pulau kosong di Indonesia yang layak dijadikan fasilitas Rumah sakit atau fasilitas lainnya seperti sekolah, tempat kursus dan pelatihan keterampilan, sekolah kejuruan, sekolah menengah, universitas, sekolah tinggi, juga pabrik, tempat pembuatan spare parts, dan kegiatan produktif dan sosial lainnya baik yang berkaitan dengan kelautan mau pun umum.

Pulau-pulau di Kepulauan Seribu bersama masyarakat setempat untuk fasilitas sangat layak membangun fasilitas dok kapal kecil, sedang, besar bahkan tangker; juga membangun fasilitas rumah sakit moderen seperti di Penang Malaysia; juga membangun mesin pengawetan ikan untuk menampung ikan hasil tangkapan laut sekitar sebelum diolah dan dipasarkan di dalam dan di luar negeri; juga membangun sekolah teknik kejuruan khusus mesin perkapalan, sekolah kapten kapal, sekolah administrasi pelabuhan internasional dan sekolah lain yang berkaitan dengan perkapalan internasional; dan mungkin juga membangun tempat wisata bahkan sekolah pariwisata.

Membangun Kepulauan Seribu harus berorientasi program, tidak sama dengan membangun pulau di daratan lebih banyak berbasis pada pembangunan kebutuhan masyarakat. Artinya, membangun Kepulauan Seribu menempatkan masyarakat setempat turut serta dalam program yang disepakati. Misalnya bila sebuah pulau yang dihuni masyarakat disepakati untuk dibangun rumah sakit, maka warga setempat harus diikutsertakan menjadi pemilik saham, atau mempekerjakan keluarga yang masih relevan untuk pekerjaan di sekitar rumah sakit, dan adanya kesepakatan untuk memberi bea siswa bagi anak-anak masyarakat pulau itu.

Kepemilikan tanah masih di tangannya dengan kepemilikan saham turun temurun, kepemilikan masa depan masih ditangannya dengan pekerjaan dan bea siswa anak-anak. Tidak disarankan, atau perlu diatur dengan peraturan daerah atau undang-undang agar setiap peralihan pemanfaatan fungsi pulau tidak diperbolehkan penjualan tanah kepada pihak pengguna yang disepakati, harus dengan pemilikan bersama melalui perolehan saham berdasarkan audit publik, mempekerjakan tenaga yang masih relevan, serta memberi fasilitas bea siswa kepada putra dan putri pemilik tanah. Demikian halnya dengan pulau lain.

Bayangkan hal yang sama pada pulau yang disepakati membangun tempat wisata, orang tua memilik saham di sana, keuntungan perusahaan juga keuntungannya, selain dia sendiri menjadi karyawan tempat wisata, anak-anak menerima bea siswa turut dalam proses belajar pariwisata yang kemudian melanglang buana menikmati sambil melayani wisata ke seantero dunia. Demikian halnya bila pulau itu disepakati menjadi dok perbaikan kapal, orang tua pemilik tanah turut menjadi pemilik modal perusahaan dok kapal sebesar saham yang ditentukan, dia juga bekerja menjadi karyawan dan mendapat gaji atau upah dari perusahaan setiap bulannya, serta anak-aanaknya pun boleh sekolah perkapalan internasional selain memperoleh beasiswa, dan saatnya nanti sesudah selesai sekolah akan berkeliling dunia sebagai anak buah kapal atau sebagai kapten kapal.

Bagaimana dengan pulau kosong? justru tidak mengalami masalah, perjanjiannya tinggal negosiasi pemerintah setempat dengan pengusaha yang bersedia menanamkan modalnya. Namun bila pulau kosong itu masih diklaim masyarakat sebagai tanah adat maka perlu negosiasi lain tentang saham, pekerjaan dan beasiswa. Bagaimana dengan pulau-pulau di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, NTB, NTT, Ambon, Ternate dan Tidore, Papua? Di pulau mana akan dibangun fasilitas yang mendatangkan kebahagiaan bagi rakyat setempat?

Apakah para pejabat masih membiarkan pulau kosongnya, atau pulau hunian yang layak untuk dibangun, tidak diberi stimulan untuk membangun dengan masa depan yang lebih cerah dan fasilitas umum yang lebih produktif bagi provinsi atau kabupaten? Metode di atas juga dalam rangka lebih mempekerjakan masyarakat untuk mengurangi pengangguran serta untuk menambah penghasilan dan pendapatan masyarakat serta menjaga daripada datangnya kebijakan lain untuk penguasaan lahan dan pulau kosong di daerah anda. Teori di atas bisa juga dipergunakan di pulau di daratan, sehingga tanah rakyat jangan jatuh ke tangan para cukong.

Seandainya Saya Jadi Presiden


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: