Posted by: todung | 26 August 2008

SEANDAINYA SAYA JADI PRESIDEN RI (AYAT 42)

KEMBANGKAN

KELISTRIKAN NEGARA.

Kelistrikan negara saya bangun dengan basis teritori sehingga tidak akan ada ketakutan karena mati listrik nasional atau regional.

Untuk itu diversifikasi sumber tenaga kelistrikan yang kaya tersedia di dalam alam negeri ini dikembangkan di tempat yang tepat, seperti air, matahari, angin, batubara, uap, gas, perut bumi dan minyak bila perlu uranium dan nuklir;

Sumber tenaga listrik sangat cukup berlimpah bila dieksploitasi untuk keperluan di seluruh nusantara, dan dapat dibeli oleh masyarakat dengan sangat murah. Bila perlu dapat dijual ke negara tetangga yang membutuhkan. Indonesia kaya akan matahari. Sepanjang tahun hanya ada dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Pada musim kemarau matahari memancar di atas bumi Indonesia kurang lebih dari pukul 06.00 hingga pukul 18.00, pada musim penghujan pun matahari selalu memunculkan cahaya terangnya di sela-sela datangnya hujan dan gelap kelabunya embun dan mega. Selalu ada peluang untuk menjadikan surya matahari menjadi sumber tenaga listrik dengan gratis. Teknologinya yang perlu kita peroleh dari ahli-ahli yang sudah tersedia di Indonesia namun kita tidak berdayakan secara maksimal, lalu kita sebarluaskan menyeluruh di negeri kaya mentari ini.

Tenaga uranium, juga tersedia di berbagai belahan negeri, terutama di Papua, walau pun di berbagai negara teknologi nuklir ini agak membahayakan misalnya dengan bocornya tangki Chernobil dan menelan korban meninggal dan cacat, namun dengan teknologi yang terbaru dapat digunakan menjadi sumber tenaga listrik yang moderen. Hampir semua negara menggunakannya untuk kedamaian, nuklirnya bukan untuk perang.

Tenaga uap, juga merupakan sumber tenaga listrik yang tersedia setiap saat. Luasnya laut Indonesia boleh menempatkan teknologi tenaga uap di tempat strategis untuk disebarkan dengan aman ke pada masyarakat dan industri pengguna. Strategis dalam arti kedekatannya dengan sumber utama lainnya sebagai penggerak yaitu batubara, soalnya tidak di semua tempat tersedia batubara.

Tenaga Air sebagai sumber tenaga listrik juga sangat memberi harapan karena hanya dengan tenaga air yang mampu memutar turbin mesin saja tenaga listrik sudah menjadi milik masyarakat. Air terjun di Indonesia sangat kaya jumlahnya, tinggal membawa mesin kesana untuk diputar sudah dapat dimanfaatkan menjadi listrik baik untuk keperluan sekampung, selingkungan, sekota sekabupaten, seprovinsi bahkan seregional seperti tenaga listrik Sigura-gura di Sumatera Utara

Tenaga perut bumi, juga sangat menolong bila digunakan untuk menjadi sumber tenaga listrik. Menolong dalam arti mengurangi terjadinya letusan gunung berapi, karena sudah lebih dahulu tenaganya diserap dengan teknologi tenaga perut bumi untuk kebutuhan listrik. Gunung berapi (Gunung Merapi) ada di sepanjang pulau di Indonesia. Di pulau Sumatera terdapat Gunung Leuser. Di pulau Jawa terdapat Gunung Krakatau yang pernah menghebohkan dunia karena meletus dengan dahsyat yang getarannya terasa hingga di Inggeris. Gunung Merapi, Gunung Salak, Gunung Pangrango, Gunung KeludDI Pulau Jawa. Di Bali terdapat Gunung Agung yang pernah membawa malapetaka besar saat meletus pada tahun 80 an. Di Sulawesi terdapat Gunung Soputan yang selalu meletus sekali dalam 2 tahun. Indonesia kaya akan Gunung Berapi namun tidak dimanfaatkan dengan teknologi moderen yang sudah tersedia.

Semua sumber tenaga listrik di Indonesia belum dieksploitasi secara maksimal untuk memperoleh listrik sesuai dengan jumlah dan kualitas yang dibutuhkan. Indonesia masih lebih mengutamakan penyediaan tenaga listrik melalui tenaga diesel yang harus diputar oleh minyak diesel yang demikian mahal, juga termasuk sumber tenaga uap dengan penggunaan batubara yang juga mahal. Lainnya yang lebih banyak yaitu penggunaan sumber tenaga air.

Penyediaan tenaga listrik dengan jaringan yang sangat luas dari Sumatera-Jawa-Bali merupakan suatu kebijakan teknologi yang sangat moderen. Namun resikonya juga besar seperti pernah terjadi bahwa jaringan listrik itu padam, Sumatera-Jawa-Bali yang dalam jaringan listrik tersebut sontak padam, seluruh kegiatan dengan jaringan yang sama sontak terhenti. Kereta listrik yang sedang beroperasi berhenti, kegiatan perusahaan, kantor dan rumah tangga pun berhenti, kecuali mereka yang memiliki genset. Kebijakan satu jaringan ini perlu dipertimbangkan agar tidak terlalu dominan dalam kegiatan masyarakat, lebih baik sumber tenaga listrik regional atau lokal lebih diberdayakan dengan efektif dan efisien.

Dalam pelayanan distribusi listrik kebutuhan masyarakat lebih diutamakan baru kemudian keperluan industri atau sama-sama diutamakan. Tidak ada lagi pengalokasian mati listrik Tabiat pemakai listrik juga perlu di perbaiki melalui sosialisasi penggunaan listrik oleh PT PLN atau PLN. (Mengenai perubahan PLN Perusahaan Listrik Negara milik negara menjadi PT PLN yang belum tentu milik negara 100 %, sama analisanya dengan Perusahaan Negara Perkebunan, baca ayat 34)

Tabiat mencuri listrik oleh keluarga seharusnya tidak terjadi dan tidak layak, untuk keperluan hidup keluarga harus mencuri listrik, keluarga sakit, tiada kenikmatan. Pengusaha menghasilkan kekayaan pada perusahaannya dengan mencuri listrik, berpeluang kebakaran dan merugi. Gedung pemerintah, gedung penguasa mencuri listrik dan tidak bayar rekening listrik, menunjukkan gaya kepemimpinan koruptif. Di balik itu, ada pengawasan dan sanksi oleh manajemen PLN yang tidak tegas atau pilih bulu.

Seandainya Saya Jadi Presiden


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: