Posted by: todung | 26 August 2008

SEANDAINYA SAYA JADI PRESIDEN RI (AYAT 63)

PERTANGGUNGAN JAWAB PRESIDEN BERSIH

Pada akhir jabatan saya semua hasil tugas selama menjabat presiden bisa saya pertanggungjawabkan kepada rakyat.

Saya tidak berencana menjadi Presiden keduakalinya lalu melakukan suksesi, dan bersedia dipenjara apabila pertanggungan jawab kepresidenan saya tidak benar.

Presiden Soekarno memperoleh predikat Presiden Seumur Hidup dari MPRS pada tahun 1963, sebelumnya telah memperoleh panggilan sebagai Pemimpin Besar Revolusi Republik Indonesia, sebagai Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia, tetapi semua itu mendapat pengakuan rakyat karena kehebatan beliau berperan dalam ajang politik internasional dan di dalam negeri serta kemampuannya memprediksi masa depan Indonesia dengan membangun program-program mercu suar.

Peristiwa gerakan 30 September dengan segala drama politik di dalamnya mengakhiri kekuasaannya, sampai-sampai beliau tidak pernah mempertanggungjawabkan pelaksanaan kepresidenannya hingga akhir hayatnya. Hal ini juga sangat didukung oleh MPR yang mengeluarkan ketetapan: Tap XXIII/MPRS/1967 dimana antara lain ditetapkan bahwa pengadilan kepada Soekarno diserahkan kepada Presiden. Pengadilan pun tidak jadi dilakukan Presiden Soeharto karena tidak lama kemudian Soekarno wafat.

Presiden Soeharto bisa menjabat hingga 32 tahun, menggunakan suksesi hampir mirip dengan yang dilakukan Presiden Soekarno. Kata kunci yang dipegang selama menjabat Presiden ialah “pembangunan” sehingga memperoleh gelar Bapak Pembangunan karena pengakuan masyarakat internasional dan rakyat Indonesia sendiri atas anggapan keberhasilan di berbagai aspek pembangunan. Badan Pangan Dunia, PBB memberi penghargaan kepadanya menghargai keberhasilannya memimpin Indonesia di bidang pangan dan kapasitasnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 6 – 7 %.

Namun budaya korupsi yang diduga diciptakan oleh pelaksanaan kepresidenannya dalam pembangunan diduga dilakukan melalui yayasan-yayasan yang dipimpinnya yang hingga kini belum selesai diadili karena beliau sering sakit, juga diduga dilakukan oleh kroni-kroninya yang sekarang memimpin negara ini di segala sudut sehingga rancu untuk meneliti, bahkan dilakukan oleh anak-anaknya yang juga bakal tidak jelas akhirnya, semuanya itu mengakhiri kekuasaannya yang ditaklukkan oleh rejim reformasi yang didominasi oleh mahasiswa. Rencana pembangunan berkesinambungan terputus karena saran Ketua MPR sekaligus Ketua DPR setelah mendengar bahwa Soeharto tidak mendapat dukungan lagi dari rakyat sejak terpilihnya beliau kembali secara aklamasi menjadi Presiden RI, dikeluarkanlah TAP XI/MPR/1998) oleh MPR, Presiden Soeharto pun lengser. Pertanggungjawaban pelaksanaan kepresidenannya tidak pernah ada hingga sekarang.

Presiden BJ Habibie menjabat hanya 2 tahun, Presiden Gus Dur hanya 3 tahun, Presiden Megawati Sukarnoputri 3 tahun. Semua Presiden belum pernah ada yang mempertanggung-jawabkan pelaksanaan tugasnya pada akhir jabatannya. Tidak jelas, apakah undang-undang kita yang tidak menuntut adanya pertanggungjawaban pada akhir jabatan, atau ada namun tidak perlu dilaksanakan? sehingga tiga presiden ke-tiga, ke-empat dan ke-lima di atas pun tidak pernah memberi pertanggungjawaban akhir pada kesudahan jabatannya. Bagaimana dengan Presiden Susilo Bambang Yudoyono yang masih dalam perjalanan jabatan 5 tahunnya hingga tahun 2009, apakah beliau akan mempertanggungjawabkannya pada akhir masa tugasnya? semoga.

Biar bagaimana, atas permintaan rakyat yang mengidolakan dan pengagum atau atas kemauan sendiri jabatan kepresidenan jika masih memungkinkan dapat dijabat lagi untuk keduakalinya atau untuk selanjutnya sepanjang dibolehkan oleh perundang-undangan. Setiap Presiden yang berakhir jabatannya seolah-olah tidak diharuskan atau tidak merasa wajib untuk mempertanggungjawabkan atau melaporkan lebih dahulu hasil pekerjaan tugas sebagai Presiden pada masa akhir tugasnya. Yang terjadi ialah, begitu selesai pemilihan, ternyata terpilih kembali atau tidak terpilih, tinggal tentukan hari pelantikan Presiden baru, dan selesailah sudah, tanpa pertanggungjawaban Presiden lama.

Sebenarnya terlalu banyak yang harus dipertanggungjawabkan pada akhir masa tugas. Yang jelas, pertanggungjawaban harus bercermin pada keberhasilan dan terobosan-terobosannya serta ketidakberhasilan dan kendala-kendala yang dihadapi dalam melaksanakan janji-janji pada saat kampanye Pilpres yang dituangkan atau diundangkan secara resmi dalam program periode 5 tahun masa jabatannya.

Pertanggungjawaban dilakukan sebelum pelaksanaan pilpres sehari sebelum masa tenang, walau pun hal ini boleh menjadi kampanye bagi Presiden yang akan mencalonkan diri kembali. Bagi Presiden yang tidak berambisi menjadi Presiden kembali maka pertanggungjawabannya murni dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Pertanggungjawaban boleh juga dilakukan setelah jelas terpilihnya Presiden baru, namun rasanya sudah hambar, apalagi yang terpilih bukan Presiden yang melapor tersebut, sehingga Presiden lama melapor mempertanggung-jawabkan pelaksanaan tugasnya pada wilayah Presiden baru.

Manfaat dari sebuah pertanggungjawaban ialah menentukan penerimaan dan pengakuan atau penolakan rakyat atas pelaksanaan tugas kepresidenan selama periode menjabat sebagai presiden. Bila diterima akan menjadi lanjutan pelaksanaan negara yang baik dimasa depan, dan boleh menjadikan dia menjadi teladan bahkan pahlawan yang bersih selama jabatannya.


Responses

  1. Ideal sekali programnya Bang, Ayo dong calonkan diri

    Bapak ni Paimaon, Danny, bukannya abang mau jadi Presiden, namun siapa saja yang mau Presiden agar memperhatikan 63 syarat (ayat) yang ada di buku saya itu (63 Ayat Seandainya Saya Jadi Presiden, tersedia di toko-toko buku, utamanya Gunung Agung dan Gramedia, sejak 18 Agustus lalu)

  2. ikut nimbrung donk….
    saya M. SAID. S.Ag, Caleg DPR RI Dapil Gresik Lamongan dari PARTAI MATAHARI BANGSA ( PMB )
    yang pasti sebelum semua proses berlanjut…..kita sama2 introspeksi untuk memperbaiki mental dan pola pikir kita,
    karena bagaimanapun juga Indonesia butuh pemimpin yang bermental MENGABDI UNTUK RAKYAT,
    memperjuangkan kepentingan RAKYAT dan benar2 bekerja
    menjalankan amanat RAKYAT, bukan untuk kepentingan sekelompok. Kalau kondisinya seperti ini
    terus kapan Indonesia akan bisa maju dan disegani oleh Bangsa Lain ???? zaman telah berubah.
    tantangan dan Issue global harus dapat kita jawab secara ilmiah. Mari kita bangkit !!!!!
    Rakyat butuh pemimpin yang mau peduli jeritan hati rakyat, bukan pemimpin
    yang “pinter” tapi minteri

    Bapak M Said, Caleg DPR RI dari PMB Gresik, Lamongan, Yth.:
    Saya sangat setuju dengan Bapak, mudah-mudahan Bapak salah satunya yang maju dalam kancah perwakilan rakyat kita yang sangat menderita ini di DPR RI pada 2009, saya doakan.
    Saya sarankan kiranya buku saya “Seandainya saya jadi Presiden” dibaca oleh semua caleg juga calon eksekutif, sudah tersedia di TB Gunung Agung, Gramedia dan TB lainnya di seluruh Indonesia, ada 63 ayat permasalahan yang sangat urgen saya bahas di sana kalau seperti kata Bapak ingin membawa negara kita ini ke masa depan yang kita-idam-idamkan, utamanya keberpihakan pemerintah dan wakil rakyat kepada “rakyat” dan NKRI. Love, Love n Love (TodungLToruan)

  3. We live in times of growing hatred and disagreement; one party struggles against the other. Families quarrel among themselves; nations go to war and rush towards destruction. But no one really wants war. All long for peace, rest and progress. Why then do we hinder peace and speak in words of hate, of which we are ashamed afterwards?

    Evil in man dominates his soul; we need a new power to change our evil hearts. This power is found in God alone, since He is love. The person who considers God’s pardon, reconciliation and mercy does not gain mere empty knowledge or hard facts. Rather he finds creative power offering us a new heart which will be both merciful and compassionate.

    First of all, God reveals to us our sinful mind. We tend to think we are always in the right and assume we know our claims and terms. As for the rights of others, these do not concern us at all. We are unwilling to give up our rights, and we repay those who do us wrong according to the principle “eye for eye” and “tooth for tooth”. Because we hold so firmly to rights which we call our rights, we react with hate, revenge and conflict. Had God dealt with us according to His justice and truth, He would have struck us dead instantly. He was the one who created us and all we possess. We have nothing of our own. All is His, yet we behave like small independent gods robbing our Lord of time, money and honour. We do not submit ourselves to Him as we should.

    However, God the Holy One has spared us. He has been merciful and sent Christ to us, who are His enemies, to show divine love for us by His gracious example.

    Christ did not stand up for His rights by force, instead, He loved His enemies. He did not show anger when He was insulted, but blessed those who cursed Him. He did not reject the man who betrayed Him, but called him “friend”. On the cross He did not call for the murderers’ destruction, but forgave them their sins. Whoever studies the life of Christ carefully begins to understand that He is the love of God incarnate. His person marked the start of a great revolution in the world.

    Someone who believes in the Crucified Christ understands why God did not demand His rights from us. In His amazing love He placed all our sins and judgement on His beloved Christ. His matchless sacrifice reconciled God’s enemies to the Holy One, and cleansed our hearts by the precious blood. An ocean of divine love flows from the cross, sufficient to transform us, rebels, arrogant and vengeful as we are, into servants of God.

    Anyone who comes to Christ by faith is filled with His gentle spirit and changed into the likeness of Christ, in righteousness, holiness and truth. Do not hold back, hurry to be united to Christ, and you will receive a new heart and a right spirit from Him. This will enable you to forgive all who do something wrong to you, as He has forgiven you. You will forget the injuries you have suffered even as God has blotted out your sins from His memory. The Spirit of God will enable you to pardon anyone even as God forgives you. So forgive your enemy today; do not think of yourself first, and you will come to know God your Father as He really is. Then you will pray for those who hate you, love those who curse you, and ask your heavenly Father to fill your enemies with grace and bring them to repentance. You will visit the one who hates you and ask his forgiveness, even if he was to blame. Thus you will teach him humility by taking the first step. You will get rid of your own pride in the process and increase in love.

    Should you feel that your love is weak, look to the Crucified One, and ask God in His name to give you more love. “God is love, and he who abides in love, abides in God, and God abides in him” (1 John 4:16). Christ offers real love. He never despises us or seeks revenge. If you despise simple folk, you are not showing love. Unless you feel you are the worst of sinners, your pride is very much alive. Your faith in God will only be as great as your love is strong and enduring. The glory of God will come upon you only when you serve your enemies. The Holy Spirit will free you from selfishness, and Christ will bring you into the fellowship of His followers. Live according to His word:

    “Be merciful even as your Father is merciful.”

    Dear Mr Hotman
    Thank you for hosting my web. I agree with you, that’s why we need transpancy for leading nation, and as a President of Indonesia should give a periodical progress report, so in the next time there is no more what Jesus said: a time for “eye for eye” and “tooth for tooth”. especially from whom never heard this testimony. GBU. Love, LOve n Love (TodungLToruan)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: