Posted by: todung | 26 August 2008

SEANDAINYA SAYA JADI PRESIDEN RI (AYAT 58)

HAPUSKAN PROYEK

Proyek hanya untuk pekerjaan pengembangan pembangunan berskala besar. Pekerjaan umum berskala besar dikerjakan secara khusus dan pekerjaan umum skala sedang dan kecil cukup dilaksanakan oleh instansi yang bersangkutan atau dengan block grant yang dipercayakan kepada penanggung jawab wilayah. Proyek merupakan sumber korupsi terbesar yang dilakukan oleh aparat dengan pelaksana swasta.

Kepercayaan kepada daerah yang memiliki pemerintahan yang bersih dan aparat yang dapat dipercaya secara professional lebih diprioritaskan. Sistem proyek yang berlaku walau pun dengan undang-undang dan peraturan yang ketat tetap saja jadi makanan empuk memperkaya oknum instansi dan pemborong. Proyek adalah sumber korupsi yang utama.

Maraknya proyek pembangunan di segala bidang dari tingkat pusat hingga tingkat kecamatan bahkan ke tingkat masyarakat utamanya dimulai sejak jaman orde baru dengan bantuan luar negeri dan bantuan Bank Dunia. Proyek pada umumnya sudah merubah orientasi pegawai negeri sipil dari budaya abdi negara menjadi orientasi proyek serta berorientasi memperoleh kekayaan secara cepat. Mereka mengejar untuk duduk sebagai pegawai di tempat basah.

Pegawai mengejar dengan segala cara agar dipercaya oleh pimpinannya yang berwewenang untuk dapat duduk ditempatkan dalam urusan proyek. Pegawai yang berorientasi proyek berupaya sesegera mungkin meningkatkan pendidikan untuk memperoleh titel S1, S2 dan S3 di dalam negeri terutama di luar negeri untuk dapat berperan besar dalam proyek setelah menduduki jabatan yang lebih tinggi dan makin tinggi selama menjadi pegawai.

Banyak terjadi diskriminasi pegawai. Pegawai yang tidak dimasukkan dalam proyek banyak yang gigit jari dan sering menjadi olok-olokan serta menjadi pengemis karena mereka hanya mengerjakan tugas rutin yang tidak ada duitnya, juga karena tugas rutin semakin lama menjadi ruang lingkup tugas orang proyek yang punya duit. Pada beberapa instansi, semua pegawai dimasukkan dalam proyek, sehingga tidak jelas mana tugas rutin dan mana tugas proyek, dan kemudian pekerjaan rutin pun ikut diproyekkan. Sebuah kesalahan besar yaitu memproyekkan pekerjaan rutin, hal yang sudah umum terjadi bahkan meluas hingga jaman reformasi ini. Mengapa tidak dirutinkan saja semua? Untuk itu tidak diperlukan sebenarnya yang namanya proyek, karena yang dikerjakan proyek sudah termasuk program rutin.

Proyek cenderung menghabiskan uang negara untuk hal-hal yang tidak perlu dan memberi peluang pegawai menjadi pencuri uang negara. Pimpinan unit selalu memperoleh honor panitia, honor mengajar, dari setiap priyek yang ada di kantornya, walau pun dia berada di luar negeri atau diluar kota saat jam dan hari yang tercantrum dalam SPJ. Issu bahwa terjadi titipan proyek yang diminta dialokasikan oleh pemerintah kepada pejabat atau wakil rakyat untuk tujuan memperoleh keuntungan besar atau Praktek seperti ini akan menjadi bukti-bukti kecurangan dan memaksa agar tidak ada lagi proyek di tingkat menengah dan rendah.

Dalam setiap proses pengelolaan proyek banyak peluang untuk melakukan KKN utamanya pencurian uang Negara. Dimulai dengan yang namanya negosiasi lelang, mark up, barang fiktif, pelaksanaan, pemeriksa, pembayaran, tanda tangan, pelican. Proyek menjadi gudangnya pencurian uang sejak negosiasi hingga serah terima pekerjaan selesai. Kesan umum dewasa ini seolah-olah semua instansi tidak bisa bergerak melaksanakan tugas dan fungsi rutin masing-masing bila proyek belum turun

Seandainya Saya Jadi Presiden


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: