Posted by: todung | 26 August 2008

SEANDAINYA SAYA JADI PRESIDEN RI (AYAT 59)

AWASI ANAK PERUSAHAAN DARI DEPARTEMEN, PEMDA, BUMN/D

Lembaga-lembaga atau badan usaha atau yayasan sebagai anak perusahaan dari Departemen teknis atau BUMN atau Pemda diawasi secara ketat, dan apabila pendiriannya tidak terkait untuk mengembangkan visi dan misi instansi induk harus dihapus atau digabungkan dengan perusahaan atau usaha sejenis atau dikembalikan kepada pemiliknya; Peluang korupsi juga besar ada pada anak perusahaan seperti ini.

Pengendalian dan pengawasan badan pengawas pusat atau daerah ditingkatkan, karena cenderung lembaga seperti itu menjadi alat memperkaya oknum pejabat dan mengeluarkan dana secara semena-mena.

Semua usaha negara harus ditujukan untuk kemaslahatan rakyat. Berdirinya badan usaha milik negara di pusat dan daerah apakah dilatarbelakangi oleh visi dan misi yang jelas, apakah justru menciptakan pemborosan dan merugikan negara, atau hanya sekedar untuk memperkaya oknum pejabat yang mengurusnya? Tidakkah sebaiknya Pertamina hanya mengelola dan mengembangkan minyak dan gas bumi?

Pertamina tidak perlu mengurusi yang lain seperti PT Elnusa mengelola penjualan produk-produk minyak dan gas bumi, jasa konstruksi, teknologi informasi, telekomunikasi, perancangan komputer, penyediaan jasa untuk industri minyak dan gas bumi. Pertamina jangan melakukan praktek monopoli. Pertamina cukup mengurus produksi termasuk ekplorasi dan ekspoitasi dan diversivikasi produk. Penjualan produk harus diserahkan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lain.

Seperti PT Patra Jasa, mengurusi hotel, motel, perkantoran, penyewaan real properti, menyewakan aset-aset eks pertamina dan aset milik PT Patra Jasa, semuanya itu sangat tidak relevan dikolola oleh Pertamina, cukup dikelola oleh BUMN lain atau swasta. Juga PT Pelita Air Service, mengurusi jasa transportasi udara, penyewaan pesawat udara serta reguler, selayaknya diserahkan kepada pemerintah dalam hal ini Departemen Perhubungan atau swasta di bidang transportasi udara. PT Pertamina Tongkang, tidak perlu ada karena tongkang dan tanker merupakan peralatan yang harus dimiliki oleh Pertamina termasuk dalam bagian perlengkapannya.

PT Pertamina Bina Media mengelola Rumah Sakit Pertamina, sangat tidak relevan, diserahkan saja kepada pemerintah dalam hal ini Departemen Kesehatan. PT Patra Niaga, mengelola jasa teknologi, jasa perdagangan non bbm, industri di bidang minyak dan gas bumi, juga sangat tidak relevan. Termasuk PT Patra Dok Dumai, yang mengelola jasa perawatan dan perbaikan kapal, yang seharusnya termasuk dalam tugas dan fungsi bagian perlengkapan Pertamina. Pertamina Energy Trading Ltd (Petral), mengelola niaga minyak mentah dan produk kilang lokasi usaha di Singapura, sebaiknya menjadi urusan BUMN atau swasta Penjual produk Pertamina. Anak perusahaan lain seperti PT Usayana, PT Pertamina Dana Ventura, PT Pertahulu Energi, semua 20 anak perusahaan PT Pertamina harus diefektifkan dan diseleksi untuk tetap dalam pengelolaan atau harus dialihkan.

Banyak BUMN dan BUMD serta anak perusahaan pemerintah yang rugi karena manajemen yang kurang baik dan lebih memfokuskan keuntungan usaha untuk kepentingan pribadi dan cendurung menjadi wadah untuk korupsi atau pencurian uang negara. Perlu diperiksa apakah Pertamina masih mengeluarkan biaya untuk pengobatan pejabat atau karyawan Pertamina yang berobat di Rumah sakit Pertamina? Apakah Pertamina masih mengeluarkan biaya untuk penginapan pejabat atau karyawan Pertamina yang menginap di fasilitas inap Pertamina? apakah sekian banyak BUMD atau anak perusahaan di berbagai Pemerintah Provinsi di seluruh Indonesia masih mengeluarkan biaya untuk manajemen pejabat-pejabat Pemprov sebagai instansi induknya?

Banyak tempat wisata yang pengelolannya diserahkan penuh kepada swasta, sehingga rakyat sebagai pemilik potensi alami itu tidak boleh sembarang menikmatinya. Taman Impian Jaya Ancol tadinya milik alami rakyat namun kemudian rakyat tidak boleh sembarang menikmati alam kepemilikannya, demikian halnya tempat mandi air panas alam di Bandung dan kota serta obyek wisata lainnya di seluruh Indonesia, harus dibayar mahal. Mestinya Jaya Ancol juga harus menyediakan fasilitas alam gratis bagi masyarakat, dan apabila ingin menikmati fasilitas hiburan yang ada di sana maka diwajibkan untuk membayar, baru ada keadilan memanfaatkan alam.

Dalam hal ini yang diawasi bukan hanya manajemen keuangan dan penggunaan uangnya namun juga secara komprehensif mengawasi visi dan misi BUMN, BUMD serta anak perusahaan, dan sejauh mana dia fokus dan memiliki tujuan memberikan kemaslahatan balik kepada masyarakat secara langsung atau tidak langsung, sejauh mana dia mendukung visi dan misi perusahaan atau lembaga induk?. Apakah perusahaan atau lembaga induk tidak mampu mengelola sendiri BUMN, BUMD dan anak perusahaan, sehingga mengapa harus joint venture atau diswastakan?

Yayasan juga harus ditertibkan. Undang-Undang no 16 tahun 2002 tentang Yayasan, yang diaplikasikan pada bulan November 2007 harus disosialisasikan. apakah masih ada pemberian keuntungan yayasan yang diberikan kepada lembaga induk, kepada pendiri atau kepada pengurus Yayasan? Apakah yayasan sudah mulai membayar pajak? Apakah asset yayasan yang sudah bubar masih dikembalikan kepada lembaga induknya bukan kepada yayasan atau lembaga lain yang memiliki visi dan visi sejenis di luar lembaga induknya? Perlu pengawasan ketat sehingga tidak terjadi lagi perlakuan lama dimana yayasan menjadi badan usaha padat laba tempat singgah bantuan-bantuan dari dalam, dari kroni dan dari luar negeri demi kekayaan pribadi atau kelompok.

Seandainya Saya Jadi Presiden


Responses

  1. “See that you do not look down on one of these little ones. For I tell you that their angels in heaven always see the face of my Father in heaven. The Son of Man came to save what was lost. What do you think? If a man owns a hundred sheep, and one of them wanders away, will he not leave the ninety-nine on the hills and go to look for the one that wandered off? And if he finds it, I tell you the truth, he is happier about that one sheep than about the ninety-nine that did not wander off. In the same way your Father in heaven is not willing that any of these little ones should be lost.” (Matthew 18:10-14)

    Christ warned his disciples not to despise people who seem unimportant because God cares for them. Indeed, he provides special angelic protection for them. What right do people have to scorn those whose angels behold the very countenance of God? He made it clear that his salvation includes all children by saying, “your Father in heaven is not willing that any of these little ones should be lost”. This not only applies to those who are young in years but also includes those with childlike hearts — especially those undergoing persecution, or those who are about to sink in the sea of ridicule.

    Using his title, Son of Man, Christ said something beautiful about the purpose of his coming from heaven: “The Son of Man came to save what was lost.” He likened his task to a man who leaves the ninety-nine sheep which are not lost, in order to find the one which has gone astray. When he finds it, he rejoices over it more than over the ninety-nine. Truly, God’s concern and joy over one sinner’s repentance is greater than over all the rest who do not need to repent. It is something which is beyond human understanding, for his thoughts are not our thoughts!

    .

    Dear Mr. Martin Sinaga.
    You are my uncle. Horas Tulang. All of us appreciate what are you write and think so deeply. Heaven is own aim of life, and what The Lord give for us now in the world we have to bring it together with full responsibility in front of Thee, Lord Jesus. Thank’s for sight seeing in this little bit web. Love, Love n Love (TodungLToruan)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: