Posted by: todung | 26 August 2008

SEANDAINYA SYA JADI PRESIDEN RI (AYAT 37)

PRIORITASKAN

EKONOMI RAKYAT

Saya lebih memprioritaskan ekonomi rakyat, semua untuk kepentingan rakyat, utamanya industri pertanian dan kelautan; Pembangunan di segala bidang, semesta, berpihak kepada rakyat, Penghidupan Petani, Nelayan, Buruh, Perkampungan, Pedesaan harus menjadi perhatian utama. Rakyat tidak boleh dipolitiser untuk kepentingan tertentu.

Saya bangun aneka pabrik pada basis rakyat dengan teknologi rakyat, mekanisasi pertanian, bangun pelabuhan dok kapal kecil dan besar, pengumpul dan pendingin ikan di laut; produksi dan pemasaran hasil nelayan sebagai negara bahari; memetakan potesi alam daerah di seluruh negeri untuk diolah demi kepentingan rakyat

Pemerintah dan wakil rakyat seperti tidak berkeinginan merubah hidung pesek dan kulit berkeriput rakyat menjadi hidung mancung dan kulit mulus melalui pendidikan, kesehatan atau keluar dari kemiskinan. Justru membiarkan rakyat kecil tetap jadi rakyat kecil dan selalu dalam tanda tanya dan keraguan berbangsa dan bernegara. Selalu memimpin negara ini dengan orientasi luar, aturan dan ilmu ekonomi global, elite di bidang politik, ekonomi, luar negeri, industri, perdagangan, perbankan, bbm. Lalu rakyat kecil, di desa, di pantai, di gunung, di hutan, di pulau kecil, menjadi pelengkap penderita.

Pemerintah tidak akan pernah secara politis menganalisis akan menaikkan harga gabah dan jagung kering petani (GKP), ikan nelayan, dan produksi langsung rakyat. Bahkan pemerintah lebih mengagung-agungkan kesedihan rakyat dengan istilah subsidi dan rakyat miskin. Ada subsidi minyak, ada subsidi beras miskin (raskin), ada asuransi kesehatan miskin (Askekin), ada angka rakyat miskin yang selalu meningkat, ada peta kemiskinan, ada Usaha Kecil dan Menegah Micro (UKM), ada Rumah Sangat Sederhana, ada kelompok masyarakat Pra sejahtera dan banyak lagi tentang penggolongan rakyat miskin. Seolah-olah pemerintah sendiri mentolerer istilah miskin sebagai kelompok masyarakat yang perlu dikasihani serta harus disubsidi.

Negara kita adalah negara pertanian dan perkebunan serta negara kelautan namun produknya yang dahsyat atau yang sebenarnya bisa dahsyat ternyata tidak mampu mengatur perekonomian negara, sebaliknya aspek lain seperti devisa negara dari perdagangan ekspor impor terutama minyak dan gas serta hasil pertambangan dan produk manufaktur lainnya hanya terkait dengan pabrik bukan dengan manusia, petani dan nelayan, menjadi sangat dominan.

Pemerintah tidak akan mampu menyejahterakan rakyat, hanya mampu memperkaya kaum pedagang serta pabrikan, BUMN/D dan swasta dan para cukong. Pemerintah menyetujui produk manufaktur bahkan air pegunungan pun dibayar oleh rakyat konsumen dengan mahal. Mengapa produk rakyat, ekonomi andalan rakyat tidak dihargai mahal sebanding dengan produk lain?, mengapa harus semurah-murahnya? Rakyat akan sejahtera dan tidak mau lagi disebut miskin atau yang selalu dikambinghitamkan untuk memperoleh subsidi bila produknya dihargai. Sekarang waktunya menempatkan rakyat petani kecil dari pedesaan, nelayan kecil dari pantai, pengembara dari pegunungan, orang kecil yang tersingkir dari pinggir kota berperan aktif untuk ekonomi rakyat.

Kehadiran industri besar di Indonesia semata-mata karena buruhnya dibayar murah. Rakyat Indonesia dianggap lahan peluang bisnis meraup kekayaan besar sebagai hasil kerja buruh Indonesia. Buruh hanya memperoleh hak dengan upah kecil, sama atau lebih kecil dari UMR (upah minimum regional). Status tidak jelas, sebagai buruh tidak, tidak terkait serikat buruh, cukup sebagai buruh kontrak yang sewaktu-waktu dan sewenang-wenang boleh dikeluarkan. Jangan mentolerer eksploitasi dan penghisapan darah rakyat yang miskin oleh orang kaya atau negara kaya. Sedikit saja permasalahan perusahaan tentang kenaikan upah, dengan gampang juga mereka hengkang dari Indonesia meninggalkan buruh dengan segala penderitaannya.

Luar hanya diperlukan untuk supporting, brain drain, alih teknologi, bukan menciptakan ketergantungan, memperbudak, menjajah dengan metode globalisasi serta berkutat dengan teori dan aturan mereka. Jepang setelah kalah perang dan setelah peristiwa Nagasaki dan Hirosima yang menciptakan penderitaan rakyat yang sangat dahsyat, dibantu kemudian oleh sebuah lembaga kepedulian Marshal Plan untuk negara yang dikalahkan oleh sekutu termasuk Jepang. Jepang kemudian bangkit dari keterpurukannya hingga seperti sekarang bukan hanya karena bantuan fundation itu namun lebih karena kebangkitan rakyatnya sendiri dengan segala eksistensinya dibangkitkan, hingga sekarang. Mereka tidak mau jadi manusia dalam negara yang dianggap kalah perang. Indonesia pun harus bangkit, membuang anggapan bahwa kita ini adalah manusia dan negara bekas jajahan dan akan seterusnya menjadi manusia bekas jajahan? Tidak, bangkitlah menjadi manusia negara masa depan yang kaya, jaya dan bahagia. Mari kita bangun ekonomi berbasis rakyat.

Pemerintah selalu berlagak seperti Santa Claus yang memberi subsidi atas penjualan minyak dan rakyat selalu menjadi peminta-minta dari Pemerintah. Sekiranya harga gabah diberi nilai tinggi senilai dengan gabah di Amerika, harga sayur diberi harga memadai senilai dengan pasar di Singapura, juga tenaga kerja dihargai semestinya seperti di Inggeris, harga tomat dan bawang sama dengan harga di Belanda, maka tidak perlu subsidi, rakyat membayar seberapa pun harga minyak adanya. Permainan dengan mengkambinghitamkan subsidi kepada rakyat harus dihentikan karena akan selalu menempatkan rakyat Indonesia pada status yang paling rendah, masyarakat sampahan, di antara kehidupan rakyat nomor 1 mewah sana.

Seandainya Saya Jadi Presiden


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: