Posted by: todung | 26 August 2008

SEANDAINYA SYA JADI PRESIDEN RI (AYAT 40)

PRIORITASKAN DAN PERCEPAT PEMBANGUNAN KELAUTAN

Tahun kedua kepemimpinan saya Indonesia sudah berjaya di laut baik di bidang transportasi, pelabuhan, perikanan, industri kelautan, wisata, taman, pelestarian, pertambangan off shore, keamanan, perkapalan, dok, ekonomi antar pulau, pendidikan, saatnya kita menjadi benar-benar negara laut/bahari;

Sebesar 20 % penduduk dari darat secara bertahap akan dialihkan bekerja di laut; kekayaan ikan laut Indonesia tidak akan dicuri negara tetangga bersahabat, dan tidak ada lagi kolusi dan korupsi karena penyelundupan di tengah lautan baik untuk produk ikan mau pun produk ekspor dan impor lainnya terutama produk minyak nasional. Tentara, angkatan laut lebih diarahkan dan diperbanyak di laut yang beroperasi bersama dengan polisi-polisi pengaman laut lainnya.

Laut yang luas menjadi tidak berguna tidak dikelola maksimal, bahkan menjadi peluang bagi negara lain untuk mencuri, karena tidak dimanfaatkan dan tidak dijaga. Indonesia yang luas lautnya tak terkirakan tidak dapat menjadikannya jadi sumber kekayaan riil. Kembalikan negeri kita menjadi negara bahari yang sudah terkenal sejak jaman barbar hingga jaman kelautan Bugis.

Pengembangan sistem perikanan ikan laut termasuk penangkapan, pengawetan, proses dan pemasarannya di berbagai lokasi laut selama ini masih berbasis pengembangan wilayah, belum secara nasional pada semua lokasi strategis terdapat pengawetan dan pemrosesan produk ikan di laut termasuk perkapalan ikan dan pengamanannya. Bila sistem perikanan laut seperti ini dikembangkan secara bertahap maka kekayaan laut utama Indonesia dapat menjadi sumbangan besar bagi perekonomian Indonesia.

Pencurian ikan menggunakan kapal penangkap ikan berbendera Taiwan, Filipina, Cina dan lain-lain. Perlengkapan mereka selalu lebih canggih dari perlengkapan formal polisi keamanan laut dan perlengkapan petugas Indonesia, sehingga sering lolos dari pengejaran. Sistem pengembangan keamanan dan ketertiban kelautan pun harus dikembangkan. Kerja sama dan koordinasi antara Departemen Pertahanan dan keamanan negara, Kepala Staf angkatan Laut, Departemen Kelautan serta Ditjen Bea dan Cukai harus ditetapkan dalam undang-undang sehingga masing-masing dengan tugas dan fungsi yang saling mendukung dan tidak duplikatif.

Pembangunan pelabuhan peti kemas belum menunjukkan bahwa Negara ini sebagai negara kelautan yang besar. Komunikasi dan perhubungan laut yang masih kurang lancar melayani segala kebutuhan dan kepentingan ekonomi, perdagangan dan berbagai aspek kehidupan masyarakat. Sistem pelabuhan juga akan menentukan keamanan lintas laut. Terjadinya banyak kecelakaan laut karena muatan yang terlalu berat, karena penggunaan sistem navigasi oleh awak kapal yang tidak disiplin mengikuti standar pelayanan nasional dan internasional, juga karena penggunaan kapal-kapal yang sudah lewat batas waktu pemakaian baik secara teknis mau pun ekonomis serta karena adanya kebijakan teknis dan non teknis yang mempengaruhinya.

Pengembangan pelabuhan besar dan kecil selain melayani kegiatan rutin juga menangani lalu lintas produk kelautan secara besar-besaran, dimulai dari pengumpulan melalui pelabuhan kecil atau langsung dari tempat proses penangkapan dan pendinginan ke pelabuhan besar dan selanjutnya dipasarkan ke seluruh pasar di Indonesia terutama pasar dunia, termasuk pelabuhan untuk kapal-kapal tanker membawa produk minyak dan gas dari penambangan off shore. Mungkin saja akan dibangun semacam helipad untuk persinggahan helikopter pengangkut karyawan atau perlengkapan laut.

Pengembangan sistem pariwisata laut di Indonesia bila diprogramkan sangat dahsyat. Segitiga terumbu karang terbentang sejak dari kepulauan Indonesia-Filipina-Solomon kurang lebih 75.000 kilometer memiliki 500 dari 800 spesies terumbu karang dan terdapat 3.000 spesies ikan. Dengan data yang lebih akurat, semuanya bila dikembangkan maka Indonesia akan menjadi obyek wisata kelautan terbesar di dunia. Kapal pesiar dikembangkan menghubungkan kota-kota bersejarah di pinggir laut antar pulau di Indonesia.

Pengembangan sistem produksi minyak dan gas of shore masih banyak yang belum dideteksi dan diproses, hal yang pasti laut Indonesia masih kaya akan minyak dan gas. Berapa besar tenaga kerja yang dikerahkan ke laut dengan seluruh pengembangan sistem kelautan Indonesia? Diperkirakan dalam satu periode kepemerintahan sebanyak lebih 20 % tenaga kerja akan beralih dari darat menjadi pekerja di laut. Alih kerja dari pegawai negeri sipil, atau dari karyawan swasta atau masuknya tenaga pencari kerja akan memasuki lapangan pekerjaan kelautan. Selain itu, pengelolaan laut total akan memperjelas perbatasan laut Indonesia dengan negara tetangga. Kedua, eksploitasi minyak dan gas baru, yang tersebar di sumber-sumber minyak off shores dan darat. Namun, selalu kembali pada good governance dan clean government. Artinya Indonesia Bagian Timur berani lebih dahulu menghancurkan KKN, lebih khusus korupsi dan pencurian uang negara oleh pejabat, karyawan juga oleh masyarakat.

Daerah Indonesia Bagian Timur khususnya Papua yang selama ini lebih banyak menjadi obyek wisata budaya, dengan melestarikan kekayaan budaya tua. Selama ini budaya yang mereka miliki disanjung dan tersanjung sehingga menetap pada keadaan aslinya. Moral dan phisik mereka harus dibangun untuk menjadi suatu peradaban moderen tanpa menghilangkan peradaban lama. Telah 63 tahun merdeka masih ada masyarakat Indonesia yang terdiskriminasikan kehidupannya berbeda jauh dengan kehidupan di pulau-pulau lain.

Seandainya Saya Jadi Presiden


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: